Home > Budaya > Merawat Bangsa Lewat Pengembangan Kesenian

Merawat Bangsa Lewat Pengembangan Kesenian

Sorotdaerah.com- Sekelompok Pemuda kembali mewarnai konteks kesenian di Sumatera Utara, kesenian ini berbasis tradisi. Tradisi menjadi sebuah pilihan di tengah arus globalisasi yang sudah mulai menggerus kebudayaan lokal.

Mereka menamakan kegiatan ini dengan “Jong Bataks Arts Festival”. Pemakaian kata Jong Batak telah melewati diskusi dan kajian mendalam. Mengingat sejarah Nusantara dibangun dari perkumpulan kedaerahan yang kemudian melebur menjadi satu kesatuan yaitu republik Indonesia.

Kegiatan Jong Bataks Arts Festival sendiri digagas oleh Komunitas Rumah Karya Indonesia. Kegiatan ini merupakan gelaran yang keempat kalinya.

Menurut Ori Semloko, Direktur Rumah Karya, membangun kesenian tradisi seperti bergerak di jalan sunyi. Namun pihaknya tetap gigih dan bertekad akan tetap melaksanakannya. “Kami terbangun atas spirit yang sama. Kebudayaan lokal menjadi kekuatan untuk melawan arus kesejagatan,” ujarnya, Kamis (26/10).

Jong Batak Arts Festival tahun ini diselenggarakan 25- 28 Oktober 2017 di Taman Budaya Sumatera Utara. Kali ini melibatkan 36 Komunitas dari dalam dan dua dari luar Sumatera.

Ojax Manalu Direktur Festival Jong Bataks Keempat mengatakan, sejauh ini perhatian pemerintah masih minim. Padahal kegiatan ini bukanlah yang pertama sekali. Melainkan sudah keempat. Namun pihaknya tetap bersemangat dalam melakukannya.

Mereka mengatakan menyadari betul kegiatan ini adalah sumbangsih bagi generasi muda. Tahun ini, Jong Bataks Arts Festival mengusung Tema “Gong”, sesuai filosofinya. “Gong adalah pemersatu, bagaimana spirit jong batak sebagai pemersatu dan penjaga irama antara kaum muda dan tua,” kata Brepin Tarigan, Manager Program Kegiatan ini.

Hal itu terlihat pada hari pertama kegiatan Jong Batak Arts Festival. Tampak semua orang dari berbagai umur turut mengapresiasi kegiatan ini. Di hari pertama telah tampil sekitar sepuluh pertunjukan yaitu Toba Putri Dancer, Kugitari, SMA Dharmawangsa, Hendra DKK, Yayasan Perguruan HKBP Sidorame, Nauli Sister, Etnomosrfosa, Averiana Barus, Tari Bakureh dari Padang Panjang dan Arunika Incindental Musik. Kesepuluh performa tersebut tetap menonjolkan tradisi dalam setiap pertunjukannya. (LS)

You may also like
Natal Bersama Wartawan dan Polisi, Wakapoldasu Harap Natal Bersama Dijadikan Tradisi
Jong Bataks Arts Festival Berangkat Dari Spirit Kongres Pemuda.
Kembali, Ali Amsyah Pimpin Dewan Kesenian Binjai
Hari ketiga Jong Bataks Festival Arts #3, Angkat Tradisi Pak-Pak dan Simalungun
Jong Bataks Arts Festival #3
STT HKBP Nommensen Siantar Seminarkan Ulos Bersama Sandra Nissen

Leave a Reply