Home > Pendidikan > Bikin Beton Dari Lumpur Lapindo

Bikin Beton Dari Lumpur Lapindo

Sorotdaerah.com- Dr Eng Januarti Jaya Ekaputri ST MT adalah seorang akademisi sejati. Masa mudanya yang sangat terbatas pada akses pendidikan ternyata melahirkan rasa haus akan ilmu. Alhasil ia banyak melakukan penelitian penelitian penting pada masa tuanya.

Salah satunya adalah pembuatan Geopolimer dari lumpur lapindo. Penelitian itulah yang menghantarkan ia menjadi penerima Anugerah IPTEK Adibrata, penghargaan tertinggi bidang teknologi, dari Kemenristekdikti.

Yani, sapaannya, banyak menghabiskan waktunya membangun inovasi geopolimer, material tanpa semen. Ia tertarik memanfaatkan lumpur Lapindo Sidoarjo yang selama ini dianggap momok bagi masyarakat, namun ternyata memiliki potensi yang sangat besar jika dikembangkan.

Ia mulai penelitiannya dengan mengecek komposisi lumpur tersebut. Kemudian ia melihat kecenderungan bahwa lumpur tersebut memiliki kesamaan komposisi dengan semen portland. “Semen yang selama ini kita pakai bisa digantikan sebagian besar atau bahkan seratus persen dengan menggunakan lumpur Lapindo. Coba bayangkan jika kita bisa buat semen dari lumpur, bisa bangun satu pabrik semen baru kita,” terangnya sambil tersenyum.

Idenya tersebut berhasil ia wujudkan dengan mencampurkan beton geopolimer dari lumpur Sidoarjo dengan dengan fly ash (limbah batubara berupa abu yang terbang). Beton itu ia namai beton geopolimer. Karya tersebut sudah ia patenkan.

Disamping itu, beton bikinannya kemudian diteliti oleh Direktur Konsorsium Riset Geopolimer Indonesia (Korigi) dan terbukti lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan semen Portland yang selama ini ditengarai penyebab emisi gas CO2. “Ke depannya limbah ini bisa dipakai untuk menggantikan semen untuk struktur rumah, bangunan, jalan, jembatan, genteng, tiang listrik, tiang pancang dan apapun yang selama ini menggunakan semen,” ulasnya.

Yani melihat hal tersebut adalah suatu kesempatan atau potensi yang bisa menguntungkan banyak pihak. Dari sisi akademisi Yani memastikan akan ada ada ilmu baru yang bisa dipelajari. Dari sisi industri, akan menciptakan lapangan pekerjaan. Sedangkan dari sisi masyarakat, penelitian ini dapat mengurangi volume lumpur lapindo, serta mengurangi pencemaran udara akibat emisi gas CO2 yang dihasilkan oleh semen Portland.

Karena itu, ia dengan senang hati mengajak semua masyarakat bekerjasama mewujudkan hal tersebut. “Mari bersama sama bekerja. Saya percaya, pekerjaan ini akan berdampak bagi semua masyarakat,” ajaknya mantap. (Adven Hutajulu)

You may also like
Ichiro ITS Juara Umum FIRA Hurocup 2017 di Taiwan
Luncurkan Sapuangin Speed 5, ITS Siap Berlaga Lagi di Jepang
Tanggapi Pemindahan Ibukota, ITS Usulkan Konsep Marina
Sulap Sampah Organik Dan Kerang Jadi Ekosemen
Mahasiswa ITS Ciptakan Lapisan Pemisah Gas
Pakar Mekanika Tanah ITS Angkat Bicara Soal Longsor

Leave a Reply