Sorotdaerah.com – Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang memaksa semua orang berdiam di rumah, sejumlah dosen biologi Unimed justru memanfaatkan momentum ini untuk membudidayakan kembali jamur tiram. Budidaya jamur jenis ini pernah dirintis oleh tim pada 2018. “Dulu,” kata Ketua Tim Dr. Martina Restuati, Jumat (11/9), “kita punya 1300 baglog. Tapi sekarang mencapai 5000 baglog”

Menurut Martina, di 2020 ini, budidaya jamur tiram kembali dikembangkan untuk mendapatkan hak paten, sertifikat halal dan pengemasan. Ia yakin, pengembangan budidaya jamur tiram dapat menempus pasar lokal maupun supermarket agar menambah pemasukan bagi universitas.

Jamur tiram

Tim yang terlibat dalam budidaya jamur ini tak lain adalah sejumlah dosen Biologi, Unimed yang diketuai Dr. Martina Retuati. Tim ini beranggotakan Ahmad Safwan S Pulungan dan Ricky Andi Syahputra.

Ketua LPPM Prof. Dr. Baharuddin mengatakan budidaya jamur ini potensial untuk unit bisnis. Sebab, kuliner berbahan jamur saat ini memiliki peminat yang besar. “Kami juga mendukung agar proses sertifikat halal segera melekat pada produk ini. Disamping itu, kami harapkan budidaya jamur ini juga bia dikembangkan pada mahasiswa, sehingga tidak hanya pengabdian tetapi juga menjadi peluang usaha yang menjanjikan” katanya.

Wakil Ketua Dewan Riset Sumatera Utara Prof. Dr. Abdul Hamid mengapresiasi kerja tim karena mengembangan budidaya jamur di lingkungan kampus. Di masa pandemi saat ini, sambung dia, ketahanan pangan menjadi topik hangat yang diperbincangkan baik dalam skala nasional maupun global. “Budidaya jamur ini merupakan salah satu solusi ketahanan pangan dan pendapatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Tentang Admin

Redaksi

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan