Home > Budaya > Antara HERMES, GUCCI dan Sangge Sangge

Antara HERMES, GUCCI dan Sangge Sangge

Oleh Martogi Siahaan

DISKUSI dunia maya berkait kisah batalnya pernikahan akibat percakapan WhatsApp setelah pertunangan (martuppol) masih terus berlanjut.

Banyak sisi yang jadi pembahasan, etis tidaknya membawa masalah ini ke ruang publik, adat pemutusan hubungan, adat dan etika sebagai orang batak dan lain-lain. Sejauh ini diskusi yang paling menjadi viral tentu adalah berkait perhiasan emas yang dipakai calon menantu wanita. Kenapa? Karena mungkin sekali karena istilah yang dipakai “sangge-sangge” atau karena memang emas yang merepresentasi kemewahan materi menjadi hal yang paling menarik bagi kita semua.

Ketika kita dengan garang menghakimi calon mertuanya, barangkali kita juga bisa introspeksi diri apakah kita juga sangat tertarik dengan ukuran materi dalam menilai orang lain. Apakah kita juga menilai orang dari barang apa yang dia pakai, merk yang dia sematkan, jabatan dan lain lain? Kalau semua itu besar, maka rasanya kita tidak pantas melempar batu ke calon mertuanya. Kita juga sama.

Hal yang kedua, keprihatinan kita atas seluruh kasus itu ternyata agak berkurang untuk hal “disentuh”, “dicium”, “layaknya orang pacaran”, “kamilah yang tau hubungan kami”. Sedemikiankah? (*)

Leave a Reply