Salah satu tantangan terbesar peradaban global saat ini ditandai dengan masih menguatnya jiwa sektarianisme, menggeloranya semangat partikularisme hampir di semua lini kehidupan: sebuah sikap yang menjadikan dirinya atau kelompoknya sebagai ukuran kebenaran dan menganggap orang lain tidak layak dalam kehidupan.

Oleh Pendeta Gereja Methodist Indonesia Pdt Estomihi Hutagalung

DI DALAM realitas tantangan global demikianlah, agama dan gereja dipanggil dan diperintah oleh Tuhan Allah agar menjadi berkat bagi dunia. Sebuah panggilan yang menempatkan gereja agar tidak sibuk memikirkan kenyamanannya sendiri, tidak sibuk menikmati kebesaran dan kehebatannya. Justru dalam kehebatan dan kebesaran potensi dirinya, gereja harus dengan sukarela mengorbankan kepentingan dirinya sehingga menjadi berkat bagi dunia.

Maka, dibutuhkan pribadi pemimpin yang berkarakter kuat, sebagai konstruksi dasar hidup bersama dalam persekutuan, dalam koinonia, yang ditandai dengan adanya kerendahan hati yang tulus dan kebesaran jiwa untuk merangkul, bukan hanya anggota sesama gereja, mempunyai keberanian yang besar menerobos batas sektarian serta mampu hidup dalam koinonia, sebagai wujud oikumene. Sehingga gereja bukan hanya menjadi besar, tetapi menjadi berkat bagi dunia.

Dalam panggilan jiwa dan panggilan realitas itulah, kita meyakini Pdt. Dr. Deonal Sinaga mampu mengembangkan dan bertanggung jawab pada panggilan tugas pokok gereja, guna menyuburkan dan memberi buah yang lebat bagi kehidupan bersama di kalangan gereja-gereja di Indonesia, bahkan di seluruh dunia dan lintas agama. Sehingga gereja-gereja di Indonesia akan bersekutu, berkoinonia dan benar-benar menjadi berkat bagi dunia. (*)

Kolase Photo Pdt. Dr. Deonal Sinaga

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *