Home > Daerah > HKBP Kembangkan Pariwisata Kawasan Danau Toba

HKBP Kembangkan Pariwisata Kawasan Danau Toba

Sorotdaerah.com- Orang Batak akan terpinggirkan, kalau tidak menyiapkan diri menyambut program pemerintah membangun Sumatera Utara. Ada banyak program pemerintah diantaranya sektor pertanian herbal dan mengelola bantuan dana yang disampaikan ke desa-desa.

Ada juga program pengembangan Bandara Silangit yang akan menjadi penghubung wisata dari Asia dengan membayong turis dari India, Tiongkok, dan Filipina. Begitu pula pengembangan wilayah terpadu dan pembangunan infrastruktur di Sumatera yang menyangkut Dumai dan Kuala Tanjung.

Pengembangan potensi wisata kawasan Danau Toba mengemuka dalam dialog terbuka yang diinisiasi KPPS HKBP dan Horas Halak Hita (H3) pada Sabtu, 3 Pebruari 2018 di Wisma Indocement Jalan Sudirman Jakarta Selatan.

Diskusi ini mengangkat tajuk “Sinergi Pemerintah, Gereja, dan Komunitas Dalam Pengembangan Pariwisata dan Pertanian Di Kawasan Danau Toba”. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten yakni Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing, Menteri Koordinasi Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Bappenas RI Prof. Bambang Brojonegoro serta Utusan Menteri Pertanian RI.

“Kami berharap besar dengan peran para Pendeta khususnya HKBP dipimpin Ephorus Darwin Lumbantobing, ada KPPS HKBP dan ada Horas Halak Hita (H3),” ujar Menteri Kemaritiman Luhut Panjaitan.

Dalam kesempatan itu Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing menjelaskan bagaimana upaya pelayanan HKBP dan gereja-gereja di Sumatera Utara dalam pengembangan wisata kawasan Danau Toba. Tak lupa, ia juga memperkenalkan program pelayanan HKBP yang saat ini fokus merevitalisasi pelayanan dengan 4 pilar yakni pendidikan, kesehatan, kepedulian sosial, dan pemberitaan injil.

Darwin menyebut, gereja tidak terlepas dari lingkungannya. Justru gereja menjadi penggerak utama dan terjun ke masalah-masalah sosial, dan itu bukan dimulai dari program pemerintah karena gereja terlebih dahulu hadir saat ini di Tapanuli.

Menurut Ephorus, setelah gereja-gereja telah menunjukkan kiprahnya selama ini, di kemudian hari pemerintah pun mulai semakin memberi perhatian akan kesehatan, pendidikan, dan pengembangan pariwisata yang mana selama itu telah menjadi titik perhatian gereja.

“Karena itu, gereja siap sedia bekerjasama dengan pemerintah, bersinergi untuk membangun kualitas warga gereja dan masyarakat. Gereja mendukung program pemerintah Presiden RI Ir. Joko Widodo yang telah konsen untuk pariwisata Danau Toba,” tegas Darwin.

Ephorus juga menerangkan, peta pelayanan HKBP di sembilan distrik yang langsung di kawasan Danau Toba dan ada enam distrik penyangga Kawasan Danau Toba. HKBP juga punya Biro Pengembangan Masyarakat yang bergerak di bidang pengembangan peternakan dan pertanian. Bahkan semakin baik dengan dibentuknya KPPS HKBP fokus bicara pelayanan strategis menyangkut Lingkungan Hidup dan Pariwisata.

Di titik inilah, HKBP menjadi lokomotif gereja-gereja di Sumatera untuk memajukan Kawasan Danau Toba.

Pengembangan Pariwisata Kawasan Danau Toba sangat rasional dan strategis. Namun perlu mempelajari budaya Batak termasuk bagaimana bertani. “Salah satu aspek yang perlu dikembangkan adalah pertanian, pembangunan dimana-mana tetapi pertanian juga harus dipertahankan bahkan dikembangkan,” pungkas utusan Menteri Pertanian Justan Siahaan.

Di ujung acara, Menteri Kemaritiman dan Menteri Bappenas diulosi Ephorus HKBP, dan yang kemudian Ephorus juga diulosi Mantan Ephorus Pdt. SAE Nababan.

Seminar ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernut Sumut Nurhajizah Marpaung, Dirjen Pajak Robert Pakpahan, Tokoh Masyarakat Batak, Para Pimpinan Gereja (HKI, GKPI, GKPS, Katolik, GPP, GKPPD, dan lainnya) 3 Bupati Kawasan Danau Toba, Bupati Taput, Bupati Humbang, Bupati Dairi, dan perwakilan Bupati Tobasa, Simalungun, dan lainnya. (AH)

You may also like
Tim SAR Gabungan Temukan 2 Objek Di Kedalaman 490 M
Korban Kapal Ramos Risma Marisi Ditemukan Tewas
Insiden Kapal Ramos Risma Marisi Di Danau Toba
Kemensos Siapkan Kebutuhan Makanan Bagi Keluarga Korban KM Sinar Bangun
Hari Ketiga, 2 Korban Tewas Kapal Sinar Bangun Ditemukan
Pendeta Tolak Mutasi, Jemaat HKBP Terbelah

Leave a Reply