Home > Daerah > TKI Asal Siantar Dituntut Hukuman Mati di Malaysia

TKI Asal Siantar Dituntut Hukuman Mati di Malaysia

Sorotdaerah.com – Dituduh membunuh majikannya, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Siantar, Sumatera Utara, Jonathan Sihotang (31), terancam hukuman mati di Penang, Malaysia, Kamis (10/1).

Ia dituduh membunuh majikannya, Sia Seok Nee (44) warga Kilang Toto Food Trading Kampung Selamat, Tasek Gelugor.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Siantar yang menjadi kuasa hukum Jonathan Sihotang menyebutkan, kasus yang menjerat pria warga Jalan Damar Laut, Siantar, itu bermula dari kecewa dan sakit hati terhadap majikan.

Awalnya, Jonathan bersama istrinya, Asnawati Sijabat (34), berangkat ke Penang, Malaysia niat untuk merubah ekonomi mereka.

Jonathan yang memiliki dua anak tersebut akhirnya bekerja di pabrik pengawetan daging olahan.

Selama bekerja Jonathan merasa tertekan di pabrik tersebut. Dia sering dicaci maki dan dimarahi majikannya tanpa alasan yang jelas.

Kuasa hukum dari LBH Siantar, Parluhutan Banjarnahor menjelaskan, pada 19 Desember 2018, Jonathan meminta gaji kepada majikannya, tetapi tetap saja majikannya memberikan gaji yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Dia melakukan protes kepada majikannya.

“Majikannya tidak peduli, malah melempar sejumlah uang kepada Jonathan. Dia tersinggung dan emosi yang kemudian membunuh majikannya,” ungkap Parluhutan.

Akibat peristiwa tersebut, Jonathan telah ditangkap polisi Malaysia dan ditahan di Penang.

“Kami selaku kuasa hukum sudah melayangkan surat kepada Kedubes RI di Malaysia pada 27 Desember 2018 lalu guna memberikan perlindungan hukum kepada Jonathan,” ungkap Parluhutan.

Parluhutan menambahkan, pasca penahanan Jonathan, keluarganya, terutama istri dan orangtua Jonathan di Pematangsiantar sangat tertekan dan takut dengan peristiwa tersebut.

Ditambahkan, Jonathan sudah menjalani sidang perdana di Mahkamah Majistret pada 31 Desember 2018. Agenda sidang, jaksa penuntut membacakan dakwaan di hadapan hakim dan persidangan akan dilanjutkan pada 1 Februari 2019.

Selain membunuh majikan perempuannya, Jonathan juga didakwa mencederai dua anak laki-laki di Tasek Gelugor, Malaysia.

“Dugaan pembunuhan tersebut terjadi pada 19 Desember 2018. Dalam persidangan, Jonathan dituntut hukuman mati. Jonathan saat ini ditahan di Penjara Pulau Pinang, Georgetown,” ungkap Parluhutan.

“Saya minta tolong dengan sangat, tolong bantu suami saya agar bagaimana suami saya bisa diringankan hukumannya,” kata Asnawati.

Disamping itu Asnawati masih meletakkan harapapannya kepada pemerintah agar dapat meringankan hukuman Jonatan agar Ia bisa berkumpul kembali dengan suaminya.(DS)

You may also like
Pedagang Menjamur di Trotoar, Pemko Berjanji Akan Tertibkan
KPU Lantik Anggota PPK Pasca Putusan MK
Natal ENTULASE: Natal Sebagai Perekat
Mobil Listrik Buatan Anak Bangsa Tiba di Siantar
Pemko Siantar Launcing Penyaluran BPNT Melalui Bank BRI
Pemko Siantar Diskusi Tangkal Berita Hoaks

Leave a Reply