Home > Opini > Jangan Salah Pilih Di Pilgubsu 2018

Jangan Salah Pilih Di Pilgubsu 2018

MEMASUKI tahun 2018 kita disuguhkan dengan segala macam bentuk berita mengenai dinamika politik. Mulai dari penjaringan bakal calon kepala daerah sampai pendaftaran para calon kepala daerah yang merupakan Putra-Putri terbaik Bangsa Ini.

Tak tanggung- tanggung, kita akan mengikuti pilkada serentak di 171 daerah yang ada di bagian Barat Indonesia sampai ujung Timur Indonesia. Diharapkan bagi seluruh masyarakat yang daerahnya akan melaksanakan pemilihan kepala daerah, agar turut aktif menyukseskan pesta demokrasi kali ini. Karena kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat itu sendiri untuk memilih kepala daerahnya.

Saya pribadi menyambut antusias gelaran pilkada kali ini. Kota Tebing Tinggi, kampung saya, memang tidak akan melaksanakan pemilihan Walikota Tebing Tinggi, dikarenakan Kota ini baru saja melaksanakan pemilihan Walikota 2017 yang lalu. Namun sebagai bagian dari Sumatera Utara, kami pasti mendukung suksesnya perhelatan pemilihan gubernur Sumatera Utara.

Seperti yang kita ketahui bersama, pemilihan Gubernur Sumut kali ini akan diikuti tiga calon yakni JR Saragih – Ance Selian, Djarot Syaiful Hidayat – Sihar Sitorus, dan Edy Rahmayadi – Musa Rajeckshah. Ketiga calon Gubernur Sumut ini jelas adalah putra-putri terbaik yang dimiliki bangsa ini.

Melihat tingkat golput ketika pemilihan walikota Tebing Tinggi kemarin yang hampir menyentuh angka 44 persenĀ  jelas itu menjadi tamparan keras kepada pihak penyelenggara pemilihan khususnya KPU Tebing Tinggi yang kurang sukses mengajak masyarakat yang memiliki hak pilih untuk ikut memilih.

Semoga hal ini tidak terjadi lagi ke depannya. Diharapkan pihak KPU Sumut kali ini memiliki strategi khusus untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat. Jangan hanya sekedar slogan via spanduk & baliho saja.

Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Tebing Tinggi juga ikut berperan aktif dalam menyukseskan Pemilihan Gubernur Sumut Tuhun ini. Kita tidak boleh lagi apatis untuk menyatakan diri menjadi bagian dari kaum golongan putih (golput).

Memang golput tidak salah, itu hak juga. Namun ada baiknya agar kita turut berperan aktif untuk memberikan hak suaranya dalam memilih gubernur Sumut berikutnya. Apa kita sudah tidak lelah melihat dua gubernur sebelumnya telah gagal dalam memimpin Sumut dikarenakan kasus korupsi yang pernah dilakukan?

Untuk kali ini mari memilih calon gubernur terbaik dari yang baik-baik menurut hati nurani kita masing-masing. Jangan sampai salah pilih lagi.

Tidak mau kan Sumut mencetak sejarah Hattrick karena gubernur ke depannya menyusul para gubernur-gubernur terdahulunya? Saya pun berharap agar pemilihan gubernur kali ini Langsung, Umum, Bebas, Jujur, Rahasia, Dan Adil.

Saya juga berharap agar Para Simpatisan dari masing-masing calon untuk mensosialisasikan Visi-Misi para jagoannya dengan menjauhkan dari segala bentuk Kampanye SARA yang akan menimbulkan Konflik ditengah-tengah masyarakat itu sendiri. (*)

 

Penulis: Bagariel Boby Manurung seorang Tokoh Pemuda asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara

You may also like
Jelang Pemilu 2019, Partai Golkar Rapat Kordinasi Pembentukan dan Penguatan Pokkar
Memperkuat Partisipasi Masyarakat Demi Pemilu Berkualitas
KPU Siantar Distribusikan Logistik Pilgubsu
Pilkada Damai dan Bersih Untuk Sumatera Utara
Menuju Birokrasi Sumut Berparadigma 4.0
Menjadi Gubsu, Djarot Sihar Pelayan Rakyat

Leave a Reply