Sorotdaerah.com – Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Uli Kota Siantar laksanakan Sosialisasi Beban Tetap bagi konsumen. Sosialisasi digelar di Aula Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, Jumat (5/2).

Direktur Umum Perumda Tirta Uli Kota Siantar, Berliana Napitu mengatakan, dasar hukum kebijakan pemakaian minimal (Beban Tetap) adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 71 Tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum.

“Pasal 20 ayat 2 menyatakan bahwa tarif air meliputi, tarif air, beban tetap, pemeliharaan meter air dan endapatan air lainnya selain perpipaan,” jelas Berliana

Selain itu, kebijakan pemberlakuan beban tetap bagi pelanggan merupakan upaya untuk mendorong warga Kota Siantar menggunakan air bersih yang hygienis. Perumda menjamin kebersihan air yang digunakan pelanggan.

“Dengan pemberlakuan beban tetap, maka pelanggan akan didorong menggunakan air dari Perumda. Air kita bersih dan hygienis karena ada dimasukan disinfektan,” terang Berliana kepada warga Kecamatan Siantar Martoba.

Ia menyampaikan ada sebanyak 8.000 pelanggan yang tidak memakai air dari Perumda Tirta Uli dan hampir sebanyak 20.000 pelanggan yang memakai air dibawah 10 m3 per bulan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebijakan pemberlakukan beban tetap sudah direstui Walikota Siantar. Ini sesuai usulan Perumda Tirta Uli dan persetujuan Dewan Pengawas yang telah melalui konsultasi kepada wakil atau forum pelanggan untuk mendapatkan umpan balik.

Persetujuan Walikota tertuang pada Keputusan Walikota  Nomor 690/661/XII/WK THN 2020 tentang Penerapan Beban Tetap Perumda Tirta Uli  tanggal 30 Desember 2020. Ini menjadi dasar dalam penetapan Beban Tetap Perumda Tirta Uli.

Sesuai dengan Permendagri  Nomor 71 Tahun 2016 pasal 27 ayat 7 menyatakan harus dilakukan sosialisasi keputusan penerapan Beban Tetap kepada masyarakat pelanggan melalui media massa atau media online secara efektif.

Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Walikota Nomor: 690/661/XII/WK THN 2020 tentang Penerapan Beban Tetap Perumda Tirta Uli  tanggal 30 Desember 2020 dan tidak merubah Surat Keputusan Walikota Nomor 690/504/VII/WK THN 2013 tentang tarif air minum yang masih tetap digunakan.

Sebelumnya, dalam sosialisasi yang sama kepada wartawan Direktur Utama Perumda Tirta Uli Kota Siantar, Zulkifli Lubis menyampaikan, bahwa pemberlakuan beban tetap merupakan upaya mendorong warga Siantar untuk mengkonsumsi air yang terjamin kebersihanya.

“Penerapan beban tetap 10m3 per bulan adalah upaya untuk mendorong menggunakan air yang bersih dan aman dikonsumsi. Kemudian pendapatan dari beban tetap nantinya akan kita upayakan untuk revitalisasi perpipaan. Tentu semakin meningkatkan pelayanan,” pungkasnya.

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *