Tideng Pale, Sorotdaerah.com – Rangkaian kegiatan keagamaan PAUD Nurul Jadid (PNJ) di bulan suci Ramadan diawali dengan pesantren kilat. Pesantren kilat yang diperuntukkan bagi anak-anak ini bertujuan untuk mengenalkan puasa wajib dan berbagai amalan yang dapat menambah pahala di bulan Ramadan.

Strategi pembelajaran yang dilakukan pendidik PNJ, dengan mencontohkan hal-hal konkrit yang bersifat audio visual, seperti membaca huruf hijaiyah metode tilawati dengan nyanyian, menonton film anak-anak tentang puasa, lagu Asmaul Husna, dan lagu Ramadan.

Selain anak-anak, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dan komite PNJ, juga malaksanakan Tadarus dan Khataman Quran. “Ini adalah salah satu program tahunan dan cara untuk meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT, meningkatkan kecintaan dan literasi membaca Quran serta mempererat silaturahmi antara GTK dan Komite PNJ,” tutur Siti Aslamiyah Kepala Satuan PNJ.

Khataman Quran dilaksanakan pada Kamis, 21 April 2022 dan sore harinya dilanjutkan dengan berbagi takjil, yang digalang oleh komite PNJ. Ketua Komite PNJ yang baru, Sofiatun sangat mendukung kegiatan ini, dan berharap tadarus dan berbagi dapat dilanjutkan setelah bulan Ramadan. Antusias wali muridpun sangat besar, terbukti banyaknya makanan dan dana yang terkumpul melebihi dari tahun-tahun sebelumnya.

Setelah berbagi takjil selesai, keluarga GTK PNJ berbuka puasa bersama. Alhamdulillah setiap bulan Ramadan selalu terlaksana, semenjak PNJ berdiri 9 tahun lalu. Hal ini menunjukkan kekompakan dan kekeluargaan yang erat. Selain makan-makan, buka bersama ini diisi tausiah dan sholat magrib berjamaah oleh ketua yayasan, Mualif.

Kegiatan Ramadan PNJ ditutup dengan berbagi kasih yaitu sedekah. Rencana awal akan bersedekah ke beberapa fakir miskin. Akan tetapi setelah mendapat informasi bahwa salah satu keluarga komite PNJ benar-benar membutuhkan bantuan, akhirnya dengan persetujuan bersama, dana yang terkumpul disalurkan untuk meringankan biaya operasi kanker mata anaknya.

Keutamaan sedekah sangat besar, salah satunya pahala yang terus mengalir walaupun sesorang telah meninggal dunia. Seperti diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasullullah SAW bersabda, “Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, anak sholeh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang bermanfaat setelahnya”.  Semoga keluarga besar PNJ dan kita semua termasuk ke dalam orang-orang yang selalu menebar kebaikan dan peduli pada sesama. (Tri Lestari Rakhmawati)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *