Home > Pendidikan > FGS Siap Bawa Kasus Guru Usnita ke PHI

FGS Siap Bawa Kasus Guru Usnita ke PHI

Dari Kiri ke kanan: Hasiholan Manurung (Wakil ketua FGS), Manalu (Sekretaris FGS), Eastman Napitupulu (ketua FGS), dan Usnita Sinaga saat memberikan Keterangan kepada watawan, Jumat (9/9).

Dari Kiri ke kanan: Hasiholan Manurung (Wakil ketua FGS), Manalu (Sekretaris FGS), Eastman Napitupulu (ketua FGS), dan Usnita Sinaga saat memberikan Keterangan kepada watawan, Jumat (9/9).

Siantar, Sorotdaerah.net – Perjalanan kasus pemecatan guru Usnita masih belum menemukan solusi bersama. Pertemuan menyelesaian kasus ini dilakukan oleh kedua belah pihak antara Usnita Sinaga dan dari pihak Yayasan Muhammadiyah, Kamis (16/9), belum menemukan titik terang atau buntu.

Pertemuan ini dilakukan setelah sebelumnya disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Kesepakatan itu didapatkan setelah pihak-pihak terkait bertemu di kantor Dinsosnaker Jalan Dahlia No 2, Jumat (9/9), lalu. Mediator dari Dinsosnaker, Esron Saragi ketika itu mempersilakan kedua belah pihak melakukan pertemuan  secara kekeluargaan untuk menyelesaikan masalah ini.

Menurut Usnita Sinaga pertemuan yang dilakukan tidak menemukan solusi yang tepat. Pihak yayasan bukanya berdialog malah langsung memberikan sejumlah uang di amplop berisi 3 juta rupiah. Hal ini dikatakanya bukan merupakan kesepakatan, tetapi keputusan sepihak.

“Pertemuannya kebanyakan memberikan simulasi tidak jelas dan tidak pada intinya. Ternyata ketika meminta apa yang kami inginkan bapak Sugiarto dari Yayasan Muhammadiyah hanya memberikan uang pesangon 3 juta rupiah. Kemudian kami menolak karena tidak sesuai dengan UMP,” kata guru bahasa inggris ini.

Menurut keterangan Usnita, hadir dalam pertemuan, yakni Usnita Sinaga di dampingi suami dan Sugiarto ketua Majelis Dikdasmen Yayasan Muhammadiyah Pematangsiantar. “Pertemuan kira-kira berlangsung selama 2 jam lebih, kami bertemu di Cafe Resto Titatium Jalan Gereja. Kami tidak setuju dengan apa yang ditawarkan pak Sugiarto,” pungkasnya ketika di hubungi melalui telepon seluler, Jumat (16/9).

Sementara itu, ditempat terpisah Eastman Napitupulu ketua Forum Guru Siantar (FGS) mengatakan sudah berkomunikasi dengan Usnita terkait hasil pertemuan yang dilalukan. “Karena tidak ada kesepakatan maka FGS akan kembali ke Dinsosnaker untuk meminta surat anjuran. Kita sudah sepakat dengan ibu Usnita untuk melanjutkan dan berjuang terus,” ujar Eastman ketika ditemui di sebuah warung kopi di Jalan Melangton Siregar, Jumat (16/9).

Tambah Eastman, setelah mendapatkan surat anjuran dari Dinsosnaker maka kita tunggu respon dari pihak yayasan. Jika tidak di respon oleh pihak yayasan muhammadiyah, maka kita akan maju ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Atas nama FGS, Eastman juga mengaku telah menghubungi Bakumsu dalam penanganan kasus ini untuk membantu jika dilanjut ke PHI. “Untuk surat anjuran dari Dinsosnaker akan kita minta secara langsung kesana dengan menemui bapak Esron Saragi sebagai mediator, karena ini sudah buntu. Jadi senin (19/9) kita akan ke kantor Dinsosnaker,” pungkas guru matematika ini.

Menangapi hal ini, Esron Saragi selaku mediator dari Dinsosnaker menyatakan siap menerima FGS dan Usnita Sinaga di kantornya. “Kita lihat saja hari senin, pada prinsipnya kita siap menerima kedatangan mereka,” pungkasnya ketika di hubungi wartawan melalui telepon selulernya, Jumat (16/9), siang. (JO)

You may also like
Pagar Gereja GBI Dirusak Orang, Tengkar Mulut Pecah
Guru SMA Sutomo 1 Medan Luka Parah Kena Jambret
Sesama Pengungsi Rohingnya Bertengkar Di Medan
May Day, Masalah Guru Jadi Perhatian
4 Skenario Mengatasi Kesenjangan Guru
Guru Dibina Tanpa Alasan

Leave a Reply