Home > Daerah > Pengemudi Betor Geruduk Kantor Walikota Medan

Pengemudi Betor Geruduk Kantor Walikota Medan

Medan, Sorotdaerah.com – Persatuan abang becak kota medan demo kantor wali kota medan ( 21/2) jam 10:00 WIB.

Ratusan pengemudi becak bermotor ini melakukan aksi ini dikarenakan faktor semakin kecilnya pendapatan mereka. Masalah ini timbul diduga akibat semakin tingginya persaingan dalam mengais rezeki pada saat ini. Hal ini diperparah oleh semakin banyaknya angkutan umum yang tumbuh seiring berjalanya waktu.

Masa menuntut kepada Wali Kota Medan Dzulmi Eldin agar angkutan umum berbasis online seperti Gojek, Uber, Gpcar dan Grab agar dihapuskan.
Imam, salah satu pengunjuk rasa mengatakan kepada awak media, semakin hari pendapatan mereka menurun.

“Dulu sebelum ada Gojek dan Grab sehari kami bisa mendapatkan penghasilan 100 ribu rupiah. Tapi sekarang mau dapat 100 ribu saja payah kali. Sudah gitu ruang gerak kamipun dibatasi. Cemanalah kami ini Bang. Becak kami kredit 600 ribu sebulan belum lagi belanja untuk anak istri kami,” kata Imam sambil meneteskan air mata.

Sementara itu sempat terjadi keributan pada saat seorang pengemudi gojek yang melintas di depan kantor DPRD , masa yang beringas mangambil helm dan memukuli pengendara gojek.

Aparat kepolisian yang melihat kejadian ini segera melerai dan menyuruh pengendara gojek untuk melanjutkan perjalanan.
Namun naas helm gojek di ambil oleh massa dan dihancurkan.

Massa aksi yang mengatasnamakan Solidaritas angkutan dan tranportasi umum (Satu) menyebut UUD 1945 pasal 27 ayat 2 mengamanatkan, setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusian.

Namun dalam situasi sekarang ditengah himpitan kehidupan yang semakin sulit, abang becak, supir angkot dan supir taxi harus dihadapkan pada pilihan pahit dengan keberadaan angkutan tranportasi berbasis online yang ada saat ini antara lain gojek,grab,go car, uber dan taxi gelap yang setiap saat menjadi momok yang sangat menakutkan.

Pimpinan aksi Johan Merdeka, kepada awak media mengatakan tuntutannya antara lain
1. Hentikan operasional angkutan umum berbasis online
2. Berikan kebebasan seluas-luasnya untuk operasional becak bermotor, angkot termasuk larangan masuk kejalan imam bonjol, sudirman, pelabuhan, bandara udara, hotel dan lain sebagainya.
3. Permudah dalam pengurusan speksi, STNK/BK terhadap becak.
4. Hentikan diskriminasi terhadap abang becak dan supir.
5. Berikan jaminan sosial yang layak kepada keluarga (anak dan istri kami).
6. Jadikan becak sebagai icon wisata.

Pihak pemerintahan kota medan memberikan kesempatan kepada perwakilan aksi untuk masuk dan bermediasi, namun hal ini ditolak oleh masa dan memaksa meminta wali kota untuk hadir ditengah mereka. (Red)

You may also like
Pedagang Pasar Horas Geruduk Kantor DPRD
Petugas Imigrasi Bubarkan Puluhan Pengungsi Afghanistan, Irak dan Pakistan Saat Akan Demo
Takut Didemo, Poldasu Buru-Buru Serahkan Berkas Mujianto ke JPU
Puluhan Karyawan Magang RSUD Dr Djasamen Saragih Demo Tuntut Haknya
Supir Angkot Demo Keberadaan Transfortasi Berbasis Online di Siantar
Koordinator Demo Betor Ditangkap Polisi

Leave a Reply