Home > Daerah > 25 Kali Beraksi, Komplotan Ini Alami Sial Saat Rampok Lansia

25 Kali Beraksi, Komplotan Ini Alami Sial Saat Rampok Lansia

Sorotdaerah.com- Empat pria anggota komplotan spesialis rampok di Medan akhirnya diringkus polisi. “Keempatnya ternyata sudah 25 kali beraksi di wilayah Patumbak, Amplas, Pinangbaris dan Binjai, sehingga ketagihan,” kata Kapolsek Patumbak Kompol Yassir Ahmadi, Selasa (24/4).

Selama ini, sambung Kapolsek, aksi komplotan ini berjalan sukses dengan modus menawarkan obatan urut dengan minyak. Saat mengurut pasiennya, komplotan ini langsung merampas barang-barang korban sejurus kemudian kabur.

Teranyar, komplotan ini merampok seorang perempuan lanjut usia bernama Ramot Boru Butar-butar (80) asal Batubara saat naik angkot di Jalan Sisingamangaraja, Simpang Alpala, Medan, Sabtu (21/4) lalu.

Kanit Reserse Polsek Patumbak Iptu Ainul Yaqin membeberkan identitas keempat tersangka yakni Haikal (47) warga Jalan Brayan bengkel Tanjung Mulia, Toge Silaban (50) warga Jalan Tngkul Gang Mulio Medan Tembung, Marudut Sihombing (40) warga Kabupaten Simalungun dan Leo Dumoli Manulang (51) warga Jalan Selamat Ketaren, Medan Estate.

“Dari keempat tersangka kami sita lima lembar uang tunai pecahan Rp 100.000, sebanyak 26 lembar brosur pengobatan atau kusuk terapi dan totok saraf, sebilah pisau, satu unit mobil merk Xenia berpelat BK 1107 ZP perak,” terang Yaqin.

Menurut Kompol Yassir, waktu itu korban dan cucunya naik angkot dari Simpang Amplas menuju Mandala. Saat angkot masih di Jalan Sisingamangaraja, para pelaku naik lalu menawari obat urut kepada korban. Dengan cekatan, salah seorang pelaku langsung mengurut dan memaksa mengambil cincin emas dari jari tangan korban. “Karena ditarik paksa itu, jari tangan korban menjadi luka dan selanjutnya pelakunya melarikan diri,” beber Kapolsek.

Hari itu juga korban melapor ke Polsek Patumbak. Menindaklanjuti laporan korban, polisi menggelar serangkain penyidikan. Hasilnya, polisi mengetahui identitas para pelaku dan kebiasaan mereka. Ternyata para pelaku selalu siaga di kolong jembatan layang Amplas. Polisi kemudian memburu komplotan ini. Polisi mengintai dan membuntuti tiga tersangka saat naik angkot di Amplas dan seorang tersangka lainnya naik mobil Xenia mengikuti dari belakang.

Sadar dibuntuti, seorang pelaku melompat dari angkot di Simpang Limun. Tak ingin buruannya kabur, polisi mengejar. Namun pelaku terus berlari sekencang-kencangnya bahkan mengabaikan tembakan peringatan. Akhirnya pelaku pun dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.

Sementara tim lainnya, terus mengejar tersangka lainnya hingga ke arah Jalan Makam Pahlawan. Sesampainya di sana dua tersangka lainnya melompat dari angkot dan berusaha melarikan diri. Lagi-lagi keduanya ditembak polisi karena mengabaikan tembakan peringatan.

“Tiga tersangka yang dilumpuhkan diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara guna pengobatan. Sedangkan pengemudi mobil Xenia juga turut ditahan karena bagian dari komplotan rampok,” pungkas Kompol Yassir. (Red)

You may also like
Punya Istri Tiga, Setelah Lansia Dan Penyakitan Ditelantarkan Keluarganya

Leave a Reply