[Obituari] Pdt Agustinus Purba, STh, MA

Seorang pria bersama 11 mahasiswa lainnya dari Asia dan Afrika mengikuti Program Study Master of Arts di Bidang Diakonia di Center for Mission and Diakonia (CMD) United Evangelical Mission (UEM) di kota Bielefeld -Jerman, tempat saya melayani. Lelaki itu adalah Pdt. Agustinus Purba, STh., MA yang dikemudian hari didaulat menjadi Ketua Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP).

Di situlah awal saya mengenal beliau, melalui hubungan personal dan pelayanan sejak 2011. Saya memerhatikan beliau sebagai pribadi yang sungguh-sungguh melayani. Dia melayani dengan segenap hati: melayani setiap orang yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang suku, agama atau status sosial ekonomi bahkan ideologi orang yang dilayaninya. Beliau benar-benar menghidupi pengajaran Tuhan Yesus “melayani,  bukan untuk dilayani.”

Sejak menyelesaikan study Master of Arts di Jerman, dalam waktu tiga minggu beliau telah memimpin gerakan sosial di Kabanjahe, Karo, Sumut yang melibatkan ribuan warga untuk menuntut pemerintah dan wakil-wakil rakyat melakukan tindakan nyata dalam mengatasi penyakit-penyakit sosial di tengah masyarakat.

Tidak lama kemudian, meletus Gunung Sinabung yang membawa korban jiwa dan materi yang sangat besar serta memaksa masyarakat di sekitar Sinabung mengungsi ke berbagai wilayah di Tanah Karo.

Sebagai Kepala Departemen Diakonia waktu itu, Pdt. Agustinus Purba langsung memimpin upaya evakuasi korban dari tempat-tempat paling berbahaya. Bersama warga, penatua dan para pendeta yang melayani di tanah Karo dan berbagai tempat, Pdt. Agustinus berkoordinasi dengan Ketua Moderamen kala itu Pdt. Matius Barus, para ketua klasis dan anggota moderamen GBKP, mengerahkan semua potensi yang dimiliki oleh GBKP untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban bencana.

Di bawah koordinasi Pendeta Agustinus Purba, GBKP tampil sebagai pemeran utama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat korban bencana dan yang terkena dampak bencana alam di Tanah Karo. Gereja memberikan bantuan dengan mendirikan pos-pos penampungan pengungsi, mendirikan dapur umum, mengupayakan pengobatan bagi para korban, pelayanan pastoral dan trauma healing. Pelayanan GBKP bagi korban bencana berlangsung berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Pemerintah Republik Indonesia memerhatikan apa yang dilakukan oleh GBKP. Dari berbagai badan, kelompok masyarakat atau organisasi termasuk gereja yang memberikan bantuan dan pertolongan, GBKP memiliki keistimewaan. Pemerintah menilai ketulusan, keseriusan, konsistensi, integritas, transparansi dan akuntabilitas yang ditunjukkan GBKP. Gereja benar-benar tulus melayani semua korban, tanpa memandang suku dan agama.

Karena itu,  pemerintah Indonesia mengakui jasa-jasa luar biasa dalam kemanusiaan untuk penanggulangan bencana yang ditunjukkan oleh GBKP. Pengakuan ini ditunjukkan melalui penganugerahan “Tangguh Award 2014” Untuk Tokoh  Inspiratif Reksa Utama Anindha.

Penghargaan ini diserahkan oleh Kepala BNPB (waktu itu dijabat) Syamsul Maarif kepada Pdt. Agustinus Purba , STh, MA dalam acara Penghargaan Anugerah Bidang Kemanusiaan pada 13 Oktober 2014 di Bengkulu – Satu tahun sejak meletusnya Gunung Sinabung. Acara ini juga diikuti oleh moderamen Pdt. Rosmalia Barus dan ibu Rosmeri Peranginangin (Ny. Agustinus Purba).

Kami tetap bertukar pikiran  dalam berbagai pelayanan sekali pun kami di Jerman dan Pdt. Agustinus di Kabanjahe. Setelah kami kembali pada akhir 2014 dan ditempatkan di HKBP Ressort Cinta Damai Medan, kami sering berbagi dan saling mendukung dalam pelayanan. Bahkan para pemuda HKBP Cinta Damai dapat merasakan wibawa kepemimpima Pdt. Agustinus Purba ketika mereka terlibat dalam pelayanan di Posko pengungsian.

Dalam Ibadah Pembukaan Sinode Agung GBKP pada tahun 2015, Ketua Moderamen Pdt. Matius Barus mengundang saya untuk berkhotbah. Saya sangat bahagia, bahwa dalam Sinode itu Pdt. Agustinus Purba terpilih sebagai Ketua Moderamen GBKP dalam usia yang relatif muda (49 tahun). Gereja merindukan pemimpin yang benar-benar melayani dengan segenap hati.

Sekali pun GBKP tetap harus menangani korban bencana alam Sinabung, tetapi ketika terjadi bencana alam di Philipina, Pdt. Agustinus Purba juga mengupayakan bantuan GBKP bagi korban di Philipina. Ketika terjadi Banjir Bandang di Tanah Alas  di Palu dan di berbagai tempat di Indonesia ini, GBKP begitu cepat hadir mendirikan Dapur Umum, mengupayakan bantuan pengobatan dan pertolongan darurat lainnya.

Kiprah pelayanan Pdt. Agustinus Purba bersama GBKP telah menjadi inspirasi bagi gereja dan badan-badan lain di Indonesia ini, bahkan di kancah antar negara. Tidak mengherankan jika dalam beberapa tahun terakhir ini banyak gereja dan badan-badan atau organisasi kemanusiaan di Indonesia, Asia, Afrika dan Eropa mengundang beliau sebagai nara sumber dan menjadi inspirator dalam pelayanan Diakonia Masyarakat.

Pendeta Agustinus Purba telah menunjukkan keteladanan, bahwa menjadi pimpinan gereja itu bukan soal jabatan, uang, kuasa, pujian atau ketenaran. Itu adalah soal bagaimana kita memberikan pelayanan terbaik bagi warga masyarakat, terutama mereka yang paling miskin, paling hina, paling lemah dan termarginal.

Tuhan Yesus berkata, “Mari, hai kamu yang diberkati BapaKu, terimalah kerajaan yang disediakan BapaKu bagimu sejak dunia dijadikan; Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika  Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku…sesungguhnya, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25: 34-40).

Semua sahabatku, warga GBKP, semua penatua (pertua), semua pendeta dan pelayan, juga bapak Sekretaris umum GBKP dan semua moderamen yang merasa kehilangan dengan kepergian hamba Tuhan yang baik hati Pdt. Agustinus Purba, kami turut berdukacita.

Kepada itoku yang baik hati Rosmeri Peranginangin, kuatkan hatimu dan tetap semangat! Dia telah melakukan yang terbaik. Ikhlaskan hatimu, karena tidak ada yang dapat menghalangi kepergian hamba Tuhan yang penuh kasih ini.

Bereku Thea, Louis dan Paskal, kuatkan hatimu dan tetap semangat mewujudkan cita-cita bapa dan mama! Banggalah telah memiliki kesempatan menyaksikan hidup seorang hamba Tuhan yang luar biasa dan dapat menikmati tahun-tahun kebersamaan dan pelayanan seorang ayah yang penuh kasih, integritas dan iman yang tangguh!

Sungguh Pdt. Agustinus Purba adalah berkat, sukacita dan inspirasi bagi banyak orang, khususnya bagi saya sendiri.

Dari kami sahabatmu: Pdt. Deonal Sinaga, Omega Sitorus, Dylan, Louis dan Josiah.

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *