Home > Daerah > Manfaatkan Aplikasi ‘Polisi Kita’ Ungkap Kejahatan

Manfaatkan Aplikasi ‘Polisi Kita’ Ungkap Kejahatan

Ponsel Anda android? Gunakan untuk mengungkap kejahatan. Sekali klik, Anda bisa menjadi pahlawan.

Oleh Dedy Hutajulu

Semenjak Polda Sumut meluncurkan aplikasi Polisi Kita, ratusan tindak kejahatan terungkap. Kriminalitas yang selama ini payah ditangani, sekarang banyak yang dibereskan. Berkat aplikasi polisi berbasis digital, masyarakat ikut berkontribusi menekan tindak kejahatan.

Jumat 3 Maret 2017 misalnya, polisi membekuk pria berinisial ARC (52), warga Kecamatan Sunggal. Dia seorang bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara. Pelaku ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi melalui aplikasi ‘Polisi Kita’. Dari tangan pelaku, polisi menyita 5 gram sabu yang disimpan di bajunya.

“Berdasarkan informasi tersebut, kami langsung menyelidikinya dan berhasil menangkap bandar narkoba,” ujar Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri.

Tak hanya menangkap bandar. Aplikasi Polisi Kita juga mengantarkan polisi kepada pecandu ganja. Sebanyak 6 pria dibekuk karena kepergok mengisap ganja di warung internet di Medan. Mereka ditangkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat lewat aplikasi ‘Polisi Kita.

Keenam pelaku tersebut yakni Sutandoli (23), Susilo (34), Santoso (39), Farizal (29), Afri (28), dan Niko (28). Mereka warga Medan Johor. Dari tangan pelaku, polisi menyita dua bungkus kecil ganja, sebungkus sisa pakai ganja, enam batang rokok, dan dua batang sisa pakai ganja. “Penangkapan ini berkat informasi dari masyarakat melalui aplikasi Polisi Kita,” beber Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna.

Pekan Agustus lalu, polisi juga menerima laporan masyarakat melalui aplikasi Polisi Kita tentang perjudian. Hari itu juga, tim Polsek Medan Kota menggerebek lokasi Jalan Multatuli Lorong V, Lingkungan IV, Keluruhan Jati, Medan Maimoon.

Dari penggerebekan itu, polisi menangkap tiga pemuda masing-masing Edi Wijaya (33) warga Jalan Juanda No.73, Boby Harianto (28) dan Teza Abdullah (22) keduanya warga Jalan Multatuli. Mereka diringkus polisi saat asik bermain judi.

Teranyar, lewat pengaduan yang masuk melalui aplikasi Polisi Kita, polisi pun menciduk pegawai Koperasi di Dinas Kesehatan Simalungun. Tak tanggung Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Polda Sumut menangkap tangan (OTT) Flora Purba (48) dan Sekretaris Dinas Kesehatan Lukman Purba karena tersandung kasus pengangkatan Pegawai Tidak Tetap yang baru direkrut dan calon PNS oleh salah seorang Aparatur Sipil Negara. Punglinya bervariasi kisaran Rp 10 juta sampai Rp 30 juta.

“Iya betul, OTT itu dari laporan masyarakat yang masuk melalui aplikasi Polisi Kita. Untuk identitas pelapor kami rahasiakan. Tujuannya agar pelapor merasa nyaman,” terang Kepala Humas Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Rina Sari Ginting.

Belum Optimal

Dari deretan kasus di muka, terbukti betapa aplikasi Polisi Kita dapat membantu publik dalam melaporkan berbagai tindak kejahatan maupun perilaku melawan hukum di depan mata atau yang dialaminya.

Sayangnya, aplikasi Polisi Kita ini, belum dimanfaatkan masyarakat secara optimal. Tentu sosialisasi yang minim menjadi biangnya. Persoalan inilah yang sedang dipecahkan jajaran Polres dan Polsek di Sumut.

Aplikasi Polisi Kita merupakan sistem pembuatan laporan aduan berbasis digital. Aplikasi ini didesain bagi masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan polisi. Aplikasi ini bisa ditanam pada smartphone Android atau iOS (Apple Phone). Aplikasi ini bertujuan agar publik merasa nyaman dan mudah berinteraksi dengan polisi, dimanapun sedang berada.

Melalui aplikasi ini pula, masyarakat bisa menyampaikan laporan aduan secara online dan real time. Polisi juga merespon setiap laporan warga dengan cepat. Bahkan, melalui aplikasi ini, identitas pengirim laporan aduan dirahasiakan, sehingga memberi kenyamanan dan terjamin keselamatan si pelapor dari serangan balik pihak terlapor.

Dengan satu jentikan jari, laporan itu langsung direspon pihak call center. Saat itu juga polisi dari Polsek terdekat langsung mendatangi lokasi si pengirim aduan. “Aplikasi Polisi Kita ini keren sekali, respon polisi juga cepat. Semoga polisi mempertahankannya dan semua masyarakat mengetahuinya,” harap Ferdi Manik, Manajer Rumah Makan Joko Solo.

Aplikasi ini memiliki beberapa fitur berita dan agenda, pengaduan, saber pungli, call center dan city guide. Ada juga fitur “Respon Cepat”. Fitur tersebut disediakan bagi orang yang butuh pertolongan cepat atau sedang dalam bahaya.

Jika diklik, beberapa detik kemudian, android akan berdering dan itu panggilan masuk dari pihak kepolisian. Mereka akan menanyakan kriminalitas apa yang kita alami dan mereka segera mengirimkan tim ke lokasi memberi bantuan. Itulah contoh bentuk respon cepat polisi.

Di era digital ini, polisi juga berbenah. Mereka berevolusi. Membangun instansi lebih maju dan lebih dekat ke masyarakat. Tak heran, jika kini Polri juga tengah mempersiapkan polisi-polisi abad 21.

“Tahun ini, kami merekrut 200 orang sarjana Brigadir untuk dididik dalam penguasaan Informatika dan Teknologi. Mereka dipersiapkan khusus kelak bekerja secara terampil dan profesional di bidang kejahatan siber,” terang Kepala Lembaga Pendidikan Pelatihan Polri Komjen Moechgiyarto saat ditemui di Semarang.

Moechgiyarto mengaku tantangan kepolisian saat ini dan ke depan, salah satunya penguasaan teknologi dan informasi. Perang informasi sudah begitu kentara. Orang begitu mudah menyebar hoaks, fitnah, ujaran kebencian dan hujatan. Karena itu, Akademi Kepolisian dituntut mampu mendidik dan mencetak polisi-polisi yang cerdas dan melek literasi informasi. Era polisi digital harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan, aplikasi Polisi Kita ini merupakan pengejawantahan perintah Presiden Jokowi. Presiden meminta Polri untuk meningkatkan pelayanan publik. “Ketika masyarakat memerlukan bantuan dan pelayanan, polisi harus cepat dan datang ke TKP cepat. Ini perintah Pak Presiden,” ujar Tito.

Menurut Tito, dengan aplikasi ini masyarakat tidak perlu repot untuk datang ke kantor polisi. Cukup mengeklik layanan aplikasi di sistem Android, polisi datang dengan cepat. “Jadi masyarakat tidak perlu repot-repot lagi ke kantor polisi, 2 sampai 3 jam menunggu, cukup menggunakan handphone,” tutur Kapolri Tito Karnavian saat meluncurkan aplikasi ini di Medan Februari 2017 silam.

Presiden sudah mulai mewujudkan Nawacitanya. Melalui aplikasi Polisi Kita, polisi hadir merespon persoalan warga. Sekarang tantangannya ada di kita. Maukah ikut terlibat mengawasi dan melaporkan tindak kriminalitas di sekitar kita? (*)

You may also like
Kapolrestabes Silaturahmi Bersama 3 Pilar, Ciptakan Pilkada Damai Tanpa Hoaks
Bobby Siregar, Admin MCA Diciduk di Sergei
KPU Sumut Ajak Paslon Gubsu-Cawagubsu Kampanye Anti Hoaks, SARA dan Politik Uang
Kombatan Desak Polda Sumut Tangkap Penyebar Hoax
Pemkab Samosir Launching Aplikasi E-Government
2018, Poldasu Waspadai Terorisme, Radikalisme, Intoleransi & Hoaks

Leave a Reply