Home > Daerah > Ephorus HKBP Kunjungi Pulau Enggano: Perekonomian, Jalan Dan Pendidikan Masih Minim

Ephorus HKBP Kunjungi Pulau Enggano: Perekonomian, Jalan Dan Pendidikan Masih Minim

Teks Foto
SALAMAN: Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersalaman dengan anak-anak dan seluruh jemaat, seusai menerima simbol kehormatan Pulau Enggano berupa pengalungan bunga dan kalung khas Enggano serta Tarian Perang Enggano, Sabtu (28/7).

Sorotdaerah.com – 115 tahun pasca pekabaran injil ke Pulau Enggano, kehidupan ekonomi dan pendidikan masyarakat dan kondisi jalan di sana masih minim.

Pendeta Resort Enggano Pdt Rindu Hutasoit mengatakan penduduk pulau tersebut memiliki bahasa asli daerah setempat tetapi tidak banyak yang bisa Berbahasa Enggano. Sebabnya, kemampuan literasi masyarakatnya masih payah. Bahkan sebagian besar masyarakatnya buta aksara Enggano. Dan tidak ada literatur tentang Bahasa Enggano.

Pabuki (Ketua Adat) Pulau Enggano St Harun Kaarudi juga menguatkan pernyataan tersebut. Apalagi pendidikan masyarakat Enggano juga masih jauh dari ideal. Kendala lain yang dihadapi masyarakat setempat adalah buruknya hasil pertanian.

Camat Enggano St Marlansius alias Jaka menyebut kondisi masyarakatnya kini sedang terpuruk. Pasalnya hasil pertanian tidak sebanding dengan nilai jualnya. Apalagi kalau hasil tani dijual keluar Pulau Enggano. “Mata pencaharian di sini bertani tetapi tidak maksimal. Misalnya masyarakat dimana-mana awalnya menanam pisang dan Enggano sempat menjadi sentra penghasil pisang, tetapi sekarang, hasil bertanam pisang bobrok karena harga jatuh. Lalu masyarakat beralih ke coklat, namun gagal juga. Itu melemahkan semangat tani penduduk di sini,” beber Jaka.

Anjloknya harga hasil pertanian, memaksa masyarakat ramai-ramai beralih profesi. Penduduk setempat kini beralih menjadi nelayan. Akan tetapi pengetahuan dan kemampuan mereka dalam menangkap ikan terbatas. “Masyarakat kami kini bertahan hidup dengan menangkap ikan,” timpal camat.

Melihat kondisi tersebut, Pimpinan Tertinggi Gereja (Ephorus) HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing mengatakan, dibutuhkan banyak dukungan untuk memajukan pulau tersebut. Ephorus bertindak cepat. Ia langsung menemui Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu. Ephorus meminta Plt Gubernur Bengkulu agar memberikan perhatian lebih serius untuk kemajuan Pulau Enggano.

Ephorus berkunjung ke Enggano selama tiga hari. Ia didampingi Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. Dr. Anna V. Pangaribuan, Kabiro Zending HKBP Pdt. C.O.R. Silaban meninjau kehidupan jemaat, supaya bisa merancangkan upaya gereja dalam meningkatkan kualitas jemaat, baik finasial maupun pekerjaan. Dalam kesempatan itu, Praeses HKBP yang diwakili oleh MPSD Pdt Pakkat Sitinjak meresmikan Resort Khusus HKBP Enggano.

Kehadiran Ephorus mendapat sambutan hangat dari penduduk setempat, khususnya jemaat HKBP. Mereka senang karena akhirnya bisa bertemu dan bertegur sapa langsung dengan Ephorus. Sebab selama 115 tahun sejak injil masuk Enggano, baru kali ini Ephorus HKBP mengunjungi mereka.

Atas kerelaan Ephorus meringankan langkahnya, masyarakat Enggano pun menyambut dengan tarian perang, sebuah tarian penghormatan. Pabuki menjelaskan, Tariang Perang Enggano berarti menyambut gembira sebab Tuhan memberkati orang yang datang ke pulau mereka. Tarian Perang ini merupakan salah satu tarian kehormatan Enggano yang dipelihara hingga sekarang. Tarian ini hanya dipertunjukkan pada acara-acara penting Pulau Enggano.

“Saya mendengar Pulau Enggano sudah sangat lama belum pernah dikunjungi pimpinan HKBP, makanya saya datang. Saya rindu melihat masyarakat dan jemaat di sana,” ungkap Ephorus HKBP saat di Medan, Minggu (29/7).

Ephorus HKBP juga menyempatkan diri memberikan bimbingan pastoral kepada seluruh warga dan jemaat HKBP. Ia bersukacita karena Tuhan memberikan kesempatan baginya untuk mengunjungi Pulau Enggano serta memikirkan dan melakukan sesuatu yang baik bagi masyarakat di sana.

“Tuhan sudah merancangkan hal baik bagu kita dengan sedemikian rupa. Maka dengan pelayanan HKBP, diharapkan jemaat maupun masyarakat pun semakin matang, semakin tambah kemajuan di berbagai aspek kehidupan. Kita harus sadar, tidak ada gereja tertentu yang kuat maupun yang lemah karena kita semua adalah anggota tubuh dengar tekstur dan fungsi masing-masing. Marilah saling mendukung dan saling melengkapi,” petuah Ephorus. (JS)

You may also like
Mahasiswa PLS Berikan Layanan Pendidikan Kepada Anak-Anak Desa Tanjung Ibus
Ephorus Larang Gunakan Fasilitas Gereja Untuk Kampanye Politik
Ephorus Darwin Lumbantobing Resmikan HKBP Parsaoran Nauli
Lhokseumawe Adakan Zikir Rohingya, Ephorus HKBP Mendukung
Ephorus Serukan HKBP Lhokseumawe Jadi Berkat
Kapolri Tiba Di Medan, Besok Kunjungi Pengungsi Sinabung

Leave a Reply