Home > Budaya > Kapolri Puji Sumut Sebagai Provinsi Berperadaban Tinggi

Kapolri Puji Sumut Sebagai Provinsi Berperadaban Tinggi

Sorotdaerah.com- Kapolri Jenderal Tito Karnavian memuji Provinsi Sumut karena kekayaan budayanya. Kekayaan budaya itu, menurutnya bukti bahwa Sumut berperadaban tinggi. Salah satu bukti adalah kekayaan bahasa.

Di beberapa daerah, percakapan dimulai dengan salam atau greetings. Katanya, tidak semua suku yang ada di Indonesia memiliki salam. “Coba datang ke mana-mana tidak ada. di Papua tidak ada. Yang ada di belakangnya aja, terima kasih, wah…wah…wah…,” puji Tito saat berkunjung ke Lapangan Samura, Kota Kabanjahe, Tanah Karo, Sumatera Utara, Kamis (24/8).

Selain itu, sambung Tito, peradaban tinggi juga dapat dilihat dari saat mengakhiri sebuah kegiatan atau pertemuan, sepasti mengucapkan terima kasih. Ia mengutip “Bujur Melala” dari Karo. “Artinya, masyarakat di sini orang yang bisa berterima kasih kepada orang lain. Saya contohkan sewaktu tugas di Sulawesi Selatan. Jadi di Makassar dan di Suku Bugis itu tidak ada bahasa daerahnya terima kasih, tetap itu juga,” pungkas jenderal bintang empat itu.

Tito tidak mau berlama-lama berbicara panjang lebar. Ia menggubakan kesempatan kunjungan itu dengan memotivasi masyarakat Karo, khususnya pengungsi Sinabung. Ia juga menyempatkan diri bersenda gurau dengan Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpaw. Gurauannya seputar kenangan tatkala bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan beberapa waktu lalu.

Saat itu, Ignasius Jonan terkaget-kaget dengan kemampuan logat Paulus Waterpaw. Paulus yang asli Papua ternyata fasih berbahasa Jawa. “Karena beliau ini lama di Jawa Timur, bahasa jawanya medok sekali sehingga Pak Jonan Kaget. Begitu datang ke Papua, Pak Jonan nanya ke saya. ‘Itu Pak Waterpaw orang Papua atau Jawa?'” kata Tito menirukan pertanyaan Jonan.

“Pak Waterpaw menyapa Pak Jonan. Woi Pak Jonan, pie kabare Toh? Jawanya asli benar. Lama di Papua dengan segala adat istiadat, biasanya diakhiri dengan wah..wah..wah… Tapi di sini saya lihat sudah hafal mejuah-juah, hafal horas, hafal ya’ahow. Macam-macam sekali,” sambung Tito.

Mendengar hal tersebut, Paulus Waterpaw yang duduk di deretan kursi bagian depan tergelak. Pengunjung lapangan Samura, Kabanjahe Karo juga ikut tertawa. (JS)

You may also like
Kadispora Berangkatkan Tim Peparpenas Sumut ke Solo
Miliki Sabu, Syahfrizal Alias Bagor Diciduk Polisi
Besok Pegiat Literasi Buat Rekor MURI
3 Hektar Ladang Ganja Di Kotanopan
Sumut Darurat Narkoba, Polisi Buru Para Bandar
Dukung Sumut Provinsi Literasi, Komunitas Gagas Festival

Leave a Reply