Home > Ufuk > Catatan Akhir Tahun, Menanti Terbitnya Cahaya di Ufuk Timur

Catatan Akhir Tahun, Menanti Terbitnya Cahaya di Ufuk Timur

MENARIK menuliskan sebuah catatan diakhir tahun 2016 ini. Media digital Sorot Daerah lahir 6 bulan yang lalu. Catatan akhir tahun ini mencoba menggambarkan apa yang sudah dilewati Sorot Daerah. Mulai dari ide menerbitkan portal berita dan bagaimana mengelolanya.

SorDah, demikian sebutan akrab media digital ini, bahkan sebutan ini sudah familiar dikalangan pembaca portal berita Sorot Daerah.

Lahirnya SorDah adalah langkah awal dari diskusi kecil sekitar tahun 2007 bersama anak muda yang punya mimpi. Kini mimpi itu mulai diwujudnyatakan dengan lahirnya SorDah. Tim redaksi hanya berjumlah 5 orang, dengan rincian satu orang pemimpin redaksi, satu orang memegang kendali website atau IT Suport dan tiga orang wartawan.

SorDah dalam mengelola dapur redaksi mengandalkan koordinasi dan kerjasama tim. Koordinasi dan komunikasi merupakan kunci ditengah keterbatasan SDM dan infrastruktur pendukung. Kerja nyata dan keras menjadi suatu keharusan yang bukan terpaksa. Artinya tim redaksi terus berupaya bekerja nyaman dan iklas. Asyik.

Bagaimana kami memulai website dan mengisi konten? Bekerja keras ditengah SDM minim. Kami selalu mengejar mutu dan menyiarkannya secara swadaya.

Ada banyak penolakan, minim pujian, banyak kritik tapi kita tak melemah. Tak kurang dari 4 bulan kami sudah mencetak rekor dengan 180 ribu pengunjung dengan rata rata seribu sampai 2 ribu viewers per hari. Diakhir tahun 2016 ini sudah mencapai 200 ribu lebih pengunjung.

Kami belajar konsisten memenuhi minimal 5 berita/artikel per hari. Kami juga bekerja tanpa dukungan insfrastruktur layaknya kantor besar dan komputer hanya gadget serta tanpa dukungan donatur.

Kami belajar mandiri ditengah ketidaktahuan publik akan apa yang SorDah kerjakan. Kami belajar konsisten berkarya di jalan aksara di tengah mudahnya orang mencibir.

Tim redaksi SorDah juga belajar melawan hoax dan media abal-abal dengan menunjukkan kiprah terbaik walau belum begitu terasa.

Paling tidak, dengan mengelola website portal berita ini, kami sendiri makin sadar betapa asyiknya berkarya di jurnalistik. Ya karena kami telah melalui banyak senja kehidupan.

Dan kami ingin menatap matahari pagi di 2017. Menanti terbitnya cahaya pengharapan di ufuk timur. Kami selalu memegang pengharapan. (Red)

You may also like
Catatan Polrestabes Medan, 2016 Aksi Begal Masih Marak
Gebyar Akhir Tahun Kota Binjai Digelar Besok
Natal, Sebuah Refleksi “Menghadirkan Salam Sejahtera Bagi Sekitar”

2 Responses

Leave a Reply