Home > Peristiwa > Sempat Hadiahi Seekor Tikus, Puluhan Massa HIMMAH Kembali Demo PLN Sumut

Sempat Hadiahi Seekor Tikus, Puluhan Massa HIMMAH Kembali Demo PLN Sumut

Sorotdaerah.com – Meskipun telah sempat memberikan hadiah seekor tikus sambil berdemo, puluhan HIMMAH Sumut kembali lagi melakukan aksi unjukrasa di kantor PLN wilayah Sumut, di Jalan Yos Sudarso Medan, Kamis (14/9) jam 11.00 WIB.

Abdul Razak Nasution selaku koordinator aksi dalam aksinya menyatakan kalau aksi ini kembali mereka lakukan karena tidak terlihat adanya respon cepat yang dilakukan oleh General Manajer (GM) PLN Sumut, untuk menindaklanjuti temuan kasus dugaan korupsi dan Pungli yang diekspos oleh HIMMAH Sumut.

“Kami menduga, pemadaman listrik yang masih menjadi keluhan utama masyarakat Sumatera Utara khususnya di kota Medan berkaitan dengan adanya praktik korupsi dan Pungli di instansi PLN,” ujar Razak Nasution, yang juga adalah Wakil Ketua HIMMAH Sumut ini, dalam orasinya.

Razak kembali menegaskan bahwa mahasiswa Sumatera Utara, khususnya Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH), telah melakukan sejumlah investigasi langsung hingga ke tingkat ranting PLN dan menemukan bahwa pejabat PLN di lingkup Sumatera Utara juga melakukan praktik pungutan liar, pungli ke masyarakat. Salah satunya dengan modus pemasangan baru jaringan listrik ke masyarakat di Simalungun,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada aksi unjukrasa Kamis (7/9) lalu, Abdul Razak beserta puluhan massa HIMMAH, menyerahkan seekor tikus pada pejabat PLN yang menerima aspirasi mereka.

“Tikus ini perlambang negatif. Kami menduga PLN masih memelihara tikus, maka kami menambahi seekor lagi,” ujarnya kepada Rudi, staf HumasPLN.

Aktifis mahasiswa ini juga menegaskan bahwa HIMMAH sudah menyurati Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dengan Nomor 01/LP/DPP-Sutra/HW-SU/VIII/2017 tertanggal 24 Agustus 2017, perihal dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang jabatan yang diduga dilakukan oleh Manager PT. PLN (Persero) Rayon Perdagangan Kab. Simalungun dan Manager PT. PLN (Persero) Area Pematangsiantar pada kegiatan Pasangan Sambung Baru (PSB) di Afdeling L, J dan I di PT. Bridgestone SRE Dolok Merangir.

“Hasil investigasi lapangan dan wawancara kami, diduga telah terjadi tindak pidana korupsi (pungli) dan penyalahgunaan wewenang serta jabatan (Konspirasi) yang dilakukan oleh PLN, pihak penyedia jasa, serta General Manager PT Bridgestone SRE Dolok Merangir, yang berpotensi merugikan rakyat dan negara sebesar Rp 662.582.000,” ungkapnya.

Razak kemudian merinci modus pungli tersebut, dan menegaskan bahwa 398 Pasangan Sambung Baru (PSB) dengan daya 1.300 VA itu secara administrasi memakai ‬nama‭ ‬masing-masing‭ ‬ ‭ ‬karyawan, padahal perumahan tersebut merupakan inventaris perusahaan, bukan pribadi. (AN)

You may also like
Kapolsek Percut Ciut Digeruduk Puluhan Massa Kelompok Tani Gotong Royon
Dituding Ingkar Janji, Puluhan Massa Aliansi Mahasiswa Pantai Barat Madina, Unjukrasa di PT RMM

Leave a Reply