Home > Olah Raga > RAKERNAS: Kemajuan SOIna Terletak di Daerah

RAKERNAS: Kemajuan SOIna Terletak di Daerah

Jakarta, Sorotdaerah.net – Pengurus baru periode 2015-2019 Special Olimpic Indonesia (SOIna) mengadakan Rakernas di Grand Cemara Hotel, Jakarta pada Jumat (5/8/2016) . Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus pusat SOIna, pengurus daerah dari 34 provinsi. Selain pengurus, Rakernas ini dihadiri undangan dari Kemenpora, Kemendikbud, Kemensos dan beberapa lembaga terkait termasuk Persatuan Orangtua Penyandang Donw Syndrom (Portas).

Dalam sambutannya ketua SOIna Faisal Abdullah mengucapkan terimakasih atas kehadiran pengurus maupun perwakilan dari daerah yang telah meluangkan waktunya menghadiri rakernas SOIna tahun ini. Dalam kesempatan ini beliau juga memaparkan kondisi kepengurusan SOIna di berbagai provinsi yang sudah habis masa periodenya, termasuk di dalamnya pengda SOIna Sumatera Utara. Pengda SOIna SUMUT sudah berakhir masa kepengurusannya sejak tahun 2008 lalu.

“Pelaksanaan Rakernas kali ini dapat dibicarakan berbagai strategi yang baik khususnya bidang organisasi untuk kembali menjebatani terbentuknya pengda di seluruh provinsi. Sebab kemajuan SOIna terletak kepada daerah yang langsung bersentuhan dengan atlit itu sendiri,” kata Abdullah sebelum membuka secara resmi rakernas tahun 2016, Jumat (5/8).

Dari laporan panitia pelaksana diketahui bahwa hanya 17 provinsi yang mengirimkan untusan pengdanya dari 34 provinsi yang ada, Hal ini diketahui dari registrasi panitia sampai pembukaan. Keadaan ini terjadi karena telah banyaknya pengda diberbagai provinsi yang sudah tidak aktif lagi dan mungkin juga karena kendala dana untuk mengikuti event nasional ini. Sebab biaya transport peserta mengikuti kegiatan ini memang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengda provinsi setempat.

Pengda SOIna Sumatera Utara, tampak dihadiri oleh Minton Harianja dan Mardi Panjaitan. Kehadiran kedua praktisi olahraga SUMUT ini dikarenakan beban moral dan tanggung jawab terhadap anak-anak berkebutuhan khusus secara khusus Tuna Grahita. “Hal ini merupakan beban moral bagi kami, kata Mardi kepada Sorot Daerah saat di hubungi, Jumat (5/8), malam.

Praktis setelah Pornas 2010 SOIna SUMUT tidak pernah lagi mengadakan kegiatan, fakumnya kepengurusan ini menyebabkan berkurangnya kesempatan anak-anak Grahita mengikuti event di tingkat nasional maupun internasional, seperti tahun lalu kegiatan SOWG yang berlangsung di Los Angles , Amerika Serikat, berlalu begitu saja.

Rakernas yang berlangsung mulai tanggal 5-7 Agustus 2016 ini, diharapkan pengurus pusat SOIna dapat mengeluarkan mandat pembentukan kembali kepengurusan yang telah mati di berbagai provinsi termasuk Sumatera Utara, sebab kemajuan dan prestasi atlit SOIna tidak terlepas dari kemajuan masing-masing Pengda di daerah.

Di hari pertama kegiatan rakernas ini selain perkenalan pengurus baru SOIna kepada pengurus pengda. Selain itu, sharing tentang kesulitan atau hambatan yang dialami masing-masing daerah dilakukan dalam bentuk sharing. Tukar informasi atau bringstorming terlihat sangat hangat sekali, banyak sekali masukan dan saran dari berbagai pengda dan penggiat serta pemerhati anak yang mencoba memberikan solusi untuk setiap persoalan yang sedang dan akan dialami ke depan.

Minton Harianja, perwakilan Pengda SUMUT mengatakan, “saya berharap setelah rakernas ini segera terbentuk kepengurusan SOIna di SUMUT, saya memimpikan kepengurusan nanti kiranya dapat berkerjasama dengan berbagai instansi terkait seperti pemerintah provinsi Sumut, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial, kalau keempat dinas ini mau terlibat dalam memperhatikan anak-anak Grahita,” katanya.

Harianja menambahkan jika dinas terkait ditatas bekerjasama dengan baik, pihaknya memastikan SOIna Sumatera Utara pasti akan maju dan dapat menciptakan atlit Tuna Grahita yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Gerakan cepat diperlukan untuk pembenahan di pengda mengingat kalender kerja PP SOIna yang sudah ada seperti kompetisi di PORNAS 2018 dan SOWG 2019. Sumatera Utara mampu bersaing sebab banyak potensi atlit yang tersebar di 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut. Yang terpenting saat ini adalah perhatian sehingga adanya kompetisi di tingkat daerah yang berjenjang dan kontiniu sehingga melahirkan atlit nasional dan internasional,” tutup Harianja. (MP/JO)

You may also like
SOIna adakan Train The Trainer
Meski Mahal dan Ribet, Pengurus SIM di Satlantas Polrestabes Medan Membludak
Perdana! Besok OJK Gelar Dialog Dengan Stakeholder
Koperasi Guru dan Pegawai YP. HKBP Sidorame Medan Pilih Pengurus Baru Periode 2017-2022
Komitmen Pencegahan Korupsi
Olahraga Indonesia Tertinggal?

Leave a Reply