Sorotdaerah.com – Akhirnya Presiden menyampaikan peringatan yang cukup melegakan. Menyangkut pelaksanaan PPKM darurat, Presiden memberikan perhatian pada kekerasan fisik yang dilakukan oleh petugas kepada masyarakat. Presiden merujuk kepada kekerasan aparat sipil kepada keluarga di Gowa dan meminta kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

Aspek lain yang ditinjau oleh Presiden adalah soal komunikasi dengan masyarakat. Presiden meminta bawahannya menyampaikan dengan lebih baik mengenai persoalan yang terjadi dengan bahasa yang meneduhkan. Entah berhubungan dengan tidak, Menko PKM memang sempat menyampaikan bahwa situasi saat ini berada dalam keadaan darurat militer. Meski kemudian dijelaskan bahwa yang dimaksud seperti mengibaratkan kejadian melawan virus, tetapi diksi darurat militer sesungguhnya sangat tidak tepat, menciptakan ketakutan yang berlebihan yang bukan tidak mungkin akan menurunkan imunitas masyarakat.

PPKM darurat memang telah berlangsung selama dua pekan. Dan di masa itu kita mendengar begitu banyak keluhan masyarakat. Sampai-sampai plesetan PPKM pun kita dengan bernada negatif, salah satunya “Pelan-Pelan Kita Mati”. Penutupan jalan dan lokasi usaha memang telah menyebabkan masyarakat berteriak dan merasa bahwa mereka tidak diperhatikan kebutuhan pokoknya. Bahkan seorang pemilik usaha di Medan, melakukan tindakan nekad. Ketika ia diminta menutup warung usahanya, ia melemparkan air panas kepada petugas. Penolakan dan protes disuarakan masyarakat di media sosial, menunjukkan bahwa beberapa pendekatan memang tidak seperti yang diharapkan.

Kedaruratan seharusnya tidak mengabaikan esensi kemanusiaan. Covid-19 bukan musuh yang hendak menyerang orang tertentu, kalangan tertentu dan kelompok tertentu. Ini menyerang seluruh warga negara bahkan warga global. Semua orang rentan, maka tidak boleh petugas melakukan tindakan yang melebihi maksud dari PPKM itu sendiri. Kita semua tahu bahwa tujuan PPKM adalah pengendalian kasus Covid-19. Maka konsep itu harus benar-benar sampai kepada masyarakat, tanpa harus melakukan kekerasan.

Petugas penertiban, bukan pemukul musuh; bukan juga penyerang masyarakat sipil. Justru Covid-19 ini harus dilawan bersama-sama. Ini yang harus dimengerti oleh seluruh petugas yang diberikan tanggung-jawab selama PPKM darurat. Covid-19 tidak bisa dilawan dengan kekerasan. Covid-19 hanya bisa dilawan dengan kepatuhan pada Protokol Kesehatan dan vaksinasi, dua hal yang sering absen dari upaya penegakkan hukum di situasi PPKM darurat.

Pemerintah perlu mengevaluasi dengan baik PPKM darurat ini. Ini bukan hanya PPKM darurat terakhir. Masih ada kemungkinan berulang lagi jika kasus Covid-19 melonjak lagi. Maka pemahaman mengenai kedaruratan harus dimengerti oleh petugas di lapangan. Tanpa itu, petugas akan terus mengira bahwa masyarakat adalah musuh, bukan Covid-19. (Prodi Magister Kesehatan Masyarakat, Inkes Sumut).

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *