Home > Sajak > [Resensi Filem] “My Priority is KIM”

[Resensi Filem] “My Priority is KIM”

Oleh Dedy Hutajulu

BRIAN MILLS masih tetap memukau. Meski usianya sudah tua, tetapi sang agen CIA itu tetap tangguh dan lincah. Kecerdasannya dan ketajamannya menginvestigasi selalu bikin musuh-musuhnya ketar-ketir.

Serial TAKEN 3, yang dimulai dengan narasi tewasnya Lenoro, mantan istrinya adalah pembuka yang sukses menarik perhatian penonton. Lennny, begitu nama akrabnya, tewas di apartemen Brian, pada suatu malam, sesaat setelah pesan masuk ke ponsel Brian. Pesan berisi agar Brian segera menemuinya karena emergensi.

Namun, rupanya Brian telah dijebak. Setibanya di apartemennya, Brian mendapati Lenny telah meregangnya nyawa di kamar. Seketika, polisi telah mengepung apartemennya dan menuduh Brian sebagai tersangka.

Brian berusaha menjelaskan bahwa bukan dia pelakunya, tetapi polisi ngotot ingin menangkapnya. Brian pun melumpuhkan polisi yang sudah menodongkan pistol ke arahnya, dan dengan lihai ia meloloskan diri. Kabur dengan melompat dari jendela. Berlari terus dan menghilang lewat saluran air (limbah pembuangan kota).

Brian menjadi buronan. Kepala investigasi CIA menjadikannya tersangka utama, tanpa mau mencari tahu motif apa dibalik pembunuhan tersebut serta siapa dalang sebenarnya. Mayat Lenny dievakuasi ke rumah sakit. Diam-diam Brian menyusup ke rumah sakit dan mengecek kondisi mayat Lenny yang sudah dimasukkan ke kulkas. Ada bekas jerat di lehernya. Kematian Lenny memukul batin Brian, begitu pula Kim, putri mereka, terguncang hebat jiwanya.

Kematian Lenny jadi misteri bagi Brian. Dan ia bertekad untuk mengungkap kematian istrinya itu. Proses investigasi pun dilakukannya. Namun lika-liku jalan dihadapinya. Gerak-gerik putrinya diawasi. Email, telepon, faximile dan perantara pesan lainnya yang menyangkut Brian diperiksa polisi. Filem ini, menurut saya, sangat apik digarap.

Cukup sulit mengikuti alurnya. Meski, memang bisa ditebak siapa pembunuh sebenarnya. Namun bagi saya, cara sang aktor utama menghabisi musuh-musuhnya penuh taktik dan strategi matang. Lebih dari itu, ada sebuah pesan filosofis yang saya kutif ketika kepala investigasi menanyakan apa prioritas utamanya. “My priority is KIM.”

Menyelamatkan putrinya dari tanga penjahat, sebagai prioritas utama Brian, adalah suatu sikap yang luar biasa dari seorang ayah. Brian mempertaruhkan segalanya demi Kim, termasuk nyawanya. Inilah puncak dari sebuah kasih sayang Brian setelah Lenny pergi.

Selamat menonton, teman-teman.

 

Leave a Reply