Home > Teknologi > Ichiro ITS Juara Umum FIRA Hurocup 2017 di Taiwan

Ichiro ITS Juara Umum FIRA Hurocup 2017 di Taiwan

Sorotdaerah.com- Nama besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menggema di kancah internasional. Kali ini, tim ITS Championship in Robocup (Ichiro) kembali membuktikan keunggulannya dengan menyabet 14 penghargaan yang mengantarkannya sebagai juara umum di Federation of International Robotsoccer Association-Humanoid Robot Cup (FIRA Hurocup) 2017 di Taiwan, 23 – 27 Agustus.

Dengan keberhasilan ini, tim Ichiro ITS kembali mengulang sejarahnya sebagai juara umum FIRA Hurocup setelah tahun lalu mampu menggondol 10 penghargaan. Tahun ini, National Kaohsiung First University of Science and Technology yang menjadi saksi bisu kemenangan tim Ichiro ITS tersebut.

Berlangsung sejak Rabu (23/8), poin demi poin berhasil dikumpulkan oleh tim Ichiro. Dalam kompetisi berskala internasional ini, ITS mengirimkan tiga tim yang terdiri dari Tim Ichiro 1, 2 dan 3. Ketiganya sukses memuncaki posisi tertinggi dari setiap kategori yang ada.

Tim Ichiro 1 mendapatkan juara II United Soccer kategori Kidsize, juara II Weight Lifting Kidsize, dan juara II dalam halang rintang Kidsize. Dengan ketiga penghargaan tersebut membuat tim Ichiro 1 menjadi Juara Umum peringkat tiga Kidsize.

Tim Ichiro 2 pun tak mau kalah. Juara umum Kidsize berhasil didapatkannya, kemudian Juara I mini DRC Kidsize, Juara I United Soccer Kidsize, Juara III halang rintang Kidsize, dan Juara I Sprint Kidsize.
Sementara itu, juara umum peringkat tiga Adult Size diraih oleh ITS melalui tim Ichiro 3. Robot setinggi 88 sentimeter itu berhasil menjadi juara II mini DRC Adult Size, juara II Sprint Adult Size, Juara III Marathon Adult Size, serta Juara II halang rintang Adult Size.

Reza Ar Razi, ketua tim Ichiro ITS mengungkapkan bahwa kali ini prestasi Ichiro di FIRA Hurocup meningkat cukup sigifikan. “Kalau tahun lalu kita hanya bawa 10 penghargaan. Kali ini ada 14 penghargaan,” ungkapnya bangga. Tak hanya itu, lanjut Reza, tahun ini tim Ichiro juga menambah kategori kompetisi yang diikuti, yaitu mini DRC, Penalty Kick, dan Spartan Race.

Kemenangan tersebut tak serta merta didapatkan Ichiro dengan mudah. Pasalnya, Reza mengungkapkan bahwa tim Ichiro 2 pada saat latihan di lab, robot dapat berjalan dan lari sangat baik. “Tapi saat dicoba di venue jadi pincang, lalu kami coba perbaiki namun tetap saja pincang,” tuturnya dengan nada kecewa.

Namun bukan ITS namanya jika menyerah begitu saja. Meski sampai hari terakhir, keadaan robot seperti itu. “Kita sempat khawatir karena saat itu final sprint. Lalu kami coba akali pada programnya agar tidak terlalu miring jalannya,” ungkapnya menjelaskan.

Karena hambatan ini, Ichiro 2 pada tahun ini hanya berhasil dengan waktu 26 detik. “Padahal tahun lalu kami berhasil juara satu dengan waktu 21 detik dan itu menjadi rekor dunia. Namun Alhamdulillah kami tetap mendapat juara satu pada sprint,” papar mahasiswa Departemen Teknik Informatika tersebut.

Dosen pembimbing tim Ichiro ITS, Muhtadin ST MT, juga menyatakan rasa syukurnya. Ia mengharapkan semangat ini bisa menular juga ke tim-tim robot yang lain sehingga nama Indonesia menjadi besar dalam bidang Robotika. “Kami juga mengharapkan ada sinergi antara tim-tim robot yang dimediasi oleh kementerian (Kemenristekdikti, red), sehingga percepatan penguasaan teknologi robot dapat dicapai dan semakin banyak tim-tim robot yang hebat,” ujarnya. (Adven Hutajulu)

You may also like
Selamat! Indonesia Jawara Asean Para Games 2017
Luncurkan Sapuangin Speed 5, ITS Siap Berlaga Lagi di Jepang
Tanggapi Pemindahan Ibukota, ITS Usulkan Konsep Marina
Sulap Sampah Organik Dan Kerang Jadi Ekosemen
Bikin Beton Dari Lumpur Lapindo
Mahasiswa ITS Ciptakan Lapisan Pemisah Gas

Leave a Reply