Home > Bisnis > Kata Bill Gates, Peliharalah Ayam Supaya Kamu Tidak Miskin

Kata Bill Gates, Peliharalah Ayam Supaya Kamu Tidak Miskin

Sorotdaerah.com – Pendiri perusahaan Microsoft, Bill Gates berkesimpulan, beternak ayam kampung adalah solusi jitu memberantas kemiskinan. Lewat blog pribadinya, ia menulis panjang mengenai alasannya tentang “Mengapa Saya Memelihara Ayam.”

Tulisan itu dilatari ketika Gates berkunjung ke negara-negara miskin. Dari “blusukannya” itu ia belajar dari orang-orang kampung yang bisa survive karena memelihara ayam.

“Saya bertemu orang-orang di negara miskin yang beternak ayam, dan saya juga belajar bagaimana beternak ayam. Sebagai anak-anak dari kota Seattle, saya harus banyak belajar! Orang yang hidup dalam kemiskinan, lebih baik beternak ayam,” ungkapnya.

Tak lupa Gates menjelaskan secara gamblang, bagaimana beternak ayam bisa menjadi solusi jitu mengentaskan kemiskinan. Alasannya, ayam mudah dipelihara. Makanan unggas ini pun mudah didapatkan. Selain itu, harga vaksin ayam murah, kurang dari 20 sen. Tapi, ia menganjurkan, sebaiknya ayam diberikan makanan yang layak supaya pertumbuhannya juga baik.

Gates kemudian merinci nilai investasi beternak ayam. Jika seorang petani beternak dengan lima ekor, kemudian ayam dikawinkan dengan ayam jantan tetangga, setelah tiga bulan, si petani memiliki 40 ekor anak ayam. Ia berkesimpulan, petani di Afrika Barat bisa berpenghasilan lebih dari 1000 dolar AS selama setahun bila ayamnya dijual $5 per ekor.

Berdasarkan cerita Gates itu, ayam yang dimaksud adalah ayam lokal atau yang biasa disebut ayam kampung. Sebab kalau ayam ras komersil tidak untuk ditelurkan kembali karena produktivitasnya menurun sehingga tidak efisien.

Berantas kemiskinan

Berdasarkan simpulan Gates, sangat mungkin negera-negara berkembang seperti Indonesia menjadikan komoditi ternak ayam kampung sebagai program mengentaskan kemiskinan. Ada enam alasan mengapa ayam kampung cocok sebagai program pengentasan kemiskinan:

Pertama, Indonesia merupakan salah satu pusat domestikasi ayam dunia selain Cina dan India. Memanfaatkan ayam asli sendiri berarti menyelamatkan sumber daya genetik Indonesia. Kedua, nilai investasi ternak ayam lebih murah ketimbang ternak besar seperti sapi. Ketiga, harga jual ayam kampung relatif stabil.

Keempat, hampir semua masyarakat di wilayah perdesaan memiliki ternak ayam kampung sehingga tidak perlu keahlian khusus untuk pemeliharaan. Kelima, ayam kampung sangat erat dengan kegiatan-kegiatan tradisi budaya di Indonesia seperti di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bali, dll.

Keenam, saat ini Indonesia memiliki bibit ayam lokal unggul hasil seleksi genetik dari Badan Penelitian dan Perkembangan (Balitbang) Kementerian Pertanian. Pemerintah telah mengeluarkan galur murni ayam KUB dan ayam Sentul Seleksi (Sensi).

Syukurnya, tahun lalu pemerintah melalui program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) Kementerian Pertanian telah membagikan jutaan ekor ayam kampung sebanyak 50 ekor kepada 1 rumah tangga miskin di sejumlah daerah di Indonesia. Program ini cukup efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Telur-telur tetas yang dihasilkan dari program ini akan dijual kembali untuk ditetaskan. Meski demikian, progam Bekerja perlu dilanjutkan dengan berbagai catatan: memaksimalkan bibit ayam kampung asli, meningkatkan pendampingan pemeliharan, penggunaan obat atau vaksin, pemasaran, dll.

Melalui ayam kampung, kesejahteraan massyarakat bisa meningkat. Seperti kata Bill Gates, kehidupan orang yang hidup dalam jurang kemiskinan akan membaik jika mau memelihara ayam. Ayo beternak ayam kampung! (Febroni Purba)

You may also like
Pernikahan Berantakan, Anak Jadi Korban
Tak Sanggup Bayar Biaya Berobat Rp 1,9 Juta, Keluarga Miskin Ini Jual TV dan Periuk.
Andika Bocah 8 Tahun Gagal Berobat Pakai Kartu BPJS
Hidup Susah Karena KTP
BPJS Kesehatan Mengembalikan Kehormatan Kami
Gak Punya KIS, Naftali Nyaris Meregang Nyawa

Leave a Reply