Oleh: Marissa Sinaga

SEBAGAI negara yang memiliki populasi ke-empat terbesar di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat, Indonesia harus bijak menerima kenyataan ini dengan memandang bahwa penduduk dengan jumlah besar merupakan elemen penting bagi pembangunan yang kaya “potensi” sekaligus juga beragam “permasalahan”. Lantas, sudah bagaimana kondisi terkini kependudukan di di negeri ini? Bagaimana cara mengetahuinya?

Undang-undang No. 6 Tahun 1997 tentang Statistik mengamanatkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga negara yang melakukan pengumpulan data dasar melalui Sensus Penduduk. Pelaksanaan Sensus diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam sepuluh tahun. Selanjutnya, pelaksanaan sensus penduduk tersebut dilakukan pada tahun yang berakhiran 0 (nol), seperti tahun 2020. Pengumpulan data kependudukan di Indonesia sebelum tahun ini telah dilakukan sebanyak enam kali, yaitu pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.

Walaupun kondisi bangsa Indonesia “terguncang” dengan mewabahnya Covid-19, sensus penduduk 2020 tetap digelar. Tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Sensus 2020 ini diawali dengan pelaksanaan Sensus Penduduk Online (SP Online) mulai 15 Februari hingga 29 Mei 2020. SP Online Tahun 2020 ini mencatat sejarah baru dalam metode pengumpulan data penduduk di Indonesia karena masyarakat Indonesia diharapkan mencatatkan dirinya secara sadar dan mandiri melalui website: www.sensus.bps.go.id.

Melalui sensus penduduk daring ini, 51,36 juta penduduk atau 19,05 persen dari total penduduk Indonesia telah tercatat. Jika ditinjau lebih mendetail berdasarkan aspek kewilayahan maka tingkat respon SP Online tertinggi di Indonesia adalah Provinsi Jawa Tengah dengan tingkat partisipasi 9,6 juta orang, sedangkan yang terendah adalah Papua Barat dengan hanya sekitar 6 ribu orang yang sudah mengikuti SP Online.

SP2020 di Sumatera Utara

Sensus Penduduk Online di Sumatera Utara menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Hasilnya diperoleh penduduk respon SP Online di Sumatera Utara mencapai 2,36 juta penduduk atau sekitar 15,98 persen dari total penduduk Sumatera Utara. Mencakup 563.600 keluarga atau 14,82 dari total keluarga di Sumatera Utara. Sumbangan terbesar penduduk respon SP Online di Sumatera Utara adalah penduduk Kota Medan, disusul oleh Langkat, Asahan, Deli Serdang, dan Dairi.

Marissa Sinaga, penulis

Sedangkan respon terendah dari kota Tanjung Balai dan Tebing Tinggi. Namun, jika dilihat dari persentase jumlah penduduk respon terhadap jumlah masing-masing penduduk kabupaten/kota, paling banyak merespon adalah Kabupaten Dairi, yakni hampir 50 persen dari total penduduknya

Pelaksanaan Sensus Penduduk Tahun 2020 dilanjutkan pada September 2020. Penduduk yang tidak bisa berpartisipasi pada SP Online telah dicatat pada bulan ini. Dengan demikian, tidak ada satu pun penduduk tidak tercatat. Data administrasi Kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai data dasar dimutakhirkan sesuai hasil SP Online.

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pengecekan keberadaan daftar penduduk tersebut dan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh petugas sensus penduduk
Delapan wilayah kabupaten/kota di Sumatera Utara melakukan pengecekan dan verifikasi penduduk secara langsung menggunakan metode tatap muka “door to door”. Delapan wilayah tersebut adalah Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Batu Bara, Kota Sibolga, Kota Tanjung Balai, Kota Pematang Siantar, Kota Tebing Tinggi, Kota Medan, dan Kota Binjai.

Wilayah lainnya (25 kabupaten/kota) menggunakan metode dengan meminimalkan durasi kegiatan bertatap muka secara langsung. Pelaksanaan sensus penduduk tetap dilakukan “door to door”. Akan tetapi petugas hanya akan mengantar dokumen kuesioner untuk diisi rumah tangga yang bersangkutan. Setelah selesai diisi, maka diwaktu yang berbeda, petugas sensus akan dating menjemput dokumen tersebut. Metode jenis ini biasa dikenal dengan istilah Drop Off Pick Up (DOPU).

Hal penting lainnya adalah semua petugas sensus penduduk dalam melakukan pengumpulan data di lapangan harus mengikuti protocol kesehatan pencegahaan virus Covid-19. Yakni selalu menggunakan masker, face shield, sarung tangan serta hand sanitizer. Selain itu, untuk memastikan kepada masyarakat bahwa semua petugas sensus penduduk terbebas dari virus covid 19, seluruh petugas diwajibkan menjalani rapid tes.

Saat ini, kegiatan Sensus Penduduk 2020 sudah memasuki tahap pengolahan. Output yang diperoleh dari pendataan ini tentunya sangat penting untuk pemerintah dalam menyusun program-program kependudukan dan sosial, antara lain dalam bidang transportasi, komunikasi, tata ruang dan lingkungan, perumahan, pendidikan, kesehatan, dan social budaya untuk kemajuan bangsa.

Terimakasih warga Indonesia, datamu berharga untuk Indonesia yang lebih baik melalui Sensus Penduduk 2020. (*)

*) Penulis adalah Fungsional Statistisi pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Toba.

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *