Home > Daerah > Cagubsu Djarot Jenguk Pasien Usus Terburai

Cagubsu Djarot Jenguk Pasien Usus Terburai

Sorotdaerah.com- Calon Gubernur Sumut dari pasangan nomor urut 2, Djarot Syaiful Hidayat menjenguk pasien usus terburai, Makbul Raja Lubis (40) yang terbaring lemah di ruang Rindu B2 Rumah Sakit Adam Malik, Jumat (27/4) siang.

Saat bertemu Djarot, pasien tumor usus yang datang dari Desa Gunung Rintih, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang itu langsung terharu. “Saya tak menyangka Bapak Djarot mau menjenguk saya,” katanya tersenyum bahagia.

Dalam kesempatan itu, Djarot mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi Makbul. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, Makbul merupakan pasien dengan kondisi kebocoran usus pasca operasi tumor. Akibat kebocoran usus itu tubuh pasien tidak bisa menyerap gizi dengan baik, yang kemudian mengakibatkan pasien lemah dan kurus.

Untuk kasus yang dialami Makbul, Djarot menegaskan pentingnya tindakan cepat, ketika masih dalam gejala dan belum parah, perlu langsung ditangani. “Kepada relawan dan masyarakat yang mampu mari kita bergoyong-royong membantu beban saudara-saudara kita,” ajaknya didampingi Anggota DPRD Medan Brilian Moktar dan politikus PDIP Jumiran Abdi dan aktivis Pemulung Uba Pasaribu.

Brilian Moktar menambahkan, tim Rotari Club sedang menunggu rekam medis dari Rumah Sakit Adam Malik. Setelah mengetahui kondisi medis pasien, maka tim Rotari Club akan mengupayakan penanganan medis secara instensif kepada Makbul Lubis.

“Mohon dibantu ya Bu, kami mau tau kondisi medis pasien usus terburai tadi. Supaya kami tau langkah dan tindakan terbaik yang mau kami lakukan. Soal biaya kami yang tanggung, tak ada masalah,” ungkap Brilian kepada para petugas medis yang merawat Makbul.

Menyahuti permintaan Makbul agar memperhatikan nasib ketiga anaknya, Djarot mengatakan siap sedia membantu. “Anaknya kan tiga. Satu orang masih SMP, satu SD dan satu lagi belum sekolah. Ketiganua akan kami tanggung. Inilah pentingnya Kartu Sumut Pintar. Ini bentuk keadilan sosial. Orang yang mampu menyubsidi warga kurang mampu melalui bayar pajak,” ungkap mantan Walikota Blitar dua periode itu.

Aktivis Pemulung Uba Pasaribu bersyukur semakin banyak orang yang peduli dengan gerakan aksi sosial ini. Ia juga memuji langkah Djarot yang respek dengan kaum marjinal. “Ini bukan sekali Pak Djarot membantu kaum marjinal. Tempo hari ia juga membantu para pemulung. Pak Djarot meluangkan waktunya demi menjenguk orang-orang sakit. Kedatangannya memberi harapan dan semangat hidup bagi Makbul dan banyak pasien lainnya. Semoga Pak Djarot sehat selalu,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Makbul diboyong aktivis pemulung, Uba Pasaribu ke ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Adam Malik dengan mencarter mobil ambulans. Makbul adalah seorang pasien dengan usus terburai. Selain itu, bagian pantat melepuh dan bernanah. Penderitaan yang dialami Makbul adalah kelanjutan dari operasi tumor di usus besar pada Oktober 2017 yang belum tuntas. Operasi dilakukan oleh dokter di RSUP Adam Malik Medan.

Usai operasi, usus Makbul menyembul keluar dari perut. Diduga, akibat operasi itu pula bagian anus hingga bokong Makbul menjadi melepuh dan bernanah. Aroma busuk menguar.

Usai operasi, Makbul beberapa kali berobat jalan. Namun upaya berobat jalan tersendat lantaran terkendala biaya. Semenjak terkena penyakit, Makbul berhenti bekerja dari urusan memasak untuk ternak ayam milik salah satu pengusaha.

“Bantulah kami Pak. Kami orang miskin. Suami saya sakit begini, saya tak tau harus bagaimana,” kata Nuraini bersedih.

Aktivis Pemulung Uba Pasaribu setia mendampingi Makbul. Ia bolak-balik mendatangi rumah sakit demi menjenguk dan menjaga Makbul hingga larut malam. Uba berusaha menyemangati Makbul agar tidak pasrah dengan keadaan. Ia justru meminta kepada Makbul agar tegar dan bersandar pada Tuhan di saat situasi sulit begini. “Kamu harus kuat Pak. Tetap berpengharapan. Ada banyak orang yang peduli dengan Bapak. Ada kami bersamamu. Tetap semangat. Anak-anak Bapak juga pasti senang jika tau ayahnya kuat dan berpengharapan,” kata Uba memotivasi.

Uba kemudian menyerahkan uang Rp 2,3 juta kepada Makbul. Uang itu berasal dari beberapa dermawan yang peduli kepada Makbul. “Ini ada pemberian orang-orang dermawan. Mereka iklas membantu Bapak. Mereka juga meminta bapak tetap kuat dan berpengharapan. Terimalah dengan senang hati,” ungkap Uba sembari menyodorkan uang itu ke tangan Makbul. Air mata Makbul kembali berlinang. Dari mulutnya terucap kata “Terima kasih!” (Red)

You may also like
Tangis Pasien Usus Terburai: “Anak Saya Masih Kecil, Mereka Butuh Sosok Ayah”
Usus Terburai, Pasien Ini Disuruh Pulang Rumah Sakit
Komitmen Kebangsaan Djarot Sihar
Djarot: “Saya Dapat Panggilan Besar Membangun Sumut”
Poldasu Nyatakan Siap Kawal Pilkada Serentak
Hendak Ziarah, Rombongan Djarot-Sihar Dicegat Warga Desa Silaen dengan Blokir Jalan

Leave a Reply