Sorotdaerah.com – Pada April 2020, Food and Agriculture Organization telah memberikan peringatan adanya potensi krisis pangan dunia. PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ), melalui anak perusahaannya, PT ANJ Agri Papua ternyata selangkah lebih depan membaca situasi ini.

Dalam pekan sagu Nusantara 2020, ANJ hadir mengampanyekan sagu sebagai pangan sehat asli Indonesia, serta menjadi solusi masalah krisi pangan masa depan. Nunik Maharani, Group Head of Corporate Communication ANJ mengaku, lebih dari sepuluh tahun ANJ bergelut dalam masalah pasar sagu.

“Berkat komitmen dan dedikasi tinggi para pemegang saham, ANJ kini mampu melakukan terobosan agar industri ini sukses terbangun di Papua,” ucap Nunik. Saat ini, ANJ telah mengampanyekan sagu melalui berbagai diskusi, penulisan buku, membangun restoran berbahan dasar sagu, maupun aktif mengikuti pameran pangan.

Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti menerangkan, Indonesia memiliki luas lahan sagu terbesar di dunia. Dari 6,5 juta hektar lahan sagu di seluruh dunia, sebesar 5,4 juta hektar berada di Indonesia. Lebih dari 95 persen terfokus di wilayah Papua (5,3 juta ha).

Namun Potensi pengembangan lahan sagu di Indonesia baru dimanfaatkan sekitar 6 persen dengan produksi tidak lebih dari 500.000 ton dan konsumsi sagu nasional baru 0,5 kg/kapita/tahun.

“Jika kita bisa mengoptimalkan tanaman sagu dengan baik, maka kita tidak akan mengalami permasalahan kebutuhan pangan kedepan. Bahkan kita bisa menjadi lumbung pangan dunia,” lanjut Sri.

Ia mengungkapkan, kolaborasi seluruh stakeholders untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan sagu benar benar krusial. “Kami menyambut baik semua inisiasi ANJ dan PT. Kitong Bisa Consulting (KBC) sebagai perusahaan yang mendukung pengelolaan sagu. Perlu banyak lagi perusahaan yg berorientasi produksi dan ekspor untuk mengangkat perekonomian Indonesia,” ucapnya.

Co-Founder KBC, Benyamin Innanosa, sepakat bahwa potensi sagu Papua perlu dibawakan dalam strategi ketahanan pangan nasional. “Semoga pekan sagu nusantara ini bisa menjadi momentum besar untuk mendorong industri sagu sebagai salah satu jawaban masalah kelangkaan pangan masa depan,” ujarnya. (Ven)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *