Home > Daerah > Ditikam Kolega, Diteriaki Maling, Driver ‘Go Car’ Nyaris Tewas Dimassa

Ditikam Kolega, Diteriaki Maling, Driver ‘Go Car’ Nyaris Tewas Dimassa

Sorotdaerah.com- Seorang pengemudi taxi online jenis Go Car nyaris tewas ditikam pisau oleh temannya sendiri saat berada di dalam mobilnya sendiri yang terparkir di kawasan Jalan Gaharu, Gang Murni, Kecamatan Media Timur, Kamis (22/2) sekira jam 23.30 WIB.

Beruntung korban bisa meloloskan diri dari sabetan pelaku, namun karena diteriaki maling oleh pelaku, korban tak berkutik dihajar massa hingga nyaris tewas.

Korban diketahui bernama Faras Sapik Nasution (19) warga Jalan Bilal, Gang Mesjid, Kecamatan Medan Timur. Sedangkan pelakunya adalah, Daud tobing (28) warga Jalan Gaharu, Gang Murni No 20, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur.

Antara korban dan pelaku merupakan teman yang kenal karena sama-sama merupakan driver taxi online.

Informasi dihimpun, Jumat (23/2), ihwal perseteruan diantara keduanya terjadi Kamis (22/2) malam itu, saat korban bertemu dengan pelaku di TKP (Jalan Gaharu, Gang Murni). Disitu, pelaku mengajak korban untuk menemui kekasihnya di kawasan Jalan Budi Utomo.

Karena sudah saling kenal, korban menuruti pinta pelaku guna mengantarkan ke kawasan Jalan Bilal dengan mengendarai mobil Toyota Agya BK 1289 OA milik korban.

Namun sesampainya di kawasan kediaman pacar pelaku, korban ditelfon oleh keluarganya untuk disuruh pulang dan kembali mengantarkan pelaku ke kawasan rumahnya di TKP, Jalan Gaharu, Gang Murni.

Namun tanpa alasan yang jelas dan secara tiba-tiba, pelaku menyerang korban menggunakan pisau dapur yang sengaja dibawa pelaku.

Di dalam mobilnya itu, korban dihunjami tikaman hingga melukai leher, perut hingga kepala korban. Akibatnya, cucuran darah membasahi tubuh korban. Tak mau konyol, korban berusaha kabur dengan keluar dari dalam mobilnya.

Namun saat lari keluar, pelaku langsung menyambutnya dengan teriakan maling. Warga yang mendengar adanya maling, langsung menangkap. Tanpa basa-basi, massa turut menghajar korban.

Untungnya, salah seorang warga sempat merasa penasaran dan langsung menanyaiin korban hingga diketahui kalau pelaku yang hendak membunuh korban. Namun sayangnya, pelaku sudah kabur dengan membawa lari mobil milik korban dari lokasi.

“Malam itu, saya bersama orangtua korban, Taufik Nasution baru tiba dirumah. Kemudian ada warga di lokasi nelfon ayahnya, karena masih didepan rumah dan sedang sibuk, telfon itu saya yang akngkat. Warga tadi bilang kalau sepupu saya (korban) dirampok dan mobilnya sudah dibawa kabur. Sepupu saya luka berat dan kami langsung menuju ke lokasi,” sebut, Ikhsan (39) keluarga korban, saat ditemui di Polsek Medan Timur.

Begitu tiba di lokasi, korban langsung dibawa keluarganya ke RS Sufina Azis di Jalan Karya, Medan Barat, guna mendapatkan perawatan intensif. Selanjutnya, orangtua korban bersama keluarganya, mendatangi Polsek Medan Timur guna melaporkan kejadian perampokan dan penganiayaan tersebut.

Beberapa jam dari kejadian itu, Daud berhasil ditangkap oleh teman-teman korban sesama driver go car dari kawasan, Perumahan Meilala, Kecamatan Pancur Batu. Teman-teman korban lantas memboyong Daud ke Polsek medan Timur.

Mengetahui pelaku ditangkap, korban yang masih dalam kondisi lemah dengan kepala berbalut perban, datang ke Polsek Medan Timur ditemani keluarganya.

Kepada wartawan, korban sempat kebingungan dan mengaku tak mengetahui motif jelas teman yang baru dikenalnya sekitar 3 bulanan itu, sehingga tega ingin membunuhnya dengan menghujamkan pisau bertubi-tubi serta meneriakinya maling yang mengakibatkan warga di TKP sempat marah.

“Gak tau saya bang masalahnya apa. Kalau hutang-piutang pun saya gak tau. Yang jelas saya tiba-tiba lagi di dalam mobil diserangnya. Ini leher saya sudah beberapa kali ditikamnya sampai luka. Perut saya juga hingga berdarah kena beberapa tusukan pisau dapur, juga tangan dan kepala saya. Pelaku sempat mengatakan akan mematikan saya. Saya lari, tapi diteriaki dia maling sehingga saya sempat dipukuli warga dan dia kabur membawa mobilku,” ujar korban.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Yoga ketika dikonfirmasi terkait hal itu, mengatakan, kalau tersangka sementara ditetapkan dengan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan.

“Pasal yang disangka kan 365. Tersangka memang sempat menganiaya korban lalu membawa kabur mobil korban, namun nantinya masih kita dalami,” kata Yoga.

Ketika ditanya mengenai motifnya dari pengakuan tersangka, Yoga menuturkan kalau tersangka kesal lantara fee atau ongkos untuk jual tanah di Tanjung Mulia belum dibayar oleh korban, sehingga terjadi perkelahian di dalam mobil.

“Jadi, mereka sama-sama sedang mengurus masalah jual beli tanah milik orangtua korban, tapi tanah itu belum lagi terjual. Tersangka meminta fee sesuai yang dijanjikan, sehingga terjadi pertengkaran di dalam mobil hingga korban terluka,” jelas, Kanit Reskrim Polsek Medan Timur.

Saat ini, polisi mengaku telah mengamankan tersangka dan masih menjalani pemeriksaan. Dari kejadian itu, polisi juga mengamankan barang bukti pisau yang digunakan pelaku melukai korban, 1 unit mobil Agya milik korban yang sempat dibawa kabur pelaku, 1 unit HP Merk Oppo warna Hitam, 1 unit HP Merk Asus warna hitam, serta 1 unit HP Merk Blackberry warna hitam. (AN)

You may also like
Diejek dan Diajak Duel, Ahui Tewas Ditikam Tetangga
Jurnalis Tewas Ditikam Usai Antar Anak Sekolah
Gak Dikasih Uang Supir Angkot Ditikam Preman
Sadis, Balita Tewas Ditikam Ibu Kandung Sampai Ususnya Terburai Keluar

Leave a Reply