Home > Daerah > Poldasu Ungkap 38 Kg Sabu, 14 Tersangka, 2 Polisi Terlibat

Poldasu Ungkap 38 Kg Sabu, 14 Tersangka, 2 Polisi Terlibat

Sorotdaerah.com- Direktorat Polda Sumut mengungkap peredaran gelap 38 kg sabu-sabu. Menangkap 14 tersangka anggota sindikat jaringan narkoba Malaysia. Sialnya, dua oknum polisi terlibat. Pengungkapan berlangsung sejak 25 November hingga 5 Desember di beberapa tempat.

Berawal dari adanya informasi tentang jaringan sindikat Internasional yang akan mengedarkan narkotika Golongan I jenis sabu-sabu di Sumut, Ditresnarkoba kemudian menyelidiki informasi tersebut secara intensif.

Ada tiga informasi yang didalami. Penyelidikan memakan waktu selama tiga minggu dipimpin langsung Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Hendri Marpaung dan wakilnya, dan AKBP Robert Da Costa.

Akhirnya penyelidikan membuahkan hasil. Ditresnarkoba kemudian menangkap sejumlah anggota jaringan narkotika di beberapa tempat. Penangkapan pertama dilakukan Sabtu (25/12) yang dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut AKBP Hilman Wijaya didampingi Kanit 2 Subdit II Kompol Hady Siagian. Tim menangkap seorang pelaku tindak pidana narkoba bernama Mudawali (31), warga Jalan Marindal I Gang Madrasah Desa Marindal I Kecamatan Patumbak Medan

Mudawali ditangkap di jalan lintas Medan- Banda Aceh Desa Batu Lenggang Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, Sumut tepatnya di depan warung internet (warnet). Dari tersangka polisi menyita barang bukti berupa enam bungkus plastik hijau bertuliskan Guan Yin Wang. Plastik itu diduga berisi sabu-sabu dengan berat masing-masing seberat satu kg dengan total keseluruhan enam kg.

Kemudian, dari hasil interogasi terhadap tersangka Mudawali, polisi mendapatkan sejumlah informasi. Ditresnarkoba mengengembangkan penyelidikan terhadap informasi tentang adanya tempat penyimpanan sabu dari jaringan mereka yang berada di Medan.

Selanjutnya, penangkapan kedua dilakukan pada Selasa (28/12) pagi. Penangkapan ini menindaklanjuti penyelidikan terhadap gudang sabu dari jaringan sindikat Internasional.

Pengungkapan dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut AKBP Hilman Wijaya didampingi Kanit 4 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut Kompol Dr B Marpaung. Hilman, dkk berhasil menciduk Paujari (45) dari kediamannya di Jalan Pasar I LK VII Kecamatan Medan Marelan Medan

Dari rumah tersangka Paujari, polisi menyita bukti berupa enam kotak yang dibungkus koran dengan merk Qin Shan masing-masing seberat satu kg dengan total keseluruhan enam kg.

Selanjutnya polisi mengembangkan penyelidikan ke Desa Sampali. Sewaktu pengembangan, tersangka Paujari mencoba melarikan diri sehingga dilumpuhkan dengan cara kaki kanan ya ditembak. Sehingga tersangka Paujari tersungkur lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diobati. Selanjutnya ia dijebloskan ke ruang tahanan Ditresnarkoba Polda Sumut.

Dari hasil interogasi terhadap Mudawali dan Paujari, Ditresnarkoba mendalami informasi tentang adanya pengiriman sabu-sabu dari Tanjung Balai menuju Medan. Pada Minggu (3/12) diperoleh informasi, jaringan sindikat tersebut akan menjemput narkoba di Jalan Turi Medan.

Sekira pukul 11.00 WIB, Kombes Hendri Marpaung dan wakilnya AKBP Robert Da Costa, beserta Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut AKBP Hilman Wijaya dan Kompol Hady Siagian Kanit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut memimpin langsung pengungkapan ini. Tim membuntuti pelaku yang menjemput sabu di Jalan Turi Medan dengan pengendarai mobil.

Berusaha kabur, polisi terus mengejar tersangka sampai ke Jalan Gaperta Ujung Helvetia Medan. Selanjutnya dua oramg pelaku berhasil ditangkap. Kemudian setelah digeledah, dari tersangka ditemukan satu tas berisi 15 bungkusan sabu yang dikemas dengan bungkus teh kuning bertuliskan Guan Yin Wang. Berat masing-masing bungkusan satu kg. Total keseluruhan 15 kg.

Dua tersangka yang ditangkap yakni Conary Pernando Sitorus (46), wiraswasta, warga Jalan Sunggal No. 75 Kecamatan Medan Sunggal Medan dan Gema Sitorus (56), sopir, warga Desa Suka Maju Indah Kecamatan Sunggal.

Selanjutnya dari hasil interogasi, kedua pelaku mengaki sabu-sabu tersebut berasal dari Koro. Atas informasi itu, Ditresnarkoba mengejar pelaku yang menyerahkan barang tersebut. Akhirnya pelaku yang menyerahkan narkoba tersebut berhasil ditangkap, setelah pelaku menabrak mobil Kijang Krista hitam yang dikemudikannya ke mobil yang digunakan oleh Tim Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut untuk menghentikan pelaku di depan lapangan bola menuju ke arah Namorambe.

Belakangan terungkap, pelaku bernama Mhd Diani Sitorus (40) alias Dani alias Koro, seoran swasta warga Teluk Nibung Desa Perjuangan Kecamatan Teluk Nibung Kodya Tanjung Balai.

Selain menangkap Koro polisi juga mengamankan tiga rekannya yakni Riawan (34) alias Athong warga Jalan Ringroad /Jalan Gagak Hitam No. 9 A Kecamatan Sunggal, Basar Siregar (44) oknum polisi berpangkat AKP warga Jalan Duria Komp. Royal Duria No. 2 A Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan dan MHD Yogi Maulana Sitompul (22), juga anggota Polri berpangkat Bripda, warga Jalan Kampung Jawa Gang Ule Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan Batu.

Setelah mengamankan seluruh pelaku, selanjut Tim unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut mengembangan terhadap orang-orang yang memesan sabu tersebut kepada pelaku. Dari hasil pengembangan tersebut ditangkap dua orang kurir yang mengambil pesanan masing-masing bernama Arif Ari Body (28), warga Tanjung Baru Pasar IX Jalan Bakaran Batu Dusun II Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Ia memesan 2 kg sabu. Kemudian Jonny (45), warga Jalan Titi Papan Simp. Dobi Gang Nuri Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli. Kurir ini memesan 3 kg sabu.

Setelah dilakukan interogasi diketahui sabu 3 kg itu telah dibawa pergi ke daerah Helvetia Medan. Kemudian dilakukan pengembangan dengan membawa tersangka Koro yang mengetahui lokasi 3 kg sabu tersebut disembunyikan. Tetapi saat turun dari mobil tersangka Koro berupaya melawan polisi. Ia mencoba merebut senjata polisi, sehingga ditindak tegas polisi.

Penangkapan Keempat

Dari hasil interogasi terhadap pelaku yang sudah tertangkap diketahui dari jaringan mereka ada sabu yang terjual ke Tanjung Pura. Sehingga polisi menyelidikinya Senin (4/12). Penyelidikan dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut Hilman Wijaya didampingi Kanit 1 Subdit II Kompol Siti Rohani Tampubolon. Penyelidikan dilakukan sampai ke Jalan Titi Baru Desa Teluk bakung Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

Pada pukul 11.00 WIB, diketahui ada tiga orang yang diduga membawa sabu langsunh ditangkap Subdit III. Ketiganya yakni M Aman Sapuan (22) mahasiswa warga Desa Pekuburan Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Ahmad Zulvi (40), wiraswasta, penduduk Desa Pekuburan Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat dan Alfa Chandra (35), wiraswasta warga Desa Pekuburan Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat

Dari ketiganya, Subdit II menyita barang bukti berupa sebungkus sabu yang dikemas dalam bungkus teh bertuliskan Guan Yin Wan. Beratnya sekilogram. Saat akan dilakukan pengembangan, tersangka M Aman Sapuan berupaya melarikan diri sehingga dilumpuhkan dengan menembak kakinya.

Penangkapan Kelima

Dari hasil interogasi terhadap pelaku dilakukan pengembangan pada hari Selasa (5/12) sekira pukul 23.00 WIB. Pengungkapan dipimpin Kombes Hendri Marpaung. Tim menangkap anggota sindikat narkotika di Jalan Putri Hijau Medan, tepatnya di depan Merdeka Walk. Seorang tersangka yang ditangkap bernama Suryono (44), Karyawan Swasta warga Jalan Perjuangan Gang Tunggal No. 19 Kecamatan Medan Perjuangan.

Dari tangannya, disita barang bukti berupa sekarung sabu. Isinya 10 bungkus dengan berat masing-masing seberat satu kg. Totalnya 10 kg. Selain itu, polisi juga menyita satu unit mobil Avanza hitam berpelat BK 1674-KD. Namun saat akan dikembangkan, tersangka Suryono berupaya melarikan diri sehingga kakinya ditembak polisi.

Dari lima kali pengungkapan ini, Ditresnarkoba Poldasu telah menyita 38 kg sabu-sabu, menangkap 14 orang tersangka dengan rincian 3 orang pelaku ditembak di kaki, seorang pelaku tewas karena ditindak tegas, dan dua tersangka merupakan oknum Polri.

Keseluruhan tersangka tersebut merupakan jaringan sindikat internasional yang dikendalikan oleh bandar dari Malaysia bernama Polytron. Selanjutnya masih akan dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terhadap pengendali jaringan internasional ini yang berada di Malaysia.

Ganjaran

Terhadap para pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya yakni pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati, pidana seumur hidup dan pidana denda paling sedikit Rp satu miliar dan paling banyak sepuluh miliar rupiah.

You may also like
Edarkan Sabu, Sopir Ini Ditangkap
Perempuan Ini Selipkan Sabu Di Dalam Bra
Pengedar Sabu dan Ganja Diciduk
Polisi Grebek Rumah Kosong, Seorang Pria Pemakai Narkoba Diringkus
Menyamar Sebagai Pembeli, Polisi Ringkus Dua Penjual Sabu
Nunggu Pembeli, Pengedar Sabu Ditangkap

Leave a Reply