Home > Anak > Simalungun Marak Perdagangan Anak Modus Bantu Persalinan Bayi Dihargai Rp 7-15 Juta

Simalungun Marak Perdagangan Anak Modus Bantu Persalinan Bayi Dihargai Rp 7-15 Juta

Sorotdaerah.com – Melalui Polsekta Tanah Jawa, Polres membongkar kasus perdagangan gelap bayi dan anak-anak yang marak di Simalungun. Perdagangan anak-anak tersebut ternyata sudah berlangsung sejak 2010 hingga 24 Juli 2017.

“Perdagangan anak itu dilakukan secara berantai melibatkan banyak orang. Kasus itu berawal dari bantuan persalinan terhadap orangtua anak yang kemudian diperdagangkan,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Polisi Rina Sari Ginting, Senin (7/8).

Lebih jauh Rina menerangkan, kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan aduan dari warga. Yakni LP/134/VII
/2017/SU/Simal/Sek T.Jawa, tertanggal 31 Juli 2017. Pelapor tak lain, Ralus Siahaan. Ralus melaporkan, adanya perdagangan anak dengan modus adopsi secara ilegal di Simalungun.

Rina Ginting menerangkan, kasus itu berawal dari Huta Aek Liman Nagori Buntu Bayu Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun pada 2010. Dan teranyar, perdagangan bayi masih terjadi pada Senin (24/7) sekira pukul 22.00 WIB, di Huta VIII Desa Huta Padang Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan.

Menurut penjelasan Rina Ginting, tersangka Lentina Panjaitan alias Bunga telah tiga kali melahirkan anak. Persalinan saat anak pertamanya dibantu tersangka Hot Mariana Boru Manurung pada 2013 dan anaknya diberikan kepada tersangka Muda Ijin Sidabutar yang diberi nama Togi Parulian Sidabutar.

Anak kedua lahir pada 2016. Persalinannya juga dibantu tersangka Hot Mariana Boru Manurung. Anak itu dijual kepada marga Sinaga dan diboyong ke Batam. Sedangkan anak ketiganya lahir pada Minggu (23/7/2017) malam, di praktek Bidan E Boru Simanjuntak. Persalinannya dibantu bidan Ernani Boru Simanjuntak dan bidan Eni Putri Ayu Sinurat. Anak ketiganya dijual kepada pasutri Periyadi dan Rosdiana dengan harga Rp 15 juta.

Selanjutnya, tersangka Eni Putri Ayu Sinurat membantu persalinan anak ketiga tersangka Lentina Panjaitan alias Bunga pada Minggu (23/7/2017). Tersangka Eni juga membantu menjual bayi perempuan yang baru dilahirkan Bunga kepada Periyadi dan Rosdiana dengan harga Rp 15.000.000, pada Senin (24/7/2017) di Huta VIII Desa Huta Padang Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan.

Selain itu, tersangka Ernani Nofrida Boru Simanjuntak membantu persalinan anak ketiga Bunga pada Minggu (23/7/2017) sekira pukul 21.30 WIB. Ia juga turut membantu menjual bayi perempuan yang baru dilahirkan tersebut kepada Periyadi dan Rosdiana dengan harga Rp 15 juta pada Senin (24/7/2017), di Huta VIII Desa Huta Padang Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan.

Selanjutnya, Hot Mariana Boru Manurung, berprofesi sebagai dukun beranak mengaku sebagai bidan. Ia membantu persalinan beberapa orang pelayan kafe Aek Liman dan ibu hamil sejak 2010. Para ibu hamil yang pernah dibantunya melahirkan masing-masing bernama Lentina Panjaitan alias Bunga Putri, Kunung, Boru Manik dan Jur Boru Nasution serta Nurselma Boru Rumapea.

“Kesemua anak dari pelayan kafe yang dibantunya melahirkan diberikan kepada orang lain,” terang Rina.

Sedangkan tersangka Rosdiana, membeli bayi perempuan yang dilahirkan tersangka Lentina Panjaitan dengan harga Rp 15 juta pada Senin (24/7/2017) sekira pukul 22.00WIB, di Huta VIII Desa Huta Padang Kecamatan BandarPasir Mandoge Kabupaten Asahan.

Tersangka Periyadi berperan membeli bayi perempuan yang dilahirkan tersangka Lentina Panjaitan dengan harga Rp 15 juta pada Senin (24/7/2017) di Huta VIII Desa Huta Padang Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan.

Tersangka Nurselma Boru Rumapea alias Rumpetmelahirkan pada 10 Juli 2010. Persalinannya dibantudukun beranak Hot Mariana Boru Manurung. Anak yang dilahirkannya diberikan kepada tersangka Toti Holong Sinaga dan istrinya Molina Br Simanjuntak alias Mak Valen untuk dirawat karena tidak sanggup membiayai persalinannya.

Tersangka Toti Holong Sinaga mengasuh anak yang dilahirkan  tersangka Nurselma Br Rumapea sejak 12 Juli 2010 dan anak tersebut diberinama Valentina Sinaga. Tersangka Molina Boru Simanjuntak alias Mak Valen berperan mengasuh anak yang dilahirkan tersangka Nurselma Br Rumapea sejak 12 Juli 2010, anak tersebut diberi nama Valentina Sinaga.

“Tersangka Trisno Rawadi Napitupulu alias Pak Kipen, berperan membeli dan mengasuh seorang anak bayi laki-laki dari tersangka Hot Mariana Br Manurung pada 14Februari 2014  dengan harga pembelian Rp 7.000.000,” kata Rina.

Tersangka Lamria Tamba, selaku pembeli dan pengasuh seorang anak bayi laki-laki dari tersangka Hot Mariana Br Manurung pada 14 Februari 2014  dengan harga Rp 7.000.000.

Terakhir, tersangka Muda Ijin Sidabutar alias Pendek, berperan mengasuh dan membesarkan anak pertama tersangka Lentina Panjaitan alias Bunga sejak melahirkan anak pertamanya pada 2013 lalu.

“Terhadap para tersangka sedang dilakukan proses penyidikan dan telah ditahan di RTP Polsek Tanah Jawa,” pungkas Rina menambahkan, polisi menyita barang buktisatu lembar surat pernyataan untuk adopsi anak, tanggal 24 Juli 2017 ditandatangani Periyadi dan Lentina Panjaitan. (JS)

You may also like
2017, Pungli-Suap Marak
Modus Mau Beli Sarapan, Pria Ini Gelapkan Sepeda Motor Pemilik Warung
Lagi-Lagi Mie Berformalin Diamankan Sebanyak 1,5 Ton di Siantar-Simalungun
IWO Serukan Copot Kabag Humas Pemko Pematangsiantar
Kurang Hati-hati, Tiga Bus Tabrakan Beruntun
Puluhan Tahun Terabaikan, Akhirnya Akses Jalan Ke Desa Huta Panahatan Dibangun

Leave a Reply