Home > Daerah > Jawab Tantangan Abad 21 FORMALSU Giatkan Gerakan Literasi

Jawab Tantangan Abad 21 FORMALSU Giatkan Gerakan Literasi

Sorotdaerah.com- Abad 21 yang ditunjang era informasi menuntut kemampuan mengelola dan memanfaatkan informasi secara optimal. Kemampuan mengelola dan memanfaatkan informasi merupakan kunci kepada pertumbuhan ekonomi, penguatan demokrasi dan penghargaan kepada lingkungan hidup.

Kendati demikian, membangun masyarakat literasi merupakan kerja jangka panjang. Sehingga masyarakat tidak boleh puas dengan apa yang telah diraih hari ini. Sebab, tantangan kehidupan terus berkembang seiring perkembangan teknologi. Jika mengacu pada studi “Most Littered Nation in The World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada 2016, Indonesia menduduki posisi yang rendah dalam hal minat membaca.

Hal ini patut mendapat perhatian mengingat kebiasaan membaca merupakan salah satu modal utama dalam mengembangkan kemampuan berpikir individu. “Kita harus senantiasa berinovasi dan bekerjasama untuk menjawab tantangan itu,” kata Sekjen Forum Masyarakat Literasi Sumatera Utara (FORMALSU) Agus Marwan.

Demi menjawab tantangan itu pula, Formalsu bergerilya menggelar workshop literasi dan konsolidasi pegiat literasi. Salah satunya, workshop literasi yang digelar di Grand Antares Hotel Medan, Kamis (23/11).

Kegiatan ini dibuka Ketua Formalsu Hasban Ritonga dan dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan Sumut, Ferlin H Nainggolan serta Sekjen Formalsu Agus Marwan. Workshop diikuti 120 pegiat literasi se-Sumut. Pesertanya berasal dari berbagai daerah, diantaranya Langkat, Medan, Binjai, Deliserdang, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Batubara, Asahan, Tanjungbalai dan Labuhanbatu.

“Kegiatan ini tiga gendangnya. Pertama, memperkuat gerakan literasi di Sumut. Kedua, mendesain program-program literasi dengan mengakomodasi berbagai usulan program daerah. Terakhir, memperkuat jaringan forum masyarakat literasi se-Sumut,” terang Agus Marwan.

Agus meyakini, di kemudian hari gerakan literasi akan semakin menguat di Sumut. Prediksi itu ditunjang dengan adanya program-program literasi di daerah serta menguatnya gerakan literasi masyarakat. Apalagi, sejak Sumut mendeklarasikan diri sebagai provinsi literasi, berbagai upaya membudayakan program literasi terus dilakukan, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta dan masyarakat.

Ketua FORMALSU Hasban Ritonga mengatakan, dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak, agar usaha membangun gerakan literasi bisa benar-benar terwujud. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah harus bekerjasama dengan masyarakat, swasta, sekolah dan media massa. “Membangun budaya literasi merupakan kerja jangka panjang. Setiap individu memiliki peran yang signifikan. Kita membutuhkan keteladanan yang dicontohkan untuk mengajak lebih banyak orang untuk terlibat dalam usaha ini,” terangnya.

Ferlin Nainggolan berharap antara forum masyarakat literasi dengan dinas perpustakaan di daerah dapat bersinergi untuk mengembangkan program-program literasi di daerah. Sehingga sumut sebagai provinsi literasi tidak hanya menjadi slogan. “Gerakan literasi baru bisa menjadi kebudayaan jika semua pihak ikut mengambil peran. Sekecil apapun peran itu, pasti akan membawa manfaat,” pungkasnya. (LS)

You may also like
Menjadi Gubsu, Djarot Sihar Pelayan Rakyat
Menuju Birokrasi Sumut Berparadigma 4.0
Sehari 66 sampai 70 Nyawa Melayang di Jalanan
Kita Mencari Pemimpin Sejati
Jangan Karena SARA, Ketua
Besok, KPU Umumkan Resmi Pasangan Cagub-Cawagub

Leave a Reply