(Roma 4: 13-25) adalah berita sukacita bagi setiap orang yang melangkah dengan iman, bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, dan bagi orang beriman segalanya dimungkinkan.

Ketika orang benar-benar dipenuhi visi, penglihatan, semangat, inspirasi, determinasi, passion untuk menggapai sesuatu yang besar dalam hidupnya, sekalipun rasanya itu mustahil, sesungguhnya tidak ada yang dapat menghentikan dia, kecuali dirinya sendiri.

Pernah menonton Film Mission Impossible -MI? Film yang dibintangi Tom Cruise ini sangat banyak diminati masyarakat internasional sejak tahun 1990-an. Film ini mengisahkan misi mata-mata (spy) dengan target mencapai sesuatu yang nampaknya tidak mungkin – seperti upaya menghentikan kejahatan yang akan menghancurkan bumi ini.

Tetapi dengan perencanaan matang, kerja keras, dedikasi, tekad yang bulat, keberanian dan keyakinan yang tak tergoyahkan, misi dapat diselesaikan. Pada akhirnya suara sukacita menggema ‘Mission Accomplished – misi telah tercapai.’

Mentalitas seperti inilah yang ada dalam diri setiap orang beriman yang sudah teruji (selanjutnya disebut orang beriman). Saya gunakan istilah ‘teruji’ untuk membedakan dari orang yang mengaku beriman, tetapi hidupnya penuh keragu-raguan: tidak panas, tidak dingin, melainkan suam-suam kuku. Orang beriman yakin, bahwa betapa pun sulitnya, apa pun tantangan dan hambatan yang dihadapi, bersama Tuhan dia akan mencapainya, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Kebenaran inilah yang disingkapkan dalam Nats Firman Tuhan hari ini tentang iman orang percaya. Bapak reformasi Dr. Martin Luther ‘menemukan’ kebenaran yang menjadi tema besar dalam gerakan reformasi di abad ke-16 dimana salah satu pilarnya adalah Sola Fide – Faith alone – Hanya oleh iman.

Tri-Sola: Sola Gratia – kita beroleh keselamatan, bukan karena usaha dan kebaikan kita, melainkan hanya oleh anugerah Tuhan; Sola Fide – anugerah penghapusan dosa dan keselamatan kita terima hanya dengan iman, bukan dengan usaha dan kekudusan; Sola Scriptura – bahwa otoritas tertinggi hanyalah Firman Tuhan sebagaimana tertulis dalam Alkitab.

Dr. Martin Luther mengatakan, “Setiap orang yang bermohon kepada Tuhan dalam iman yang benar, dengan sungguh-sungguh dari dalam hati, pasti akan didengarkan, dan akan menerima apa yang dimohonkan dan dirindukan.” Dengan demikian, menurut Luther, iman itulah yang menjadikan seseorang benar dan menggenapi hukum taurat. Sesungguhnya, “Allah memperhitungkan iman orang percaya.”

Rasul Paulus mengangkat kisah Abraham untuk menyingkapkan kebenaran tentang iman orang percaya. Abraham sebagai bapa orang percaya yang memiliki iman yang teruji.

“Engkau telah kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa.” Ini adalah kebenaran, karena ini adalah Firman Tuhan. Sesungguhnya dari segi logika manusia tidak ada dasar untuk meyakini aksioma ini. Abraham dan isterinya sudah menunggu puluhan tahun sejak pertama kali mendengar janji Tuhan bahwa mereka akan memiliki keturunan. Kini usianya sudah mendekati seratus tahun. Istrinya Sarah juga sudah sangat ujur dan rahimnya telah tertutup.

Bagaimana mungkin itu terjadi? Apa dasar untuk memercayai pernyataan bahwa “Abraham akan menjadi bapa banyak bangsa?” Tidak ada. Realitas hidup dan hari-hari yang dilalui bersama istrinya tidak ada yang mendukung kebenaran ini. Sungguh, tidak mungkin Abraham menjadi bapa banyak bangsa. Tetapi Abraham tetap yakin, bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

“Imannya tidak menjadi lemah, walau pun ia mengetahui bahwa tubuhnya sudah sangat lemah…Tetapi terhadap janji Allah dia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.”

Abraham memuliakan Allah. Dia tidak bimbang dan ragu akan janjiNya. Dia memuliakan Allah dengan rasa syukur, sepertinya dia sudah menerima janji itu. Dia memuliakan Allah seakan-akan dia telah mendapatkannya. Dia bersyukur seakan-akan dia telah melihat sang bayi mungil Ishak di pangkuannya.

Denzel Washington mengatakan, ‘Say thank you in advance for what is already yours…True desire in the heart for anything good is God’s proof to you sent beforehand that’s already yours – Ucapkan terimakasih terlebih dahulu untuk apa yang sudah menjadi milik saudara…Perasaan yang benar dalam hati untuk segala yang baik adalah bukti dari Tuhan yang datang lebih dulu bahwa itu sesungguhnya sudah menjadi milik saudara.”

Sepertinya perasaan seperti inilah yang dimiliki Abraham sekalipun istrinya belum melahirkan seorang anak yang dijanjikan. Dia memuliakan Tuhan. Dia bersyukur. Dia mengucapkan: ”Terimakasih Tuhan.” Karena sesungguhnya dia “telah memiliki” apa yang dijanjikan oleh Tuhan.

Denzel Washington mengatakan, demikianlah dia menjalani hidup ini. Dan kenyataan adalah dia sudah menggapai hal-hal yang luar biasa dalam hidupnya sebagai seorang aktor atau motivator kawakan di dunia ini.

Saudaraku, orang-orang beriman yang telah menunjukkan karya Allah yang luar biasa dalam hidupnya di dunia ini memang hidup seperti yang diungkapkan Denzel Washington. Ketika Martin Luther King, Jr mengajak masyarakat Amerika untuk berjalan menuju “Tanah Perjanjian,” orang banyak menganggap dia sedang berilusi.

Dalam Pidato “I have a dream” yang disampaikan di hadapan 250.000 orang pada tanggal 28 Agustus 1963 di Lincoln Memorial, Wahington, Martin Luther King, Jr. berkata, “Suatu hari nanti, ke empat anak saya akan hidup di satu negara dimana mereka tidak akan dinilai berdasarkan warna kulit, melainkan berdasarkan karakter yang dimilikinya.”

Umumnya orang menganggap “itu gila. Itu tidak mungkin.” Tetapi MLK yakin, sekali pun dia dan bangsanya belum sampai di sana, bahkan selama hidupnya dia tidak pernah melihat kenyataan itu, tetapi dia beriman, dan sepertinya dia sudah sampai di sana. Perasaan dan keyakinan itu memberikan dia antusiasme, semangat, kekuatan dan determinasi dalam perjuangannya membebaskan bangsanya dari diskriminasi ras.

Sejarah telah membuktikan, orang-orang yang melangkah dengan iman dipenuhi visi, disiplin, dedikasi, komitmen dan keteguhan menggapai sesuatu yang berharga dan mulia yang rasanya tidak mungkin, semua jadi mungkin. Terutama, jika dia percaya akan janji dan pertolongan Tuhan.

Saudaraku, dimana pun saudara berada dan bagaimaan pun kondisi hidup saudara saat ini, mari melangkah dengan iman! Jangan bimbang dan jangan ragu. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Reminiscere – “Ingatlah Akan Kasih KaruniaMu!” Tuhan senantiasa mengingat janji penyertaan dan kasih karuniaNya kepada kita orang-orang yang dikasihiNya.

Ketika kita percaya kepada Tuhan yang berkuasa di atas segalanya dan yang berjanji akan memberkati kita dan akan menyertai kita selalu, yakinlah tidak ada yang mustahil dalam hidup ini. Perubahan dalam hidup, lingkungan kerja, dan kualitas hidup yang kita harapkan dapat menjadi kenyataan! Karena itu, bersukacitalah!

Dear friends, I wish you a wonderful and blessed Sunday! God’s Word reminds us of God’s grace and that we receive it with faith. God always show us that He cares for us and that He loves us. Be happy and smile!

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *