Home > Kesehatan > Lagi-Lagi Mie Berformalin Diamankan Sebanyak 1,5 Ton di Siantar-Simalungun

Lagi-Lagi Mie Berformalin Diamankan Sebanyak 1,5 Ton di Siantar-Simalungun

Sorotdaerah.com – Atas kerjasama Dinas kesehatan (Dinkes), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) RI dan Polisi Daerah Sumatera Utara, sebanyak 1,5 ton mie berformalin diamankan di wilayah Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Kamis (7/9).

Kepala Badan POM Sumatera Utara, Yulius Sacramento Tarigan, mengatakan pihaknya dalam kesempatan ini konsisten melakukan pemerantasan terhadap makanan yang mengandung bahan berbahaya. “Supaya tidak ada lagi modusnya untuk mengulangi kejahatan berkelanjutan, maka bukan hanya produknya kita amankan, tetapi alat produksinya juga,” tegasnya saat konferensi press di Wisma Gandaula Jalan Melancthon Siregar pematangsiantar.

Yulius memastikan kejadian ini akan diproses secara hukum. Hal ini dilakukan, supaya benar-benar ada atensi yang besar dari semua pihak. Lokasi kejadian ada di tiga lokasi penindakan kemarin. Satu tempat kejadian di wilayah Kabupaten Simalungun dan dua di kota Pematangsiantar.

Dari operasi ini diamankan barang bukti formalin, borax, produk jadi mie dan mesi alat produksi mie. “Barang yang disita itu ada 1,5 ton dan nilainya jika dirupiahkan 320 juta lebih. Tetapi jika dilihat dari resikonya kerugianya pasti lebih besar dari itu,” beber Yulius.

Operasi ini adalah bentuk komitmen untuk pemberantasan produk yang memang disengaja ditambahkan kepada makanan yang akan dijual. Menurut Yulius, unsur dengan sengaja sudah pasti bisa terbukti. Unsur bukti material sudah ada. “Sehingga kita akan melakukan penindakan secara pro justitia,” tandasnya

Masih ditemukanya mie berformalin disinyalir dikarenakan permintaan semakin tinggi. Tentu ini mengundang animo pelaku terus berbuat. Salah satu strategi yang dilakukan adalah melakukan konfirmasi kepada publik. Publik harus mengetahui berbahaya mengkonsumsi makakan yang mengandung formalin. Publik itu benar-benar peduli dan waspada. Publik yang sudah peduli dan waspada dengan demikian permintaan akan menurun.

“Perang melawan hal ini masih terus dilakukan karena di daerah ini masih massif dan aka ada satuan tugas khusus dibentuk,” katanya.

Badan POM mengimbau diharapakan kepada masyarakat untuk sama-sama peduli dengan permasalahan ini. “Kalau seandainya masyarakat mengkonsumsi ataupun mengetahui atau mencurigakan dilaporkan saja. Paling tidak ke Dinas kesehatan di Siantar atau Simalungun. Nanti kami secara tim akan melakukan tindak lanjut. Sepertinya ketika kita tindak, pelaku pindah ke tempat lain atau muncul dengan modus yang lain. Sehingga harus sama-sama kita semua,” pungkasnya.

Sebagai informasi, ciri sederhana mie yang berformalin mempunyai bau yang agak menyengat, kemudian mie memisah. Kalau mie yang normal dan tidak berformalin biasanya akan lengket. Ciri lainya mie sangat kenyal dan mie bertahan lama atau lebih dari satu hari. Mie yang tanpa formalin atau bahan pengawet lainya biasnya hanya bertahan satu hari. (JO)

You may also like
Dari 273 Koperasi di Siantar Hanya 38 Miliki NIK
IWO Serukan Copot Kabag Humas Pemko Pematangsiantar
Walikota Jawab Keluhan Publik Siantar Lewat Aplikasi ‘SiantarSmartCity’
Kurang Hati-hati, Tiga Bus Tabrakan Beruntun
IPAKSI Minta Hefriyansah Berikan Solusi Soal Pedagang Kaki Lima
Puluhan Tahun Terabaikan, Akhirnya Akses Jalan Ke Desa Huta Panahatan Dibangun

Leave a Reply