Oleh: Asrianita Harefa

Prodi Matematika, Fakultas MIPA, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

Isu terkini yang sedang marak-maraknya adanya kebijakan vaksinasi sebagai salah satu jalan keluar mengakhiri penyebaran virus Corona.

Sebagaimana kita ketahui, vaksin merupakan zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk daya tahan tubuh si penerimanya. Dimana vaksin dapat merangsang tubuh agar menghasilkan antibodi yang untuk melawan kuman penyebab infeksi.

Pertama kalinya, vaksin diperkenalkan oleh seorang dokter asal Inggris, Edward Jenner. Ratusan tahun yang lalu, ia menerapkan vaksin dengan menggunakan virus cacar sapi (cowpox). Tujuannya untuk memberi perlindungan terhadap cacar (smallpox) pada manusia. Dalam dunia kedokteran, vaksinasi telah merevolusi kesehatan global. Bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu inovasi yang paling ampuh untuk menyelamatkan jiwa manusia.

Menerapkan hal demikian, tentunya diharapkan dengan adanya pemberian vaksin, dapat menjadi upaya paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung di Indonesia. Di tengah pandemi global yang disebabkan virus Corona, vaksinasi akan menjadi tindakan satu-satunya yang harus kita lakukan.

Sejak akhir tahun 2019, dunia gempar oleh virus corona baru yang menyerang pernapasan manusia dan bisa menyebabkan kematian. Masalah ini menjadi tantangan terbesar yg dihadapi dunia di sepanjang tahun 2020 sampai sekarang. Banyak korban berjatuhan, hingga sudah ratusan ribu nyawa menghilang. Kondisi ini membuat dunia menceka. Kesulitan untuk berkomunikasi dengan lempang hingga krisis menjaga jarak antar sesama. Dampaknya tak hanya terasa bagi kesehatan sejuta umat, sosial budaya masyarakat, terganggunya perekonomian negara, hingga keadaan akses transportasi kian terbatas.

Melihat keadaan ini, tak mungkin hanya berdiam saja. Setiap pihak mengambil bagiannya masing-masing untuk memulihkan kembali kondisi negara sediakala. Hingga kebijakan pencegahan mulai dicanangkan.

Kini banyak negara, lembaga penelitian, dan perusahaan farmasi, berlomba menjadi yang pertama untuk menemukan dan memproduksi vaksin ini.

Dengan akses pertama terhadap vaksin Covid-19, diharapkan tentunya kondisi pemerintahan menjadi dipermudah untuk mengambil langkah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Adanya program ini, diharapkan warga Indonesia dapat kembali ke kehidupan yang normal.

Di akhir tahun 2020 sudah mulai adanya penemuan vaksin virus corona. Sehingga tahun 2021 menjadi momen penting bagi dunia, termasuk Indonesia dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19. Sejumlah negara di dunia telah memulai program vaksinasi sebagai upaya menghentikan pandemi salah satunya negara Indonesia.

Kegiatan vaksinasi ini sangatlah penting bagi tubuh, terlebih-lebih dimasa wabah virus corona yang sedang kita hadapi sekarang ini. Manfaat vaksin ini bagi tubuh untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat virus Corona. Selain itu, vaksin dapat mendorong terbentuknya herd immunity.

Hampir semua umat mengharapkan pengembangan vaksin ini dapat diterima secara merata, terutama untuk kelompok rentan seperti orang tua, dan anak-anak. dalam menghadapi epidemi corona virus tanpa obat yang telah membunuh ribuan orang.

Vaksin adalah sarana medis paling efektif untuk pencegahan dan pengendalian epidemi karena dapat secara efektif menghentikan penyebaran virus. Vaksin juga memainkan peran penting dalam menstabilkan ekonomi dan memungkinkan negara untuk kembali normal ketika pekerjaan dan produksi berlanjut.

Dan melakukan segala upaya pencegahan adalah tindakan terbaik yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko dampak mutasi dan kemunculan varianbaru virus tersebut di kemudian hari. Akan tetapi, perlu juga pengawasan secara ketat agar semua kandidat vaksin Covid-19 terus diawasi dan dilakukan
pengujiannya sampai benar-benar terjamin efektivitas atau khasiat, keamanan dan mutunya. Sehingga, tidak ada nantinya efek samping yang sangat serius.

Tak lupa juga pentingnya untuk tetap menerapkan pola hidup sehat terkini, program 3M. Mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak dapat membantu mengurangi kemungkinan seseorang terpapar virus atau menyebarkannya ke orang lain. Sembari itu, sebelum vaksin dapat kita terima, alangkah baiknya bagi kita untuk tetap waspada serta disiplin menjaga kebersihan.

Kombinasi dari vaksinasi dan melakukan perlindungan diri dengan protokol kesehatan akan memberikan perlindungan terbaik dari Covid-19.

Menghentikan pandemi membutuhkan kewaspadaan menyeluruh dan sungguh-sungguh. Mendapatkan vaksin COVID-19 maka bisa melindungi tubuh dengan menciptakan respons antibodi di tubuh tanpa harus sakit karenavirus corona. Vaksin tidak hanya melindungi individu namun juga memberikan perlindungan bagi orang orang yang tidak dapat diimunisasi, contohnya pada usia tertentu maupun orang dengan penyakit tertentu.

Dalam menanggulangi pandemi Covid-19 tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, akan tetapi butuh kerja sama seluruh masyarakat, terutama para mahasiswa. Mahasiswa harus ikut serta dan mengambil bagian membantu pemerintah untuk menanggulangi pandemi covid-19.

Salah satu yang bisa kita dilakukan sebagai mahasiswa, yakni melakukan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, dan sosialisasi pentingnya vaksinasi untuk daya tahan tubuh. Untuk itu, mari bekerja sama menanggulangi pandemicovid-19 dengan bersedia menerima vaksinasi. Jika kita menerima vaksin, otomatis tubuh akan terlindungi dari serangan virus COVID-19. Hal ini menjadi bermanfaat. (*)

Penulis adalah mahasiswa Program studi Matematika Universitas HKBP Nomensen Pematang Siantar.

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *