Home > Daerah > 3 Lagi Teman Seperjuangan Masih Ditahan, ‎Solidaritas Mahasiswa Gelar Demo Hentikan Kriminalisasi

3 Lagi Teman Seperjuangan Masih Ditahan, ‎Solidaritas Mahasiswa Gelar Demo Hentikan Kriminalisasi

Medan, Sorotdaerah.comSolidaritas Mahasiswa Medan menggelar demonstrasi di Jalan Balai Kota, persisnya di depan Kantor Pos Medan, Senin (8/5) pagi.

Dalam aksinya, puluhan mahasiswa yang berkumpul dengan mengembangkan spanduk, meminta agar aparat menghentikan represifitas sampai kriminalisasi terhadap mahasiswa maupun gerakan rakyat, dalam menyuarakan aspirasinya.

“Ini terkait teman kami yang masih ditahan dalam peristiwa aksi demo mahasiswa dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, oleh pihak Polrestabes Medan merupakan tindakan anti-demokratis yang sekaligus menjadi ancaman serius terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan pers,” ujar Pimpinan Aksi, Bill Clinton Simanjuntak, usai menggelar aksi.

Ia menyebut mengancam kebebasan pers, sebabkan diantara 7 orang yang diamankan saat ricuh terjadi, diantaranya merupakan mahasiswa yang sedang melakukan tugas liputan jurnalistik pers kampus.

“Dari temuan di lapangan, disebutkan bahwa saat massa aksi dalam proses pembubaran diri, terjadi provokasi berupa ancaman lisan, pelemparan batu terhadap massa aksi oleh pihak yang belum diketahui. Namun, mengapa ada oknum polisi di barisan provokator,” tudingnya.

Pasca penangkapan, ia melanjutkan kepolisian kembali mencoreng marwah institusinya sendiri dengan bersikap tidak kooperatif terhadap kuasa hukum. Hingga 2×24 jam pascaditangkap, kuasa hukum tidak diperbolehkan menjumpat tahanan yang kini berjumlah 3 orang.

“Sekarang tinggal 3 orang teman kami, 4 orang sudah dipulangkan, itupun masih sulit menjenguk. Padahal didampingi pengacara adalah hak mereka sebagai tersangka, sangat jelas apa yang dilakukan polisi adalah ancaman bagi banyak aspek demokrasi di Indonesia,” katanya.

Dalam aksinya, Bill menyampaikan ada 10 tuntutan diataranya yakni; Kapolrestabes Medan harus bertanggungjawab terhadap kerusuhan pasca aksi Hardiknas 2 Mei 2017 di kawasan Kampus USU, mengutuk keras penggeledahanyang tidak sesuai prosedur hukum.

“Tarik mundur intelijen kepolisian dari kampus dan sekretariat organisasi mahasiswa, dan kebebasan berpendapat, berekspresi dan berorganisasi adalah Hak Azasi Manusia,” ungkapnya. (AN)

You may also like
Takut Didemo, Poldasu Buru-Buru Serahkan Berkas Mujianto ke JPU
Puluhan Karyawan Magang RSUD Dr Djasamen Saragih Demo Tuntut Haknya
Supir Angkot Demo Keberadaan Transfortasi Berbasis Online di Siantar
Koordinator Demo Betor Ditangkap Polisi
Putus Sekolah, Susah Akses Layanan Kesehatan, Komunitas Pemulung Mengadu Ke DPRDSU
ITS Bakal Anugerahi Menteri Susi Gelar Doktor Honoris Causa

Leave a Reply