Home > Daerah > Persaingan Industri Protein Hewani Sudah “Hiperkompetisi”

Persaingan Industri Protein Hewani Sudah “Hiperkompetisi”

Sorotdaerah.com – Tingkat persaingan pasar ternak di Asia kian ketat dalam merebut konsumen. Salah satu kunci keberhasilan memenangkan pasar domestik dan Asia Tenggara adalah mengedepankan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Demikian disampaikan ahli ekonomi peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) Arief Daryanto dalam diskusi bertajuk “Meningkatkan Daya Saing Industri Protein Hewani di Era Hyper – Kompetisi,” di Jakarta, Selasa (18/7). Arief mengungkapkan, kita harus belajar dari negara-negara eksportir seperti Thailand, Brasil, dan Argentina.

Menurut Arief, ada enam hal yang menjadi kunci keberhasilan dalam berkompetisi di sektor peternakan. Pertama, adanya iklim yang sesuai yang membuat biaya pengelolaan kandang menjadi lebih murah. Kedua, biaya tenaga kerja yang rendah. Ketiga, adanya dukungan kuat produksi jagung dan kedelai lokal yang melimpah. Keempat, adanya produksi yang terintegrasi (contract farming) antara perusahaan inti dan peternak plasma (dapat menggunakan skema koperasi). Kelima, adanya perusahaan besar dengan manajemen yang baik, peralatan yang moderen, inovatif dan berbasis pasar (market driven), Keenam, adanya iklim investasi yang kondusif.

Diskusi tersebut merupakan rangkaian kegiatan ILDEX Indonesia Kick off & Gathering 2017 yang didukung oleh VNU Exhibitions bekerjasama dengan PT Permata Kreasi Media.

Nino Gruettke, Managing Director VNU Exhibitions Asia Pacific Co., Ltd., mengatakan, negara-negara di Asia memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat di antaranya adalah Filipina, Singapura, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. “Indonesia berada nomor 1 yang mengalami pertumbuhan ekonomi paling pesat. Itulah sebabnya kami menyelenggarakan edisi ketiga ILDEX Indonesia 2017,” katanya.

Pameran ILDEX Indonesia akan berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) di Hall D1 & D2, Jakarta, Indonesia tanggal 18-20 Oktober 2017. Pameran ini menghadirkan 250 perusahaan terkemuka dari 27 negara di seluruh dunia. Dua diantara perusahan terkemuka tanah air turut serta yaitu Charoen Pokphand Indonesia dan Japfa Comfeed Indonesia. Adapun perusahaan pendatang baru yang bakal hadir adalah Cheil Jedang Corporation (Korsel), Ecat (Prancis), Elanco (AS), EPIS: Asosiasi Swine (Korsel), Emtech (Inggris), Nabel (Jepang), King Techina (Tiongkok), dll.

Acara ini menampilkan tiga zona industri yang meliputi: Pakan dan Kesehatan Hewan; Penggilingan Pakan dan Pelaran Pertanian; dan Genetik, Pembibitan (breeding), dan Pemrosesan (Processing). (RP).

You may also like
Peternak Rakyat Kian Terpuruk

Leave a Reply