Home > Daerah > Teknologi IPAT-BO Hasilkan Gabah 10,1 Ton Per Hektare

Teknologi IPAT-BO Hasilkan Gabah 10,1 Ton Per Hektare

Binjai, Sorotdaerah.com – Petani padi di Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur sukses meningkatkan kapasitas produksi gabah sebesar 10,1 ton per hektare, dengan menerapkan teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO).

Hal itu diketahui berdasarkan hasil panen perdana padi varietas sidenuk melalui teknologi IPAT-BO, di lahan persawahan Jalan Danau Maninjau, Kelurahan Sumber Karya, yang diprakarsai Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Pilar Andalan Sinergi (LPM PAS), Senin (23/1) pagi.

“Sebenarnya lahan di wilayah ini tergolong tandus. Sangat tidak cocok untuk padi. Bahkan lewat metode tanam konvensial, kapasitas produksi gabah hanya berkisar antara 3 hingga 4 ton per hektare saja,” terang Supit (45), salah seorang petani setempat.

“Namun sekarang ini berbeda. Sebab melalui teknologi IPAT-BO, masa panen padi menjadi lebih cepat, dan jumlah bulir semakin banyak. Tidak heran jika kapasitas produksi gabah meningkat drastis hingga lebih dari 10 ton per hektare,” imbuhnya.

Direktur LPM PAS, Gunawan Hadi Sahputra, mengatakan, penerapan teknologi IPAT-BO memberikan banyak keuntungan bagi petani. Selain meningkatkan kapasitas produksi gabah, beras yang dihasilkan juga lebih sehat, karena berbasis organik.

IPAT-BO sendiri, katanya, merupakan sistem produksi holistik dan terencana dengan menitikberatkan pemanfaatan kekuatan biologis tanah sebagai pabrik pupuk alami, dan tanaman input lokal untuk pemulihan kesehatan lahan, guna meningkatkan kapasitas produksi padi.

“Pada teknologi IPAT-BO, proses penanaman pagi.akan lebih efektof dan efisien, karena lebih hemat air, hemat bibit, hemat pupuk anorganik, hemat pestisida, serta mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil panen,” terangnya.

Dengan demikian, seru Gunawan. Teknologi ini diharapkan mampu mendongkrak hasil panen padi yang ditanam pada lahan terbatas, sehingga menjamin pemenuhan kebutuhan pangan untuk penduduk di wilayah perkotaan.

Sebelumnya, Walikota Binjai HM Idaham, melalui Asisten III Administrasi Umum, Tengku Amri, mengaku sangat tertarik dengan teknologi IPAT-BO, yang diprakarsai LPM PAS. Dia juga berharap teknologi tersebut dapat diterapkan di Sumatera Utara, terutama di Kota Binjai.

“Pemerintah Kota Binjai siap menyediakan lahan persawahan seluas 50 hektare di Kecamatan Binjai Selatan, sebagai lokasi pengembangan program IPAT-BO selanjutnya, guna menjamin terwijudnya program kemandirian pangan,” seru Amri. (AA)

You may also like
Goreng Kacang Pakai Tenaga Surya

Leave a Reply