Home > Sajak > “Hujan”

Oleh  Juni Mariana Hutagaol


Itu hujan
Begitu titik-titik air dari langit itu disebut
Turunnya air gerimis yang meneduhkan hati
Hujan yang menjadi pengobat rindu kehausan tanah
Pelipur lara para petani diladangnya
Dan bumi tersenyum menyambut kedatangannya
Menghempaskan milyaran debu di jalanan

Namun terkadang
Hujan yang dirindukan ini
Menjadi bias kegelisahan manusia kota
Hujan marah dalam keganasannya
Amarahnya menggelegar lewat cahaya kilat
Menjadi ketakutan dalam kesendirian

Titik-titik air itu menjadi gema keluh kesah kota
Dimana kemacetan jalan raya menjadi amarah
Emosi terlampiaskan lewat klakson yang berperang
Banjir menjadi duka dan sungut-sungut
Kota berubah menjadi redup dalam keramaian
Itulah hujan
Air kebahagiaan petani
Penghilang rasa dahaga tanaman sawah dan ladang
Namun, akan selalu menjadi resah manusia dikota

You may also like
Air Tersendat? Pipa Tirtanadi Pecah di Bawah Bangunan Rumah Penduduk
Sampel Air Sungai Bah Bolon Diuji Laboratorium
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Mendera Kota Medan, Sejumlah Pohon Bertumbangan
Banjir dan Longsor Landa Padang, 95 KK Mengungsi
IKHLAS
Tragedi Hidup di Perkotaan

Leave a Reply