Home > Daerah > Polisi Air Tangkap 2 Kapal Ilegal Bawa Pakaian Bekas

Polisi Air Tangkap 2 Kapal Ilegal Bawa Pakaian Bekas

Sorotdaerah.com- Patroli Ditpolair Poldasu menangkap dua unit kapal pengangkut pakaian bekas (balpres). Selain menangkap dua kapal, polisi air juga mengamankan enam orang awak kapal.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra. Rina Sari Ginting, Sabtu (18/11) mengatakan, kedua kapal tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah. Kapal asal Malaysia itu mengangkut pakaian bekas dengan tujuan Tanjung Balai, Asahan.

Rina menerangkan, penangkapan berawal pada 7 November 2017, sekira pukul 06.00 WIB di perairan Asahan Sumut pada titik koordinat 02 57 480 LU – 099 57 526 BT atau sekitar perairan Tanjung Jumpul dan perairan Sei Sembilang, Asahan.

Pada saat personel Ditpolair Poldasu berpatroli di perairan lalu melihat ada dua unit kapal pengangkut yang berlayar. Merasa curiga, polisi air mengejarnya.
Setelah dihentikan, kapal pun digeledah. Para awak kapan tidak dapat memperlihatkan dokumen yang sah sehingga petugas menahan keenam tersangka beserta dua unit kapal.

Kapal yang ditahan yakni KM Rizki Nelayan GT 18 NO.268/PPB bermesin Mitsubitsi 6 silinder. Kapal ini bermuatan 100 Balpres (pakaian bekas). Kapal tersebut diawaki tiga orang diantaranya Ainul Kamal (39) Nakhoda, warga Desa Keramat Kubah, Kec. Sei Tualang Raso, Tanjung Balai. Sedangkan Anak buah kapal antara lain Alfian Siregar (42 warga Desa Keramat Kubah, Kec. Sei Tualang Raso, Tanjung Balai dan Abang Panjaitan (39), warga Desa Keramat Kubah, Kec. Sei Tualang Raso, Tanjung Balai.

Kapal kedua yakni KM. Rizki GT 6 NO. 2001/PHB/S7 bermesin 4 silinder bermuatan 40 Balpres (pakaian bekas). Kapal ini diawaki tiga orang diantaranya Nanda Syahputra (21) sebgaia nakhoda, warga Desa Keramat Kubah, Kec. Sei Tualang Raso Tanjung Balai sedangkan anak buahnya yakni Tahan Siregar (40), warga Desa Keramat Kubah, Kec Sei Tualang Raso, Tanjung Balai dan Syahril (29), warga Desa Keramat Kubah, Kec. Sei Tualang Raso Tanjung Balai.

“Para tersangka akan dikenakan pasal 102 UU N0. 17 Tahun 2006 tentang perubahan UU No. 10 tahun 1995 tentang kepabeanan,” pungkas Rina. (LS)

You may also like
Nasib Nelayan Kini Semakin Diperhatikan
Kronologi Pembunuhan Dua IRT Di Asahan
Ini Motip Pembunuhan 2 IRT Di Asahan
TRAFFICKING, 39 Orang Mau Diselundupkan ke Malaysia
Anak bawah Umur Diperkosa Oleh Orang Yang Tidak Diketahui
Eksekutor Pembunuh Anak Korban di Mabar Dibekuk di Asahan

Leave a Reply