Sorotdaerah.com- Para remaja di Desa Bulu Cina telah tuntas mengikuti pelatihan berbasis masyarakat keterampilan menjahit pakaian perempuan. Pelatihan ini dilaksanakan selama 30 hari.

“Sudah ada kompetensi dasar yang dimiliki oleh anak-anak remaja ini, yang akan bisa mereka pergunakan untuk menjadi pelaku wirausaha-wirausaha muda atau menjadi pekerja di tempat-tempat usaha atau toko menjahit pakaian” kata Kadisnaker Deli Serdang, Drs. Binsar TH. Sitanggang, M.SP didampingi Camat Hamparan Perak dan Kepala Desa Bulu Cina usai menutup acara pelatihan yang digelar di Aula Kantor Desa Bulu Cina, Rabu (27/4), kemarin.

Binsar menambahkan, pelatihan menjahit ini merupakan upaya bersama antara Disnaker Deli Serdang, Yayasan Gugah Nurani Indonesia dan Kepala Desa Bulu Cina dalam menekan angka pengangguran usia produktif. Pelatihan keterampilan berbasis masyarakat ini diperuntukkan khusus bagi anak-anak remaja agar siap membuka lapangan kerja baru.

Binsar berharap agar pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini. Tetapi anak-anak remaja ini bisa mengembangkan keterampilan yang diperoleh dengan mengikuti pelatihan bordir atau jenis pelatihan lain di UPT Balai Lapangan kerja (BLK) Deli Serdang atau bahkan mengikuti pelatihan keterampilan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) yang ada di Kota Medan, seperti perhotelan, kitchen, pariwisata atau Komputer.

“Saya mendorong agar Kepala Desa Bulu Cina bisa menganggarkan pengembangan keterampilan para remaja seperti ini lewat musrenbang desa. Misalnya untuk membantu anak-anak remaja ini bisa membuka usahanya sendiri, bisa difasilitasi dengan memberikan mesin jahit yang diusulkan ke Disperindag Deli Serdang melalui musrenbang,” terang Binsar.

Kepada para peserta pelatihan, Binsar berpesan, agar proaktif meningkatkan skill yang lebih berkembang lagi. Sehingga mereka bisa sukses ke depan dan mendapatkan penghasilan.

Yessi, salah seorang peserta yang tuntas mengikuti pelatihan mengaku sangat bersyukur dan senang sekali akhirnya bisa memiliki keterampilan menjahit yang bisa dipergunakan untuk bekal hidupnya kedepan. “Senang sekali rasanya mendapat ilmu dari instruktur hebat, saya sudah bisa membuat 3 jenis jahitan,” terangnya

Project Manager Yayasan Gugah Nurani Indonesia Medan dan Deli Serdang, Anwar Suhut mengatakan, pelatihan ini diberikan agar sebanyak mungkin anak-anak remaja yang ada di wilayah dampingan GNI di Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, memiliki keterampilan yang bisa mereka pergunakan untuk bertahan hidup di masa depannya.

“Kami sudah memetakan support yang bisa diberikan kepada anak-anak remaja ini dalam memulai usahanya nanti, termasuk dari support permodalan,” kata Anwar.

Lebih jauh Anwar mengatakan, GNI sudah berdiskusi dengan Koperasi Bangun Ekonomi Sedulur (BES), koperasi dampingan mereka di Bulu Cina, agar permodalan anak-anak remaja ini bisa diakses melalui pinjaman ke Koperasi BES. “Kami sudah memberikan dana penyertaan kepada Koperasi BES ini untuk mereka kelola, ” imbuhnya. (Dewa)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *