Home > Daerah > Juru Sita Pengadilan Kena OTT Poldasu

Juru Sita Pengadilan Kena OTT Poldasu

Sorotdaerah.com – Tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Polda Sumut menangkap tersangka M Edy Syahputera (44), warga Tegal Rejo Lingkungan VII desa Kuala Bingei, Kecamatan Stabat dalam operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (25/8) lalu. Tersangka melakukan tindak pidana pemerasan dan penipuan oleh seorang pengusaha di Kabupaten Langkat M Nurdin alias Buyung.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting menjelaskan, bahwa modus yang digunakan tersangka dalam kasus ini adalah mengaku sebagai juru sita dari Pengadilan Negeri Stabat. Dengan mengatakan bahwa tanah tempat usaha Buyung akan dieksekusi. Untuk meyakinkan korban, tersangka mengeluarkan selembar kertas untuk ditandatangani oleh korban. Saat itu, korban menolak permintaan tersangka.

Lebih jauh, Rina mengatakan, walau korban menolak, tersangka berusaha meyakinkan Buyung melalui telepon dan mengatakan agar datang ke kantor. “Korban mengatakan saat ini belum mempunyai uang dan berjanji akan atang pada hari Senin tanggal 28 Agustus 2017, namun korban pada hari tersebut tidak datang, tersangka terus berulang-ulang menghubungi korban dengan mengatakan bahwa berkas sudah siap dan saya sudah pegang kalau mau dibantu segera datang kalau tidak akan segera dieksekusi,” jelasnya.

Tersangka meminta uang sebesar Rp 8.000.000 untuk membatalkan eksekusi pengadilan. Namun, korban hanya menyanggupi Rp 7.000.000. Pertemuan antara tersangka dan Buyung dilakukan di sebuah rumah makan di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 20 Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.
“Setelah bertemu korban bertanya kepada tersangka untuk apa uang tersebut digunakan, tersangka mengatakan akan diserahkan kepada Ketua Pengadilan Negeri Stabat sebesar Rp 5.000.000 dan Rp 3.000.000 untuk biaya berkas, namun korban hanya menyanggupi Rp 7.000.000,” terang Rina.

Setelah uang diterima oleh tersangka, Saber Pungli langsung menangkap tersangka dan mengamankan barang bukti satu unit telepon genggam, uang tunai Rp 7.000.000 (pecahan seratus ribu), satu bundel berkas sengketa tanah anatar M Nurdin melawan Sahruddin dan satu bed nama atas nama Khairil Anwar. “Korban menyerahkan uang tersebut kepada tersangka dan pada saat uang telah diterima maka tersangka langsung ditangkap,” pungkas Rina. (JS)

You may also like
KPK OTT Bupati Batubara dan 6 Orang Lainya
OTT Terhadap Pegawai PN Stabat Modusnya Janjikan Bisa Batalkan Eksekusi Lahan
Pegawai Desa Sampali Terjaring OTT 
Saber Pungli OTT Pegawai Dinkes Simalungun
Uji KIR Ilegal, 4 Pegawai Dishub Medan Kena OTT
Saber Pungli Poldasu OTT 2 Pegawai Dishub Medan

Leave a Reply