Sorotdaerah.com – Masih ingatkah dengan kasus enam anak yang terlantar di Kota Medan? Tiga dari enam anak tersebut terpaksa putus sekolah karena kemiskinan. Ibu mereka minggat dari rumah dan tak kunjung kembali. Sedangkan ayah mereka tak berdaya mengurus keenam anak-anaknya itu.

Kasus ini mencuat ke permukaan setelah diblow up oleh Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera, melalui halaman Facebooknya. Video yang menggambarkan anak-anak kelaparan itu sempat viral berminggu-minggu sehingga memicu perhatian publik.

Sehari pascaviralnya video tentang anak terlantar itu, Tokoh Masyarakat Sumut, Rajamin Sirait langsung datang berkunjung menemui anak-anak tersebut di rumahnya di Jalan Masjid Ujung Pasar I, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Saat Rajamin berkunjung, si anak bungsu sedang terjangkit diare. Rajamin pun menelepon Kapolda Sumut kala itu dijabat Irjen Agus Andrianto.

Anak terlantar ini sedang makan roti yanh diberikan orang. Ia sering kurang makan.

Saat itu juga, anak yang kena diare itu dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk ditangani medis. Penanganan anak tersebut berkat atensi Kapolda. Tiga hari empat malam, anak tersebut dirawat inap di rumah sakit hingga sembuh.

Setelah sembuh, barulah dia diizinkan pulang. Jika si bungsu sakit-sakitan, Cantika br Rajagukguk, anak sulung tampil lebih dewasa. Ia mengambil sebagai ibu bagi kelima adik-adiknya. Selama adiknya dirawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, dialah yang menjaganya seorang diri. Sementara Ibu mereka tidak tau rimbanya dan ayah mereka tidak peduli.

Rajamin Sirait juga mengabarkan kondisi anak terlantar ini kepada Walikota Medan. Karena keluarga ini sama sekali tidak memiliki identitas, khususnya kartu keluarga serta tak punya selembar apapun sebagai dasar penerbitan Kartu Keluarga mereka.

Hari ini 2 September 2020 siang, kembali anak terlantar ini mendapat kunjungan dari Seniman dan Budayawan Aritonang Kota Medan Maha Rajagukguk. Ia datang berkunjung sekaligus berbagi kasih kepedulian berupa sembako.

Maha Rajagukguk terkejut ketika mendengar penuturan keenam anak tersebut yang sedari pagi tidak makan karena tak ada makanan di rumah. Kaki anak-anak ini korengan dan tak pernah diobati.

“Mirisnya tak satu pun dari keenam anak ini yang menikmati pendidikan dengan baik,” terang Ketua YPPS Uba Pasaribu yang datang bersama Budayawan, Aritonang.

Kolase photo enam anak terlantar di Kota Medan

Maha Rajagukguk spontanitas membeli nasi agar anak-anak itu bisa bersantap siang. Sedangkan Uba Pasaribu menyerahkan bantuan kelambu, karena anak-anak itu tidur tanpa kelambu padahal banyak nyamuk. “Anak-anak ini harus kita selamatkan masa depannya. Mereka hidup dalam keprihatinan, padahal baru kemarin kita merayakan 75 tahun kemerdekaan. Ternyata anak-anak ini kelaparan, tak beridentitas dan tak jelas masa depannya,” pungkas Uba. (*)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *