Home > Daerah > Poldasu Ungkap Perdagangan Burung yang Dilindungi

Poldasu Ungkap Perdagangan Burung yang Dilindungi

Sorotdaerah.com – Polisi menggagalkan peredaran satwa langka dilindungi berupa berbagai jenis burung. Burung-burung langka ini disita dari sebuah rumah yang merangkap sebagai penangkaran di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan.

Dalam operasi itu, polisi mengamankan pekerja bernama Aulia beserta 16 burung langka yang berasal dari Papua, Maluku dan satu burung endemik Sumatera.

Burung yang disita itu antara lain lima ekor kakatua raja, lima ekor kesturi raja, seekor kakatua rangkong, seekor kakatua Maluku, seekor lakatua jambul kuning dan tiga ekor anak kasuari.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana mengatakan pemilik rumah yang merangkap penangkaran berinisial R tergabung dalam jaringan penjual hewan langka. R masih buron dan sudah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Saat ini kita (kepolisian) masih menelusuri adanya keterlibatan pihak lain. Kami juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku R,” ujar Rony di Mapolda Sumut, Selasa (26/2) siang.

Menurut Rony,¬†Sumatera Utara merupakan tujuan atau transit hewan langka untuk dikirim ke luar negeri. Inilah menjadi faktor banyaknya transaksi penjualan hewan dilindungi lewat Sumut. “Transit hewan langka untuk dikirim ke negara lain,” kata Rony.

Sedangkan untuk teknik penjualan satwa langka ini, pelaku selalu memasarkan melalui rekan dan media sosial. “Dari 16 satwa langka yang diamankan ini, pengakuan pelaku bahwa burung-burung tersebut dipasarkan dengan total harga Rp 500 juta.

Dalam perkara ini, polisi mempersangkakan pelaku dengan pasal 21 ayat (2) huruf a dan sesuai dengan pasal 40 ayat (2) Undang-undang Negara Republik Indonesia nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

“Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai dan membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara mengangkut dan perniagaan satwa yang dilindungi diancam pidana penjara 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta,” pungkas Rony.

Hotmauli Sianturi dari BKSDA Sumut memuji kinerja Ditreskrimsus Polda Sumut. Polda Sumut dinilai bekerja keras dalam membongkar sindikat penjualan satwa langka. “Kalau ada menemukan indikasi penjualan satwa langka, cepat-cepat laporkan ke Polda atau BKSDA . Ini satu burung endemik Sumut. Sisanya didatangkan dari luar Sumut. Ini bagian dari jaringan sindikat,” terang Hotmauli. (Red)

You may also like
Perampokan Berujung Pembunuhan Janda
Raibnya Uang Tabungan, Nek Asni Akan Minta Keadilan ke Poldasu dan DPRDSU 
Sorotdaerah.com Kembali Sampaikan Permintaan Maaf ke Kapoldasu
Poldasu Dan Sorotdaerah Bermediasi
Kasus Helikopter Kini Ditangani Baharkam Polri
Helikopter Dipakai Pengantin, Poldasu Akui Ada Pelanggaran Prosedur

Leave a Reply