Home > Features > Cegah Kebakaran Sejak Dini

Cegah Kebakaran Sejak Dini

Oleh Lindung Silaban

Jangan pernah berharap pemadam kebakaran untuk menolong keluarga dan harta anda. Hindari api sebelum rumah, nyawa dan harta ludes dilalap.

***

Soelaiman Soedidjo alias Koh Alai nekat menerjang ke dalam kobaran api yang melalap rumah toko (ruko)-nya. Ia nekat menerobos masuk demi menyelamatkan kedua anaknya yang terjebak di lantai dua ruko, Kamis (12/10).

Kedua anaknya yakni Albert Einstein Soedidjo (27) dan Alfred Nobel Soedidjo bisa diselamatkan. Namun nyawa Koh Alai menjadi taruhannya.

Ruko “Cat Hidup Bahagia” yang terletak di Jalan Bogor Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota itu ludes dari lantai satu hingga lantai empat. Saat dievakuasi, Albert Enstein mengalami 80 persen luka bakar. Ia diboyong dengan mobil ambulans ke Rumah Sakit Permata Bunda. Sedang adiknya menderita sekitar 15 persen luka bakar.

Sementara, karena kobaran api dan asap dimana-mana petugas pemadam kebakaran kesulitan untuk masuk ke dalam gedung. Sedikitnya enam armada pemadam dikerahkan. Sejam lebih disirami, api akhirnya padam.

Koh Alai saat di Evakuasi dari rukonya sudah meregang nyawa. Rukonya yang terletak Jalan Bogor Kelurahan Pasar Baru, Kamis (12/10)

Sayangnya, saat pemadam merangsek masuk, Koh Alai ditemukan sudah meregang nyawa. Ia pun diturunkan dengan menggunakan alat derek.

Bukan hanya keluarga Koh Alai yang merasakan kesedihan mendalam akibat kebakaran. Nurlis (43) pasrah melihat rumahnya di Jalan Bromo, Gang Ajizah, Kelurahan Tegal Sari III, Medan Area, ludes dilalap si jago merah, Jumat (20/10) lalu.

Air  mata Nurlis menetes mengenang peristiwa tersebut. “Ini rumah orangtua kami. Harta satu-satunya,” tangisnya sembari mengusap wajahnya, Sabtu (21/10).

Nurlis tidak sendirian merasakan dampak kebakaran itu. Fitri (23) bersama keluarga pengontrak rumah yang bertetanggaan dengan rumah Nurlis juga terkena imbasnya. Fitri terlihat kebingungan mencari penginapan sebab rumah yang dikontraknya itu telah rata dengan tanah. “Tak tau hendak tinggal dimana. Kami mengontrak rumah ini. kemanalah kami menginap?” ceracaunya. Ia seperti linglung.

Data

Dua kejadian di muka menjadi pelajaran bagi kita. Sebab, ada ratusan peristiwa kebakaran terjadi di kota Medan. Dinas Pencegah dan Pemadamam Kebakaran kota Medan pada 2016 mencatat terjadi 242 kebakaran. Rinciannya, 145 diantaranya disebabkan korsleting arus listrik, gas atau kompor 70 kali, ledakan bola lampu 15 kali dan nyala puntung rokok 5 kali.

Dari 242 insiden tersebut, 12 nyawa terenggut. Kerugian material mencapai Rp 892.173.500 dan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal. Sementara selang Januari hingga Oktober 2017 sudah terjadi 148 kebakaran dengan 92 kali diantaranya terjadi karena arus listrik, kompor gas 9 kali, lilin sekali,  rokok 3 kali dan penyebab lainnya yang tidak bisa dipastikan sebanyak 45 kali.

Jika meletakkan tanggung jawab menekan angka kebakaran hanya di pundak Dinas pemadam kebakaran, tentu tidak efektif. Bayangkan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan hanya memiliki empat pos pemadaman, 30 armada dan 253 orang personil. Dibanding dengan jumlah 2,3 juta penduduk Kota Medan yang tersebar di 21 kecamatan dan 151 kelurahan, jumlah armada pemadam amatlah minim. Belum lagi secara demografi dan luas wilayah dan persebaran populasinya.

Data tersebut membuktikan jika kebakaran terjadi, tidak mungkin semuanya bisa ditangani secara cepat dan akurat oleh armada pemadam. Kepadatan rumah penduduk membuat api saat kebakaran cepat merambat ke rumah yang lain. Sementara jalan kota Medan semakin padat membuat armada petugas pemadam sulit untuk menempuh lokasi kebakaran.

Peran Masyarakat
Karena itu, keliru jika masyarakat masih menyalahkan pemadam kebakaran. Setiap orang musti ikut terlibat dalam upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran. “Masyarakat harus dibekali dengan pelatihan-pelatihan, sosialisasi dan simulasi kebakaran. Pelatihan atau sosialisasi dapat dilakukan sejak usia dini hingga dewasa,” ungkap pelaksana Kepala Bidang Pencegah dan Pemberdayaan Dinas Pemadam Kebakaran kota Medan Huddin Hasibuan.

Ia menganjurkan, masyarakat jangan bergantung sepenuhnya pada Dinas Pemadam Kebakaran. Masyarakat harus memiliki pengetahuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran. “Kita telah melakukan pelatihan kepada 2000 kepala lingkungan (Kepling). Hal ini bukan tanggung jawab kami. Gedung-gedung besar seperti hotel-hotel, rumah sakit dan fasilitas umum seharusnya melakukan pelatihan-pelatihan untuk pencegahan kebakaran dan menyediakan alarm peringatan kebakaran,” ujar Huddin.

Menurut Huddin, masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan di rumah masing-masing. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat, diantaranya dengan membiasakan memeriksa peralatan listrik di lingkungan kerja atau tempat tinggal. Misalnya dengan memperbaiki setiap sambungan yang longgar. Sambungan yang longgar dapat menyebabkan kabel menjadi panas dan kemudian mudah terbakar.

“Masyarakat juga bisa menghindarkan penggunaan instalasi atau kabel yang tidak standar. Menyesuaikan besarnya ukuran kabel dengan kebutuhan termasuk besarnya arus yang akan digunakan,” timpalnya.

Bahkan, sambungnya, masyarakat sebaiknya menghindari penggunaan steker yang bertumpuk. Sebab hal tersebut dapat memicu kebakaran lantaran steker tak mampu menampung arus yang berlebihan.

Selain itu juga, anjurnya, bagi penggguna kompor gas sebaiknya berhati-hati. Bila tercium bau gas atasilah dengan cara mencabut regulator dari tabung. Segera buka semua jendela atau pintu agar gas di dalam ruangan dapat keluar. Jangan coba-coba menghidupkan atau mematikan lampu atau peralatan listrik yang terpasang karena dapat memicu percikan api dan langsung menyambar ke gas yang sudah ada dalam ruangan akibat kebocoran.

“Bila lampu di sekitar kompor gas sedang menyala, jangan matikan lampu listrik dan bila lampu memang sedang mati jangan hidupkan,” saran Huddin.

Dengan kondisi kota Medan yang sering padam listrik, Huddin mengusulkan supaya masyarakat yang menggunakan lilin atau lampu teplok, jangan dibiarkan tetap menyala pada saat akan pergi keluar rumah dan jangan letakkan lilin di atas benda yang mudah terbakar. “Segera dipadamkan dan  pakai alas yang tidak bisa terbakar,” terangnya.

Bagi pengguna mesin genset, kata Huddin, sebaiknya mengisi minyak genset pada saat hari masih terang (pagi/siang atau sore hari) agar lebih mudah dipantau saat mengisi BBM ke mesin genset jika terjadi tumpahan. “Tumpahan BBM pada mesin genset dapat membahayakan bila genset dihidupkan. Karena kemungkinan besar ada percikan api dari busi mesin yang menyebabkan tiba-tiba terjadi kebakaran. Kami lebih menganjurkan supaya menyiapkan lampu emergensi di rumah dari pada menggunakan lilin atau lampu teplok,” ucapnya.

Hal-hal lain yang berpeluang untuk mengakibatkan kebakaran adalah laptop yang diletakkan di atas kasur atau tempat tidur. Pasalnya laptop yang dipakai cukup lama akan panas. Hawa panas dari kipas pendinginnya tidak keluar dan rawan sekali memicu kebakaran terutama pada saat ditinggalkan atau pemiliknya tertidur.

“Segeralah matikan. Hal sepele juga bisa mengakibatkan kebakaran seperti puntung rokok di asbak atau meletakkan dan membuang puntung rokok sembarangan. Pastikan bahwa puntung rokok telah benar-benar mati. Penggunaan obat nyamuk bakar, jangan terlalu dekat dengan tempat tidur atau di bawah gantungan baju karena bisa saja sewaktu-waktu baju yang Anda gantungkan terjatuh ke obat nyamuk bakar,” jelasnya.

Alat

Huddin mengatakan masyarakat perlu menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hidran kebakaran, alat pendeteksi kebakaran, alarm kebakaran yang siap-pakai di rumah atau di lingkungan kerja. “Gunakan bila sewaktu-waktu diperlukan untuk memadamkan api. Jikalau masyarakat belum memiliki APAR atau hidran kebakaran bisa menyediakan peralatan konvensional seperti goni atau selimut basah yang siap untuk dipakai memadamkan api.

Hal terpenting bagi masyarakat adalah meningkatkan kehati-hatian atau tingkat kewaspadaan dalam menggunakan peralatan yang mudah terbakar. Selain itu masyarakat diimbau untuk memeriksa semua peralatan pendukung untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di lingkungan seperti APAR, hidran  kebakaran, alat pendeteksi kebakaran dan alarm kebakaran supaya dalam kondisi siap untuk digunakan setiap saat.

Cepat Tanggap

Saat-saat genting kebakaran masyarakat dapat bertindak sendiri untuk menyelamatkan dirinya. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah memadamkan api sebisa mungkin. Apabila yang terbakar adalah kompor, segera padamkan dengan menggunakan kain atau goni basah.

“Jangan menyiram dengan air, karena berpotensi mengakibatkan api makin membesar. Bila yang terbakar adalah peralatan listrik, segera putuskan aliran listrik secepatnya dan padamkan apinya dengan menggunakan bahan yang tidak menghantar arus listrik seperti APAR jenis bedak, atau CO2. Tapi bila listrik memang benar-benar sudah tidak berarus lagi barulah dapat anda padamkan dengan menyiramkan air,” terang Huddin.

Dan apabila tidak mampu untuk memadamkan, kata Huddin lagi, segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Segera hubungi pemadam kebakaran setempat  ke nomor telepon 113, untuk Kota Medan dengan kode (061). Berikan informasi yang jelas dan lengkap seperti apa yang terbakar dan dimana lokasinya.

Dalam keadaan terkurung asap, kepala Dinas Kebakaran ini menyarankan, usahakan segera keluar dengan cara merangkak untuk menghindarkan asap dan menghindari berlindung di kamar mandi atau toilet karena tempat itu tidak aman untuk lokasi berlindung.

Bangunan atau rumah yang memiliki jeruji atau teralis, diusahakan agar jeruji atau teralis tersebut dapat dibuka dari dalam (tidak dilas mati) agar lebih mudah digunakan untuk menyelamatkan diri.

Bagi luka bakar dilakukan pertolongan pertama adalah menyiram luka dengan air dingin atau air keran yang mengalir. Kemudian dibawa ke rumah sakit.

Semua tips-tips penanganan kebakaran itu memang berarti. Namun kebakaran dan dampaknya bisa diperkecil andai saja ada kesadaran kuat di kita. Kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran harus terus ditingkatkan untuk menyelamatkan korban jiwa dan harta. (*)

You may also like
Rayakan Natal, Kapoldasu Gelar Open House
Dirgahayu Satkom Wira Waskita
Angkot Mogok, Polisi Sediakan 300 Mobil Angkut Warga
Naik Helikopter, Kapolda Sumut Tinjau Sejumlah Titik Banjir
Banjir Landa Kota Medan, Satu Bocah 4 Tahun Tewas Tenggelam
Pengedar Narkoba Diciduk Di Jalan Sei Kapuas

Leave a Reply