Home > Pendidikan > Goreng Kacang Pakai Tenaga Surya

Goreng Kacang Pakai Tenaga Surya

Sorotdaerah.com- Menggoreng kacang tanah dengan metode tradisional kini dapat ditinggalkan masyarakat. Metode baru ciptaan mahasiswa ITS berhasil menyingkirkan metode goreng pasir serta metode goreng dengan pemanas putar manual. Temuan ini menjadi salah satu unggulan ITS dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 30 di Makassar. 

Di beberapa daerah, penggorengan kacang tanah masih dilakukan dengan teknologi sederhana. Salah satunya adalah penggorengan kacang yang dilakukan di UD Kacang Idola, Kecamatan Ngetos, Nganjuk. Lima mahasiswa ITS, menginisiasi inovasi pemanfaatan energi matahari pada alat pengolah kacang goreng pasir.

Muhammad Nafis Ismail, Arif Rachman Hakim, Septia Ratna Sari, Reni Agustin, dan Herviyandi Herizal adalah mahasiswa yang berhasil menciptakan Peanut Cooking (Peking) Idola. Peking Idola adalah alat pengolah kacang goreng pasir dengan sistem Hybrid PV-Genset. Alat ini digagas guna meningkatkan produktivitas UD Kacang Idola, Nganjuk.

Nafis mengungkapkan, metode pengolahan kacang kulit goreng pasir (gongso) menggunakan pasir hitam sebagai media pemerataan panas dalam proses pemasakan kacang. Untuk memanaskan tungkunya, diperlukan panas yang bersumber dari pembakaran kayu kering.

Untuk membakar, diperlukan beberapa bongkah kayu besar dan api yang harus dipastikan terus menyala.”Metode manual ini masih banyak kekurangannya,” tutur Nafis.

Untuk menggoreng, pekerja harus dekat dengan api dan memastikan api menyala di semua sudut tungku. Artinya, dengan metode ini, pekerja harus menahan panas api dan kepulan asap pembakaran kayu. “Kondisi ini rentan menimbulkan kebakaran atau iritasi pada pekerja,” tambahnya.

Dari situ, Nafis dan kawan-kawan menawarkan inovasi Peking Idola menggunakan sumber energi surya atau photovoltaic cell dan energi listrik dari generator set (Genset). “Peking Idola dirancang otomatis menggunakan dua sumber energi. Energi surya digunakan sebagai sumber listrik primer dan generator sebagai sumber listrik sekunder,” ungkap mahasiswa Teknik Elektro tersebut.

Dari segi keselamatan, kualitas produksi serta tenaga, Nafis menuturkan bahwa Peking Idola lebih efektif daripada alat pengolah kacang goreng pasir manual. “Oleh karena itu, Peking Idola mampu memberikan sebuah solusi alternatif dalam peningkatan kualitas kerja dan produksi UD Kacang Idola,” pungkasnya pada ITS Online. (Adven Hutajulu)

You may also like
Mahasiswa ITS Ciptakan Termos Pendingin Tenaga Surya
Teknologi IPAT-BO Hasilkan Gabah 10,1 Ton Per Hektare

Leave a Reply