Home > Budaya > Gus Solah, Adik Gusdur Rekomendasikan Siantar Model Kota Toleransi Tinggi

Gus Solah, Adik Gusdur Rekomendasikan Siantar Model Kota Toleransi Tinggi

Sorotdaerah.com – Salahuddin Wahid atau Gus Solah merekomendasikan Siantar sebagai kota model untuk belajar toleransi beragama.

Adik kandung mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini memuji betul kerukunan antar umat beragama di kota Siantar. “Saya sangat senang bisa melihat kenyataan sosial dimana sesama agama bisa bekerjasama dan bahkan tidak timbul gesekan-gesekan di sini. Ini bisa menjadi model, rujukan dan bisa menjadi contoh bagaimana perbedaan itu tidak harus membuat kita renggang,” pujinya saat diwawancarai awak media di halaman GKPS Jalan Sudirman Pematangsiantar, Kamis (2/11).

Kerukunan dan budaya yang dibangun di Siantar, anjur Gus Solah, bisa menjadi role model sekaligus pelajaran bagi seluruh daerah yang ada di Indonesia atau bahkan dunia. Kerukunan yang terpelihara baik di Siantar ini, sambungnya, merupakan kekayaan besar bangsa Indonesia.

Bahkan, Gus Solah menyarankan kondisi Siantar bisa menjadi rujukan di banyak kota yang ada di Indonesia karena bisa menjaga keutuhan antar umat beragama. “Ini bisa menjadi contoh. Mungkin busa dibikin sebuah filem dokumenter yang disampaikan ke dunia atau berkerjasama dengan kota lain di dunia yang juga menjadi simbol persahabatan antar umat beragama,” saran Mantan Ketua Nahdatul Ulama (NU) ini.

Gus Solah (berpeci) ketika mengunjungi GKPS Jalan Sudirman Pematangsiantar, Kamis (2/11)

Mantan anggota Komisioner Komnas HAM ini berpesan kepada masyarakat Siantar untuk mempertahan kerukunan antar umat beragama yang sudah dibangun sedemikian apik. “Kita pelihara kita rawat, kita sama-sama memiliki tanah Siantar, tanah Simalungun, kita sama-sama memiliki Negara Republik Indonesia. Tentu kita jaga supaya tetap seperti yang ada sekarang bahkan menjadi lebih baik ke depannya,” bebernya.

Gus Solah menyampaikan perlunya belajar dari daerah yang pernah menjadi konflik, sepasti Ambon. Bagaimana Ambon bisa menghentikan konflik, kemudian bisa memulihkan kembali hubungan antar agama yang pernah terganggu. “Walaupun itu sebenarnya bukan konflik karena agama, tetapi kemudian ketika memakai nama agama menjadi sensitif atau sesuatu yang mendorong konflik,” jelasnya.

Gus Solah mengatakan tujuan agama yang sesungguhnya bukanlah memunculkan konflik. Sebab pesan agama itu adalah pesan kebaikan, pesan persaudaraan, pesan untuk melakukan bersama-sama memakmurkan dunia ini dan kesejahteraan dunia secara lahir dan batin. (JO)

You may also like
Sembilan Atlet Kungfu Siantar Bertarung Rebut Piala Kapoldasu di Medan
Perebutkan 30 Kursi, 367 Caleg Bertarung Di Siantar
Jelang Pemilu 2019 Kapolres Pimpin Apel Pasukan Keamanan
KPU Siantar Gelar Bimtek Pelaporan Dana Kampanye
Pemilihan Umum 2019, KPU Siantar Tetapkan 170.035 Pemilih
Pembangunan GOR Harus Perhatikan Prasarana Olahraga

Leave a Reply