Home > Daerah > Rencana Pecat 2000 Tenaga Honor, Richard: Pemkab Simalungun Lari dari Masalah

Rencana Pecat 2000 Tenaga Honor, Richard: Pemkab Simalungun Lari dari Masalah

Sorotdaerah.com – Rencana pemecatan sekitar 2000-an tenaga honor Pemkab Simalungun membuat Richard Pandapotan Sidabutar anggota DPRDSU angkat bicara. Dengan kebijakan pemecatan, Richard menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun lari dari masalah.

“Rencana Pemkab Simalungun akan berhentikan lebih kurang 2000 tenaga honor di lingkungan sekretariat daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan menimbulkan masalah baru. Kebijakan ini kesanya lari dari masalah yang sesungguhnya,” tegas Richard ketika di hubungi lewat WhatsApp, Kamis (15/11).

Menurutnya, Pemkab Simalungun harusnya dapat melakukan rasionalisasi anggaran. Hal ini dapat dilakukan dengan memangkas kegiatan kegiatan yang sifatnya seremonial dan kegiatan yang bisa tidak dilaksanakan.

“Dalam ketidakmampuan kondisi keuangan daerah, upaya rasionalisasi hal yang mungkin dilakukan. Namun harus memperhatikan apa apa saja yang dapat dirasionalisasi. Jangan sampai pemangkasan anggaran itu berkaitan langsung dengan masyarakat, misalnya honor/insentif gaji yang dipotong,” jelasnya.

Menurut Richard, pemecatan tenaga honor hanya akan menimbulkan masalah baru. Ia mengingatkan agar Pemkab Simalungun berhati hati, bertahap, dan tidak terburu buru. Dengan demikian pejabat OPD memiliki waktu melakukan evaluasi sesuai dengan kebutuhan institusi.

“Kebijakan pemberhentian secara massif ini patut dipertanyakan, lebih pada ketidakmampuan kondisi keuangan daerah atau tata kelola keuangan? Namun demikian, apapun yang menjadi keputusan Pemkab, sebaiknya mengedepankan dan menghargai jasa dan dharma bakti seseorang. Mudah mudahan ada jalan keluar yang tidak merugikan honor,” bebernya.

Ganda Armando Silalahi koordinator Forum Honor Simalungun Berjuang (FHSB) menyesalkan rencana pemecatan tenaga honor di Pemkab Simalungun. Kebijakan ini menurutnya menambah catatan buruk kebijakan Pemkab Simalungun.

“Tenga honor dipecat bukan solusi bijak. Mestinya Pemkab Simalungun bijak menyikapi persoalan ini. Kami sudah di rekrut dan anggaran sudah digelontorkan, kenapa ditengah jalan malah dipersoalkan,” kesal Ganda.

Masih menurut Ganda, Pemkab Simalungun harus bertanggung jawab atas persoalan ini. “Tidak ada pemecatan dan pemotongan gaji,” pungkasnya. (Red)

You may also like
Tak Kunjung Digubris, Aliansi PTT Simalungun Kembali Tuntut Hak
Tak Digubris, PTT Simalungun Nginap di DPRD
700-an Guru Honorer Dipecat, Citra Simalungun Buruk
Terkait Pungli PTT dan Guru Honorer, Ombudsman Turun ke Simalungun

Leave a Reply