Home > Pendidikan > 2017, Pungli-Suap Marak

2017, Pungli-Suap Marak

Sorotdaerah.com – Di satu sore, di Kota Medan, kami menemukan janda boru Pakpahan ini memulung di tong sampah. Ia bekerja keras demi menafkahi keluarganya.

Meski dililit kemiskinan, ia berjuang hidup tanpa merugikan orang lain. Kisah hidupnya yang dramatis kontras dengan sejumlah pejabat yang diberikan gaji tinggi oleh negara, tapi melacurkan jabatannya demi memperkaya diri sendiri. Mereka tak ragu-ragu melakukan suap, pungutan liar maupun pemerasan demi menggendutkan rekening pribadinya. Sementara ada ribuan orang miskin sepasti boru Pakpahan ini yang kian menderita akibat maraknya korupsi dan buruknya kinerja aparat pemerintah.

Catatan penting tim redaksi Sordah sepanjang 2017 soal maraknya pungli-suap diawali pada pekan kedua Februari 2017.

Kala itu, Kepala Seksi Pengukuran dan Pemetaan Tanah Dinas Pertanahan Deli Sedang Maltus Hutagalung ditangkap polisi di ruang kerjanya. Maltus ditangkap dengan barang bukti uang tunai Rp 135.900.000 dan Rp 20.000.000. Uang itu hasil memeras orang bernama Suheri kuasa pengurusan penerbitan sertifikat hak milik atas nama Muhammad Yakub, Eti Aryani dan Selamat Aryadi. Tanah seluas 8,6 hektar di Desa Lantasan, Kecamatan Patumbak, Deliserdang.

Kisah tak kalah santer, diciduknya Ir Edi Syahputra Salim, Kepala Dinas Energi dan SDM Pemprovsu di ruang kerjanya di Jalan Setia Budi Pasar 2 No.48 Tanjung Sari, Medan pada 6 April 2017. Ia ditangkap usai transaksi menerima uang dari Suherman secara paksa guna pengurusan penerbitan WIUP.

Kemudian ditangkapnya Corneti Sinaga dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis 26 Oktober 2017 lalu. Penetapan Corneti sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan dari penangkapan KRN dalam OTT Tim Saber Pungli Polda Sumut pada Kamis (31/8) lalu.

Corneti memerintahkan Khairi Rozi Nasutio untuk meminta uang pembayaran terhadap pengurusan izin Air Bawah Tanah kepada pemohon, PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia. Uang itu selanjutnya diserahkan Khairi kepada Corneti.

Polisi menyita barang bukti uang sejumlah Rp 8,5 juta, delapan eksemplar
dokumen pengusulan izin ABT PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia serta delapan eksemplar dokumen izin ABT PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia.

Pungli juga menggerogoti sendiri pendidikan. Kasus penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat menjadi bukti kuat.

Mereka yang ditahan yakni Kadis Pendidikan Kabupaten Langkat bernama Salam Syahputra dan tiga anak buahnya yakni Bendahara BK2SN bernama Patini, Koordinator Wilayah Langkat Hilir bernama Sukarjo dan Koordinator Wilayah Langkat Teluk Haru bernama Restu Balian. Sementara tujuh orang lainnya dijadikan sebagai saksi.

Para tersangka sudah tiga kali melakukan pungli (pungutan liar) dana BOS. Namun saat melakukan keempat kalinya, mereka kena operasi tangkap tangan (OTT). Barang bukti yang disita polisi berupa uang Rp.76.010.000, daftar hadir dan buku setoran ke Kadis Pendidikan Langkat.

Tak kalah memalukan, pungli juga terjadi di sektor kesehatan. Dalam catatan redaksi kami, pungli terjadi di sejumlah puskesmas di Medan. Para dokter dan tenaga media dipotong honornya setiap bulan dengan dalih “mempercepat” proses akreditasi puskesmas.

Meski Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution menepisnya. Namun catatan kami di lapangan berbicara lain. Betapa pungli dan suap masih marak terjadi. Walau Presiden Jokowi sudah menegaskan, “Pungli Rp 10 ribu pun saya tangani.” Nyatanya, di tingkat pejabat daerah pungli dan suap masih kentara.

Data Polda Sumut sepanjang 2017 telah terjadi 39 kasus korupsi. Beda tipis dengan 2016 yakni 34 kasus. Ini tentu saja yang terungkap. Yang belum terkuak masih lebih banyak lagi.

Kami berharap, 2018, semakin banyak kasus suap, pungli, pemerasan dan korupsi bisa terungkap. Kami merindukan bangsa ini bisa bersih-bersih. Kami optimis, tahun baru ini, kiprah penegak hukum akan lebih greget. Dan tentu kita berharap, kinerja pemerintah kian membaik dan makin anti suap. Agar kesejahteraan masyarakat terwujud. (Red)

Mari kita sambut 2018 dengan semangat perubahan.

You may also like
Inilah Para Pemenang Lomba Jurnalistik Bank Sumut Award 2017
Simalungun Marak Perdagangan Anak Modus Bantu Persalinan Bayi Dihargai Rp 7-15 Juta
Perampokan Rampas Paksa Marak di Medan Tembung
Praktek Pungli Marak Terjadi di UPT Samsat Doloksanggul
Maraknya Pembobolan Rumah di Wilayah Hukum Percut Sei Tuan
Begal Marak Modus Gembosi Ban

Leave a Reply