Sorotdaerah.com – Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat, anggota DPRD Sumut, Ruben Tarigan, SE melaksanakan reses di Perumahan Anugerah Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir, Deliserdang. Acara reses ini dihadiri oleh ratusan warga Perumahan Taman Anugrah Permai, Perumahan Alzhara, dan Perumahan Gemini Perkasa.

Dalam reses itu, Ruben Tarigan menjelaskan mengenai apa hak dan kewajiban warga. Dimana saat ini banyak program pemerintah yang berpihak kepada rakyat langsung namun masih banyak pula masyarakat yang tidak mampu mengaksesnya seperti Program Indonesia Pintar, Program Jaminan Kesehatan BPJS, Program Bantuan UKM dan Pertanian.

Terkhusus program yang pembiayaannya melalui APBD Sumut seperti Bansos Pembangunan Rumah Ibadah, Bantuan Alat Alat Pertanian, UMKM, Bantuan Untuk Lembaga Pendidikan, dll. “Karena itulah, selaku Anggota DPRD Sumut yang terpilih dari daerah pemilihan Deliserdang, saya akan menjembatani persoalan rakyat tersebut,” ujar Ruben, Senin (14/9).

Anggota DPRD Sumut, Ruben Tarigan, SE melaksanakan reses di Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir, Deliserdang.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu warga, Hidayat mengatakan, bahwa di perumahan tempat dia bermukim, terdapat 468 Kepala Keluarga. Walau berbeda etnis, budaya dan agama, namun mereka hidup rukun dan damai. Akan tetapi saat ini muncul persoalan.

Masyarakat mendengar ada rencana Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang lokasinya dekat dengan pemukiman warga yaitu berjarak 276 meter dari lokasi reses tersebut. Rencana pembangunan TPA sampah itu, menurut warga jelas bertentangan dengan Pasal 28 ayat satu UUD 1945 tentang Negara memberi hak kepada setiap orang untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Selain itu, juga melanggar UU Nomor 18 tahun 2008 serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 03/PRT/M/2013 Pasal 35. “Sebab itu, kami berharap Pak Ruben Tarigan bisa menjadi perpanjangan tangan kami warga untuk menyampaikan keberatan lokasi ini ke Pemerintah Daerah Deli Serdang juga ke Kementerian PU,” ujar Hidayat.

Nur Hulu, Perwakilan warga juga menyampaikan rasa kecemasan masyarakat seandainya TPA ini dibangun di lokasi pemukiman warga. “Bangun pagi kami buka jendela nanti akan langsung menghirup aroma sampah. Bahkan sekarang saja lalat dan kecoa sering masuk ke rumah kami dari lokasi TPA yang lama berjarak satu km. Konon nanti yang baru ini pas di belakang rumah kami,” kata dia.

Nur menerangkan, masyarakat sesungguhnya tidak menolak program pemerintah tentang pembangunan TPA ini. Mereka menolak lokasi pembangunan yang hanya berjarak 200 meter dari lokasi rumah warga. Padahal, menurut dia masih banyak areal kosong di Desa Tadukan Raga, seperti areal di Kecamatan STM Hilir atau tanah PTPN 2 yang dikoreki secara ilegal di Tadukan Raga, itu bisa dimanfaatkan sebagai lokasi TPA. “Kenapa musti dipaksakan di areal pemukiman penduduk ini?” ujar Nur Hulu.

Hendra Gunawan Tarigan, S.Si Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deliserdang juga menyangkan pemerintah berani Melawan UUD 1945 dan UU di atasnya untuk memaksakan penentuan lokasi TPA sampah ini. Dimana lokasi TPA sampah ini juga dekat dengan aliran Sungai Belumai. “Aliran air sungai ini, di badian hilirnya dipompa oleh PDAM Tirtanadi sebagai bahan baku air minum untuk warga Deliserdang,” imbuh aktivis muda Deliserdang itu.

Warga menyampaikan pendapatnya saat acara reses. Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat, anggota DPRD Sumut, Ruben Tarigan, SE melaksanakan reses di Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir, Deliserdang.

Dalam menanggapi aspirasi masyarakat, Ruben Tarigan berjanji akan menyusun keluhan warga menjadi bahan laporan reses di paripurna serta akan membawa persoalan ini di Rapat Dengar Pendapat (RDP), di Komisi DPRD Sumut. Ia juga berharap ketika di sidang Paripurna dan RDP, warga yang mau ikut boleh hadir mendengarkan dan berargumen di rapat tersebut.

“Jadi jangan mau warga diprovokasi dengan pemerintahan desa, pihak Kecamatan dan pemda karena mereka hanya menjalankan tugas. Jangan mau berkelahi dengan mereka, Biarkanlah saya (Ruben Tarigan) yang menjadi perwakilan warga berkelahi dengan pemerintah pusat secara kelembagaan di DPRD Sumut,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.

Ruben mengatkan persoalan ini akan dia bawa ke Kementerian PU dan Kementerian Lingkungan Hidup. Ruben akan meminta dua lembaga kementerian ini untuk meninjau kembali lokasi TPA sampah. “Kita dukung pemerintah untuk berbuat terbaik bagi rakyatnya,” tandas politisi dari PDI Perjuangan itu.

Di akhir acara reses ini, dilakukan penyerahan dokumen penolakan lokasi pembangunan TPA sampah oleh warga kepada Ruben Tarigan, SE dan berfoto Bersama. Acara ini juga dihadiri Ibu Tarigan, Kasi Trantib Kecamatan STM Hilir Mewakili Camat, Hendra Gunawan Tarigan, S.Si Mewakili Pengurus DPC PDI Perjuangan Deliserdang serta Pengurus Relawan Jokowi di Deliserdang. (Red)

Tentang Admin

Redaksi

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan