Oleh Lindung Silaban

Olah raga bukan saja seni merawat tubuh, tetapi juga senjata pengubah perilaku. Dulu, beberapa berandalan yang suka berkelahi dan tak bisa jauh dari rokok, kemudian secara dramatis berubah menjadi insan-insan bugar sekaligus pelopor perdamaian. Olah raga serupa candu yang memberikan pencerahan positif.

Itulah yang dirasakan para pemuda yang tergabung dalam Garuda Street Workout (GSW). Komunitas yang baru berumur dua tahun itu telah banyak memberi manfaat bagi anak muda. “Aku sudah merasakan dampak olah raga itu. Ada baiknya aku berbagi dengan orang lain,” kata Pendiri GSW Anda Pane (33 tahun), saat diinterviu baru-baru ini.

Kelahiran komunitas ini terbilang unik. Pane yang suka memperhatikan sekelilingnya merasa ganjil dengan perilaku anak muda di Jakarta. Acap kali ia menemukan anak muda malas berolah raga. Dari observasi keci-kecilan, Anda berkesimpulan bahwa banyak anak muda di ibukota yang membutuhkan aktivitas olahraga.

Dengan kesimpulan itu, Anda mencoba gagasan baru dengan mengajak beberapa rekannya para pemuda yang tinggal di sekitara kantor Wali Kota Jakarta Timur.  Tak disangka, ajakan Anda itu gayung bersambut. Anak-anak muda itu antusias untuk latihan bersama.

Dari situlah kemudian, Anda membentuk komunitas yang dinamai GSW. Sebagai komunitas, mulailah ia menyusun jadwal latihan rutin setiap minggu. Rupanya, akitivitas komunitas ini mendapat perhatian dari kalangan orangtua. Beberapa orangtua juga turut bergabung. Akhirnya GSW tidak membatasi usia. Siapa saja bisa bergabung. “Saya berharap, masyarakat urban yang kesehariannya sibuk dengan pekerjaan, sekolah, kuliah dan bisinis masih mau menyempatkan diri untuk berolahraga,” ungkapnya.

Selain untuk membentuk kebugaran raga, melalui komunitas ini, Anda juga punya misi lain. Ia ingin membangun rasa persatuan dan kesatuan. Itulah sebabnya anggota komunitas ini lintas etnis, lintas agama dan dari berbagai latar belakang profesi.Ia bertekad, komunitas GSW menjadi wadah yang mempersatukan. “Paling menarik bagiku ialah ketika komunitas itu terwujud, kita kuat secara fisik dan jiwa persatuan,” ungkap alumnus Magister Pendidikan Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu.

Melalui komunitas ini, Anda juga berbagi ilmu keolahragaan dengan sejumlah pelajar seperti murid-murid Sekolah Menengah Atas. Para pelajar ini mendapatkan komunitas yang sehat untuk latihan fisik. Bagi mereka yang bermimpi ikut seleksi Akademi Kepolisian ataupun Akademi Militir, latihan fisik di komunitas GSW amat membantu.

Menurutnya, semua anggota komunitas yang mengikuti seleksi masuk Polisi dan TNI lulus dalam tes fisik. Hal itu sangat membanggakan hati Anda.

Sayangnya, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020, komunitas GSW total berhenti latihan bersama demi menangkal penularan virus corona. Namun, olah raga bisa dikerjakan dimana saja. Anda kemudian menganjurkan agar setiap anggota latihan di rumah masing-masing. Setiap hari mereka selalu membuat tantangan push up 500 kali. Kemudian setiap anggota wajib membuat laporan di grup WhatsApp bahwa mereka menjalankan push up 500 kali. Ia juga memberi pelayanan bimbingan khusus bagi anggota yang ingin bertanya seputar kebutuhan program olahraga.

Anda tak pernah berhenti untuk mengedukasi masyarakat dampingannya. Kini ia juga membentuk komunitas kaum bapak yang tinggal di sekitar tempat tinggalnya untuk berolahraga. Ia mengajak para kaum bapak tersebut untuk hidup sehat. Menurutnya hal ini penting untuk menjaga kebugaran bagi masyarakat urban yang memiliki tuntutan hidup yang kompleks.

Anda Pane

“Memiliki kualitas rohani itu baik, namun memiliki rohani dan jasmani yang tangguh jauh lebih baik untuk melakukan hal-hal baik bagi orang lain,” ucap pria menyandang Dan I Karatedo itu.

Anda mengatakan saat ini banyak masyarakat yang mengaku tak memiliki waktu untuk berolahraga. Menurutnya pengakuan tidak memiliki waktu untuk berolahraga sama dengan mengatakan kesehatan tidak penting. Untuk menjawab semua alasan-alasan masyarakat yang tidak menyempatkan diri untuk berolahraga, ia membentuk komunitas 5 kali push up satu hari. Komunitas ini salah satu solusi untuk membiasakan diri berolahraga.“Olahraga itu harus menjadi gaya hidup bagi kita,” kata ayah dua anak ini.

Ia berharap semua para pegiat olahraga terkhusus guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan giat mengolahragakan masyarakat. Sehingga masyarakat teredukasi menjaga kesehatan dengan baik

“Seorang ibu yang kulatih bercerita bagaimana ia yang awalnya tidak bisa naik tangga hingga ke lantai tiga karena berat badan obesitas. Semenjak latihan, kini ibu itu sudah bisa naik tangga tanpa lelah yang berarti,” kata Anda menceritakan pengalaman seorang ibu yang ia latih.

Seorang Ibu itu satu dari puluhan orang yang telah mengalami perubahan kesehatan fisik semenjak latihan olahraga bersama Anda Pane. Para peneliti dari Universitas Cambridge mengatakan fisik yang kurang bergerak jauh lebih berbahaya ketimbang kelebihan berat badan.

Berdasarkan penelitian yang mereka lakoni, 676 ribu kematian setiap tahun terjadi karena kurang bergerak. Adapun jumlah kematian akibat obesitas mencapai 337 ribu kasus. Studi ini dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition yang bertujuan untuk mengetahui bahaya dari kurang gerak dan obesitas.

Pada penelitian lainnya, seperti dalam jurnal kesehatan The Lancet menuturkan hampir sepertiga orang dewasa di dunia malas bergerak. Gaya hidup pasif dan kebiasaan duduk terlalu lama menyumbang angka kematian sampai lima juta orang setiap tahunnya.

Peringatan tersebut disampaikan para peneliti dalam jurnal kesehatan The Lancet. Secara umum tiga dari 10 orang berusia 15 tahun ke atas, atau sekitar 1,5 juta orang, tidak melakukan aktivitas fisik yang direkomendasikan. Para pakar menyebut gaya hidup sedentari itu sebagai sebuah pandemik alias penyakit yang sudah menyebar luas.

Anda Pane, seorang pria kelahiran Parsoburan 8 April 1987. Baginya, olah raga adalah kegemaran yang jadi profesi. Kesukaan terhadap olahraga telah mengantarkannya kuliah dan menjadi guru olahraga hingga kini. Sejak kecil, Anda bercita-cita ingin menjadi tentara, namun karena menikmati kuliah di jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Medan, ia akhirnya memutuskan untuk mendarmakan diri sebagai guru olahraga.

Ia punya pandangan tersendiri tentang guru olahraga. Pandangan itu seperti satu prinsip yang mengandung komitmen untuk dilakoni setiap hari. “Kalau seorang Guru olahraga tidak memiliki kerinduan untuk mengolahragakan masyarakat supaya hidup sehat, maka panggilannya sebagai guru olahraga perlu dipertanyakan,” kata dia.

Kecintaan pada dunia olahraga mendorong Anda untuk berbagi dengan masyarakat. Selain menjadi guru olahraga di Yayasan Kristen Iman Pengharapan Kasih, Jakarta sejak 2016, Anda Pane rutin mengolahragakan masyarakat. Ia memulainya dari membentuk komunitas olahraga Garuda Street Workout.

Anda berharap supaya setiap masyarakat mengolahragakan diri sendiri untuk menjaga kesehatan diri sendiri. “Tuhan telah menciptakan tubuh kita dengan tanga-Nya, maka kita punya tanggungjawab untuk memelihara tubuh ini,” pungkasnya. (*)

By Redaksi

2 thoughts on “Kepak Garuda Street Workout”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *